Panduan Engagement Melalui Instagram

Pada industri media sosial untuk bidang fotografi, tidak diragukan lagi bahwa Instagram menempati posisi pertama. Dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari dua miliar di seluruh dunia, setidaknya ada 70 juta foto yang di-upload per harinya. Intinya, Instagram memang merupakan platform yang menawarkan potensi tinggi bagi Anda dan marketers lain untuk melakukan engagement.

Sejak diakuisisi oleh Facebook, Instagram pun memiliki sistem pengelolaan feed yang berdasarkan algoritma. Artinya, foto-foto yang ditampilkan pada feed Instagram didasarkan pada hal-hal yang dinilai lebih menarik perhatian pengguna. Sayangnya, banyak pengguna Instagram yang kurang setuju dengan keputusan tersebut. Di sisi lain, Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk melakukan engagement. Apabila Anda mampu menciptakan konten-konten yang mampu membuat pengguna Instagram berinteraksi dengan Anda (memberi komentar atau like), maka kemungkinan besar konten Anda akan sering muncul pada feed Instagram mereka.

Itulah mengapa membangun engagement melalui Instagram menjadi lebih menantang daripada sebelumnya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membangun engagement melalui Instagram, bahkan dengan sistem algoritma mereka yang cenderung tricky.

Foto Eye Cathing

Instagram merupakan sebuah platform media sosial dalam bidang fotografi, jadi sudah sangat jelas bahwa foto memegang peranan paling penting. Sayangnya, jika melihat barisan foto pada bagian explore, Anda masih akan menemukan foto-foto yang blur atau tidak terlihat jelas. Coba posisikan diri Anda sebagai pengguna, Anda pasti akan merasa tidak puas saat melihat foto tersebut, bukan? Oleh sebab itu, ketika mem-post foto apapun pada Instagram, pastikan kualitasnya bagus, baik dari segi pencahayaan, proposisi, warna, dan lain sebagainya. Apabila perlu, gunakan kamera profesional untuk mengambil foto agar hasilnya benar-benar jernih.

Masalahnya, ketika pengguna Instagram mengunjungi akun profil Anda dan melakukan scroll, kemungkinan besar mereka tidak akan meluangkan waktu untuk menganalisis setiap foto dan membaca caption yang Anda tulis. Tetapi, jika foto Anda berhasil menangkap perhatian mereka, tanpa diminta pun mereka akan membuka foto-foto tersebut dan melakukan interaksi. Gunakan warna-warna terang, pengaturan kontras yang tinggi, teks berukuran besar, atau elemen apapun yang akan menimbulkan kesan eye-catching pada foto Anda.

Bereksperimen dengan Caption

Ya, Instagram memang merupakan sebuah aplikasi photo sharing, tapi bukan berarti Anda tidak dapat memanfaatkannya untuk membangun engagement melalui kata-kata. Setelah berhasil menangkap perhatian pengguna melalui foto yang eye-catching, “ikat” perhatian tersebut dengan storytelling pada caption. Instagram mengatur sistem caption mereka untuk menampung teks hingga 2.000 karakter.

Jangan pernah menyepelekan efek dari kata-kata yang Anda gunakan. Kampanye digital marketing bisa sukses karena didukung oleh kombinasi foto dan kata-kata yang powerful. Meski storytelling dapat menjadi pilihan tepat untuk ditulis pada caption, terkadang caption yang singkat juga mampu memberi efek yang sama. Agar bisa menentukan caption seperti apa yang mampu menarik banyak interaksi, Anda perlu melakukan eksperimen dengan penulisan caption.

Selain itu, jangan lupa untuk menyebutkan link pada bio Anda. Instagram tidak mendukung penggunaan link yang bisa langsung men-direct pengguna ke website Anda, namun Anda bisa mengubah link pada bio sesering mungkin. Misalnya, Anda mem-post foto bergambar buah-buahan, dengan caption yang menyebutkan tentang bagaimana buah pisang mampu menambah energi dengan cepat. Lalu, ajak pengguna meng-klik link pada bio Anda untuk melihat buah-buahan lain yang memiliki fungsi seperti pisang.

Terapkan Strategi Call-to-Action

Strategi call-to-action tidak hanya bisa diterapkan pada website, namun juga Instagram. Call-to-action akan membantu Anda untuk meminta followers melakukan hal tertentu yang Anda inginkan. Melalui Instagram, Anda memiliki beberapa alternatif strategi call-to-action yang cukup kreatif untuk dilakukan. Anda bisa meletakkan call-to-action pada caption, seperti meminta followers untuk meng-klik link pada bio seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya.

Sebagai opsi lain, Anda juga bisa meletakkan call-to-action pada gambar yang di-post. Jika memilih cara ini, Anda memiliki kesempatan untuk membuat desain tipografi menarik. Coba pula mem-posting foto produk-produk Anda dan minta followers untuk melakukan double tap pada produk favorit mereka. Setiap double tap akan berujung pada satu like. 

Ajak Followers untuk Tag Teman

Tips satu ini dapat dibilang merupakan contoh strategi lain dari call-to-action. Meminta followers untuk men-tag teman-teman mereka pada kolom komentar dapat menjadi cara oke untuk membangun engagement. Sebagai contoh, Anda mem-posting foto untuk mempromosikan event yang akan Anda selenggarakan. Anda bisa meminta followers untuk men-tag seorang teman yang menurut mereka akan tertarik untuk menghadiri. Melalui cara ini, bukan hanya engagement yang meningkat, namun juga membuat postingan Anda dilihat oleh target audiens baru.

Cantumkan Hashtag Relevan

Masih berhubungan dengan caption, usahakan untuk selalu mencantumkan hashtag dalam caption foto pada Instagram. Hashtag merupakan salah satu cara terbaik untuk membuat Anda menjadi lebih stand out. Fitur ini bahkan menjadi satu-satunya cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat foto-foto Anda “ditemukan” di Instagram. Hashtag membantu pengguna untuk menemukan konten-konten menarik dengan cara mengetikkan hashtag tertentu pada kolom search. Terlebih, berdasarkan hasil riset yang dilansir dari situs Neilpatel.com, konten yang memiliki hashtag mampu melakukan engagement dua kali lebih tinggi daripada konten yang tidak memiliki hashtag.

Meski begitu, hashtag tidak dapat digunakan secara sembarangan. Pastikan bahwa seluruh hashtag yang Anda cantumkan pada caption benar-benar relevan dengan foto yang di-post. Simak beberapa masukan berikut:

  1. Identifikasi hashtag yang relevan dengan industri bisnis Anda.
  2. Usahakan untuk memberikan hashtag sedeskriptif mungkin. Jika ada hal tertentu yang menonjol dari foto yang di-posting, sebutkan hal tersebut menggunakan
  3. Sesekali, Anda bisa menggunakan hashtag yang bersifat cenderung abstrak seperti #beautiful, #fashion, atau #lifestyle.
  4. Cantumkan 5-10 hashtag pada setiap foto, tapi jika Anda merupakan pemain baru di Instagram, Anda bisa mencantumkan lebih banyak hashtag untuk meluaskan jangkauan. Pastikan hashtag-hashtag tersebut tidak menimbulkan kesan

Beri Pertanyaan Menarik

Anda bisa membangun engagement pada Instagram melalui pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan kepada followers. Tulis pertanyaan pada caption atau letakkan pada gambar yang Anda posting. Memberikan pertanyaan akan memancing followers untuk melakukan interaksi dengan memberikan jawaban pada kolom komentar. Hal ini tentu akan meningkatkan engagement sekaligus memberi kesempatan pada Anda untuk mengobrol secara lebih personal dengan followers Anda. Sistem algoritma pun akan menyadari hal tersebut dan kemungkinan bagi Anda untuk sering muncul pada feed Instagram akan lebih tinggi. 

Konsisten dengan Gaya Foto

Setiap pengguna Instagram sepertinya memiliki akun favorit mereka masing-masing. Kemungkinan besar Anda pun juga begitu. Apa yang membuat Anda tertarik dengan akun Instagram favorit Anda? Foto yang di-posting tentu menjadi faktor utamanya. Biasanya, akun-akun ini secara konsisten menerapkan skema warna, efek, atau elemen-elemen desain tertentu pada foto-fotonya, sehingga ketika Anda men-scroll feed profil mereka, akan menciptakan kesan “aesthetic” tertentu yang membuat Anda betah memperhatikannya.

Terapkan hal tersebut sebagai strategi untuk meningkatkan engagement pada Instagram Anda. Bukan berarti setiap postingan harus terlihat benar-benar sama, namun setidaknya harus ada beberapa elemen sama yang menghubungkan seluruh foto-foto Anda. Jika konten Instagram Anda memiliki gaya yang tidak seragam, followers Anda bisa-bisa merasa bingung. Selain itu, karena tidak adanya ciri khas, mereka juga tidak akan mengenali postingan Anda ketika melakukan scrolling pada feed Instagram.

Interaksi dengan Akun Instagram Lain

Jika ingin membangun engagement dengan target audiens di Instagram, Anda juga harus melakukan engagement dengan akun-akun lain. Hal ini termasuk mem-follow akun-akun lain di industri bisnis Anda atau beberapa akun dari target audiens. Jangan ragu untuk memberi like dan komentar pada postingan mereka. Dengan melakukan hal ini, Anda tidak hanya membangun koneksi dengan pengguna lain, namun sekaligus meningkatkan peluang bahwa mereka juga akan berinteraksi dengan konten-konten Anda. Semua harus dimulai dari diri sendiri dulu, bukan?

Respon Komentar Secepat Mungkin

Komentar merupakan salah satu bentuk interaksi yang bisa meningkatkan engagement pada Instagram. Pada awalnya, Anda mungkin akan merasa sedikit kagok untuk membalas setiap komentar yang masuk pada postingan Anda. Jadikan hal tersebut sebagai latihan untuk memberikan respon yang tepat, terutama jika mereka meninggalkan pertanyaan pada kolom komentar Anda. Merespon setiap komentar yang masuk memberi pesan pada followes bahwa Anda memperhatikan mereka dan bersedia untuk melakukan interaksi melalui Instagram. Jika Anda tidak menghiraukan setiap komentar, kemungkinan besar orang-orang tidak akan mau melakukan hal yang sama. Kesmepatan untuk meningkatkan engagement pun hilang.

Promosi Akun Instagram pada Platform Lain

Sebagai seorang digital marketer, kemungkinan besar Anda tidak hanya hadir di Instagram, namun juga media sosial lain. Sudahkan Anda memberi tahu para followers tentang akun Instagram Anda? Begitu Anda memiliki beberapa konten yang sudah di-post ke Instagram, segera share konten-konten tersebut ke berbagai platform media sosial lain. Hal ini dapat menjadi cara yang bagus untuk meningkatkan jumlah follower dan memotivasi target audiens baru untuk menemukan konten Instagram Anda.

Kabar baiknya lagi, Instagram menerapkan sistem promosi silang dengan media sosial lain seperti Facebook, Twitter, Tumblr, dan Flickr. Setiap platform memiliki button yang bisa Anda temukan pada Instagram setiap kali Anda melakukan posting foto atau video. Meski begitu, jangan batasi diri Anda hanya pada keempat media sosial tersebut. Anda masih bisa melakukan engagement secara virtual melalui platform lain untuk “menggiring” mereka agar mengunjungi Instagram Anda. Gunakan Periscope atau Snapchat untuk memberi tahu para penonton bahwa Anda memiliki konten-konten menarik di Instagram dan mereka tidak boleh melewatkannya.

Beri Lokasi pada Postingan

Instagram memiliki fitur Geotags yang memungkinkan Anda untuk mencantumkan lokasi pada setiap postingan foto Anda. Hal ini mampu membuat konten Anda lebih mudah ditemukan orang, terutama bagi Anda yang menggunakan Instagram untuk mempromosikan bisnis lokal. Misalnya, Anda mem-post foto dan men-tag foto tersebut pada lokasi A. Apabila ada pengguna Instagram tertarik melihat postingan yang diambil di lokasi A, mereka bisa melakukan pencarian dari Geotags tersebut. Dengan kata lain, Anda bisa menggunakan fitur tersebut untuk menjangkau pengguna potensial yang akan berinteraksi dengan konten Anda.

Posting pada Waktu yang Tepat

Timing is everything, dan hal itulah yang harus Anda terapkan ketika melakukan posting pada Instagram maupun media sosial lain. Jika Anda ingin agar orang-orang melakukan engagement dengan Anda, maka mereka harus melihat konten Anda terlebih dahulu. Banyak orang yang menggunakan media sosial pada jam-jam tertentu agar bisa mendapatkan lebih banyak traffic. Tentunya setiap media sosial memiliki karakter dan waktu posting yang berbeda.

Berdasarkan data yang dilansir dari Huffington Post, riset yang dilakukan oleh Latergramme menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk menarik perhatian pengguna Instagram terhadap konten yang Anda post adalah pukul 02.00 dan 17.00. Sementara itu, Anda tidak disarankan untuk melakukan posting pada pukul 09.00 dan 18.00 karena tingkat engagement yang rendah. Selain itu, jika Anda melakukan schedule untuk mem-posting satu foto dalam waktu seminggu, maka Rabu adalah hari yang paling tepat.

Mem-posting foto pada pukul 17.00 ternyata berhubungan dengan jam pulang kantor. Biasanya, setelah seluruh pekerjaan selesai pada pukul 17.00, orang-orang akan beristirahat sejenak sebelum pulang ke rumah dan mengakses Instagram untuk mengisi waktu. Meski begitu, perlu diingat bahwa setiap target audiens memiliki karakter yang unik dan berbeda. Walau bersifat umum, pengaturan waktu posting tersebut bisa saja kurang cocok diterapkan pada target audiens Anda. Untuk itu, Anda disarankan untuk bereksperimen dengan mem-poting foto pada waktu berbeda dan identifikasi kapan Anda mendapatkan likes atau komentar dengan jumlah paling banyak.

Manfaatkan Fitur Instagram Stories

Baru-baru ini, Instagram meluncurkan fitur baru bernama Instagram Stories. Bagi yang sudah pernah menggunakan Snapchat sebelumnya, Anda pasti tidak akan merasa asing dengan sistem kerja Instagram Stories ini. Pada dasarnya, Instagram Stories memungkinkan Anda untuk mem-posting foto dan video yang akan nantinya akan terhapus dengan sendirinya setelah 24 jam. Jadi, foto dan video tersebut tidak akan masuk pada feed akun profile Instagram Anda.

Tidak sedikit orang yang memprotes hadirnya Instagram Stories tersebut, terutama para pengguna setia Snapchat. Namun, siapa sangka bahwa fitur terbaru Instagram ini justru bisa digunakan sebagai sarana baru untuk melakukan digital marketing? Orang-orang yang merasa keberatan untuk men-download Snapchat bisa menikmati fitur serupa melalui Instagram mereka.

Terlebih, konten digital marketing yang Anda post di Snapchat harus dipromosikan secara rajin kecuali Anda tidak ingin ada orang yang melihatnya. Tidak begitu halnya dengan Instagram, yang memiliki fitur hashtag, geotags, dan bagian Discover untuk meningkatkan peluang konten Anda ditemukan audiens baru. Lagi pula, dengan ikut menggunakan Instagram Stories, Anda bisa dikenal sebagai brand yang up-to-date dan tidak tertutup untuk mencoba hal-hal baru.

 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membangun engagement dengan target audiens melalui Instagram. Setelah menerapkannya, jangan lupa untuk terus mengawasi perkembangan engagement dari waktu ke waktu. Anda akan menemukan tipe konten apa saja yang mendapat lebih banyak engagement. Atau jika mencoba melakukan posting pada waktu berbeda, Anda bisa menemukan waktu posting yang memberi performa terbaik bagi bisnis Anda. Selain itu, konsistenlah dalam mem-posting konten di Instagram untuk meningkatkan brand awareness dan menciptakan image yang positif di mata pengguna Instagram. Selamat bersenang-senang menggunakan Instagram!

Apa yang Harus di-Post pada Akun Bisnis Instagram Anda?

Ketika Anda sudah memutuskan untuk menjadikan Instagram sebagai media sosial untuk bisnis Anda, itu berarti Anda harus bersunggung-sungguh untuk membuat Instagram jadi ladang bisnis Anda. Sebagai contoh, kripik Maicih asal Bandung hanya mempunyai Twitter sebagai bahan marketing, tapi penjualannya tetap laris manis di pasaran. Kuncinya terletak pada fokus dan konsistensi dalam posting.

Sekarang kami tidak akan memberikan tips bagaimana cara memposting di Twitter, tetapi bagaimana caranya Anda posting di Instagram dan apa yang harus Anda posting? Cara ini akan membantu Anda untuk fokus dan akhirnya menjadikan Instagram sebagai salah satu platform bisnis Anda. Simak tips berikut ini.

Di Balik Layar

Tidak hanya film ataupun video yang mempunyai behind the scene atau cerita di balik layar, tetapi para calon pelanggan Anda juga ingin tahu apa yang terjadi di balik bisnis Anda. Kami mencontohkan bisnis Anda adalah cuci sepatu. Anda bisa mengambil foto saat karyawan Anda sedang membersihkan sepatu. Ambil angle yang tepat agar Anda mendapatkan hasil foto yang terbaik. Unggah foto di balik layar ini seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Repost

Kami masih mencontohkan bisnis cuci sepatu. Ketika pelanggan Anda memberikan testimoni di akun Instagram-nya, lakukan repost. Repost adalah sesuatu hal yang sangat baik untuk meningkatkan tingkat kepercayaan pelanggan. Beberapa pelanggan baru ini kadang masih belum percaya dengan bisnis Anda, dengan adanya testimoni diharapkan para calon pelanggan baru Anda bisa lebih percaya dengan produk atau jasa Anda.

Quote

Salah satu foto Instagram yang mempunyai komentar dan likes adalah foto yang mempunyai mengandung quote atau kutipan. Pada pagi hari, coba berikan kutipan pemberi semangat agar followers dapat berinteraksi di Instagram Anda. Coba bandingkan ketika Anda mem-posting foto biasa dengan foto yang mengandung kutipan, bandingkan berapa interaksi yang Anda dapatkan?

Untuk postingan yang mengandung kutipan, coba unggah minimal tiga kali seminggu. Jika Anda mempunyai waktu yang luang untuk mengedit foto, Anda bisa mengunggah kutipan ini setiap dua hari sekali.

Turut Memeriahkan Hari Jadi

Ini adalah tips yang sering digunakan oleh beberapa brand atau pebisnis di Instagram, yaitu turut memeriahkan hari jadi. Misalnya Hari Kemerdekaan Indonesia, Anda bisa memposting gambar yang berkaitan dengan kemerdekaan. Itu juga berlaku dengan hari jadi yang lain di Indoensia. Agar lebih mantap, Anda bisa mengkombinasikan mengunggah foto hari jadi dengan promosi yang Anda lakukan. Ini akan menarik beberapa pelanggan untuk melakukan interaksi di dalam akun Instagram Anda. 

Postingan Lucu

Terakhir yang bisa Anda posting di dalam akun Instagram adalah postingan lucu. Ini adalah cara yang pas dalam menarik para calon pelanggan baru untuk melakukan interaksi di dalam akun Instagram Anda. Ada beberapa peraturan jika Anda ingin mengambil gambar dari postingan atau website orang lain. Anda harus memberikan kredit kepada pemilik gambar. Jangan ambil risiko jika gambar tersebut tidak mempunyai kredit.

 

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menggungah foto di Instagram. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa melakukan strategi dan memposting secara teratur.

Mendapatkan 1000 Followers Pertama untuk Instagram Anda

Tidak ada yang tidak mungkin jika menyangkut media sosial. Ada beberapa brand atau perusahaan yang sangat bergantung dengan media sosial. Mungkin Anda sering melihat di LINE atau Instagram betapa banyaknya toko online yang bermunculan. Ada begitu banyak cara untuk mendapatkan followers di Instagram, Beberapa orang mengambil jalan pintas dengan membeli followers. Hal tersebut mungkin akan membuat Anda mendapatkan banyak followers dalam waktu dekat, tetapi jatuhnya jadi tidak organik. Percuma apabila Anda mendapatkan 1000 followers atau 10 ribu followers sekali pun tetapi tidak ada transaksi dalam jumlah berarti.

Kini kami akan mencoba membahas bagaimana caranya mendapatkan 1000 followers organik untuk Instagram Anda.

Membuat Profil yang Menarik

Seperti yang dibahas pada artikel sebelumnya, penting bagi Anda untuk membuat profil yang menarik di Instagram. Seberapa informatif profil Anda akan sangat berpengaruh kepada orang untuk memutuskan mengikuti akun Instagram atau tidak. Salah satu satu membuat profil Instagram yang menarik adalah membuat username dan nama akun yang mudah dicari, membuat foto profil yang eye catching, serta membuat bio yang paling menarik. Untuk inspirasi, Anda bisa melihat beberapa akun Instagram yang telah sukses menyedot beberapa followers.

Atur Strategi dan Serahkan Kepada yang Berpengalaman

Untuk mendapatkan followers, kunci utamanya adalah konsisten. Anda tidak bisa mendapatkan 1000 followers jika tidak pernah update selama satu atau dua minggu misalnya. Jadi, Anda harus mengatur strategi selama dua minggu kedepan atau bahkan satu bulan ke depan tentang konten apa yang akan Anda posting. Jika Anda ingin fokus kepada media sosial Instagram, Anda bisa mempercayakan kepada yang berpengalaman. Atur budget Anda untuk merekrut seseorang yang berpengalaman di Instagram. Suruh orang tersebut mem-posting, membalas komentar, dan mengatur strategi agar Instagram Anda memiliki jumlah followers yang signifikan.

Bermain dengan Kemampuan Fotografi Anda

Coba buka akun Instagram yang mempunyai followers puluhan atau bahkan ratusan ribu, Anda pasti melihat bagaimana foto-fotonya sangat bagus dan mengadaptasi tone warna tertentu. Jadi, selain strategi dan konsisten dalam memposting, Anda harus bermain dengan kemampuan fotografi Anda. Luangkan waktu beberapa jam untuk berpikir bagaimana mengatur angle foto yang pas. Untuk lebih menghemat waktu, dalam satu hari Anda bisa melakukan pengambilan beberapa foto untuk diposting selama beberapa kali.

Tidak harus menggunakan kamera DSLR, Anda bisa menggunakan kamera smartphone. Sekarang banyak sekali smartphone yang mempunyai kamera berpixel tinggi. Manfaatkan hal tersebut untuk mencegah pengeluaran yang tidak terduga.

Hashtag

Fitur hashtag di dalam Instagram dapat sangat membantu Anda untuk menaikkan jumlah followers. Jika followers Anda belum terlalu banyak, Anda bisa mendapatkan followers secara natural melalui hashtag. Misalnya bisnis Anda adalah cuci sepatu, gunakan hashtag #cucisepatu, #sepatu, #cucisepatumurah, #cucisepatusurabaya, dan lain-lain. Untuk mendapatkan daftar hashtag yang sering digunakan, coba Anda cari beberapa hashtag yang tepat untuk bisnis Anda.

Lakukan Secara Rutin

Tips terakhir adalah lakukan secara rutin dan konsisten. Dalam berbisnis, sepintar apapun Anda, Anda bisa kalah bersaing dengan yang lebih rutin. Mulai dari rutin melakukan riset pasar maupun rutin berpromosi. Jadi, teruslah konsisten.

Ketika Anda sudah mengoptimalkan profil Anda, kemudian menggunakan strategi, menggunakan hashtag, serta posting secara rutin, hanya tinggal menunggu waktu untuk mendapatkan 1000 followers. Good luck!

Menciptakan Profile Instagram yang Tepat untuk Bisnis

Pernah melihat akun Instagram dengan followers puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu? Jika itu bukan dari kalangan selebritis, berarti Anda harus mengakui kehebatan akun tersebut dalam mengumpulkan followers. Ada banyak cara agar akun Instagram Anda mempunyai banyak followers dan tentunya berakhir pada penjualan. Ingat, tidak semua media sosial cocok untuk bisnis Anda. Misalnya, bisnis Anda adalah jasa yang menarget pembeli atau penjualan besar, Instagram bukanlah media sosial yang cocok untuk Anda. Tetapi jika bisnis Anda adalah bisnis rumahan atau bisnis yang masih Anda rintis dari nol, Instagram adalah media sosial yang cocok.

Cara pertama untuk mendapatkan followers dari Instagram adalah dengan menciptakan profil yang sangat informatif. Seinformatif apa? Para calon pelanggan Anda yang sudah masuk ke dalam akun Instagram Anda sudah harus bisa mengetahui produk atau jasa apa yang Anda tawarkan. Selain itu, calon pelanggan harus sudah tahu bidang bisnis yang Anda jalankan.

Nah, untuk mendapatkan profil yang sangat informatif tersebut, Anda bisa menerapkan beberapa caranya di bawah ini.

Buat Username dan Nama Akun yang Searchable

Cara pertama adalah buat username yang searchable atau mudah dicari. Misalnya, nama bisnis Anda adalah “Cuci Sepatu Footwear Clean Surabaya”. Anda bisa memilih username @FootwearCleanSUB atau @FootwearCleanID. Ini akan memudahkan para calon pelanggan Anda mencari akun Instagram Anda. Setelah mendapatkan username, sekarang saatnya Anda mengganti nama akun. Buat nama akun yang lengkap, jika nama bisnis Anda adalah “Cuci Sepatu Footwear Clean Surabaya”, berarti Anda harus membuat nama akun yang sama.

Bagi yang tidak tahu letak mengubah username dan nama akun, buka akun profil Instagram Anda. Lalu klik “Edit Profile” dan Anda bisa mengubah username serta nama akun Anda di situ.

Memilih Foto Profil Instagram

Beberapa pebisnis yang baru saja masuk ke Instagram biasanya membuat foto profil dengan tulisan yang sangat kecil. Walaupun nama bisnis sudah tercantum jelas, foto profil adalah salah satu alasan kenapa calon pelanggan Anda mengingat bisnis Anda. Jika Anda telah mempunyai logo, pastikan logo tersebut berukuran 110 px dan kemudian unggah ke dalam halaman profil Instagram Anda. Usahakan logo tersebut tidak terlalu mepet dengan frame, mengingat bahwa bentuk foto profil Instagram adalah bulat.

Bio yang Sangat Informatif

Di dalam profil Instagram, bio merupakan salah satu elemen penting. Usahakan terdapat kata-kata yang dapat membuat calon pelanggan mempunyai alasan untuk mengikut akun Instagram Anda. Selain itu, di bio Anda juga harus terdapat nama bisnis Anda dan produk atau jasa apa yang Anda tawarkan.

Misalnya untuk “Cuci Sepatu Footwear Clean Surabaya”, Anda bisa membuat bio seperti:

“Footwear Clean Surabaya | Perawatan Premium Sepatu | Alamat Surabaya | ID LINE / No WhatsApp | Promo Cuci Sepatu 30k | #shoestreatment #surabaya | footwearcleansub.id”

Itu adalah contoh bio Instagram yang sangat informatif. Usahakan Anda meletakkan alamat, nomor yang bisa dihubungi, promosi, hashtag, dan website. Khusus untuk website, pastikan Anda benar-benar mencantumkannya karena Anda tidak bisa meletakkan link website di dalam postingan Instagram.

 

Itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat profil akun Instagram Anda menjadi sangat informatif dan akhirnya berujung pada follower yang banyak.

Instagram for Marketing: Mengidentifikasi Tujuan

Apapun bidangnya, setiap bisnis harus memiliki tujuan yang pasti. Misalnya, tujuan Anda membuka bisnis online adalah ingin membeli mobil atau menyicil rumah. Tujuan akan membuat Anda lebih semangat dalam menjalankan sesuatu. Jika misalnya Anda patah arang di tengah jalan, tujuan tersebut lah yang akan membuat Anda kembali bersemangat untuk berjuang. Begitu juga ketika Anda memutuskan untuk membuat akun Instagram, harus ada tujuan khusus yang ditetapkan.

Dengan 400 juta pengguna aktif setiap bulannya, tugas Anda hanya mengambil hati sekitar 0,001% atau sekitar 400 ribu orang untuk menjadi followers Anda. Tetapi, apakah dengan banyaknya followers tersebut, tujuan Anda membuat akun Instagram sudah tercapai?

Memberikan Brand Awareness

Sebagai contoh, bayangkan Anda memiliki bisnis cuci sepatu.

Sebelum mengumpulkan followers, ada satu hal penting yang sebaiknya Anda lakukan terlebih dulu, yakni memberikan brand awareness. Usahakan setiap orang yang melihat akun Instagram Anda, langsung mengetahui bahwa bisnis Anda adalah cuci sepatu, baik dari melihat foto profil Anda sampai nama bisnis yang memorable. Mengenai foto profil, Anda harus membuat logo unik agar orang yang melihat langsung hapal bahwa bisnis Anda adalah cuci sepatu. Begitu halnya dengan nama bisnis, buat seunik mungkin agar para calon pelanggan memiliki brand awareness terhadap brand Anda.

Lalu bagaimana cara mengukur sejauh mana brand awareness bisnis Anda? Coba Anda membuka beberapa website Instagram analytics yang gratis di internet, kemudian lihat bagaimana perkembangan followers, jumlah likes, sampai jumlah interaksi. Semakin naik statistik tersebut, itu berarti brand awareness Anda meningkat.

Memberikan Traffic ke Dalam Website

Setelah membahas brand awareness, sekarang kita berlanjut ke poin kedua yaitu memberikan traffic ke dalam website. Jika semua transaksi yang ada di bisnis Anda diharuskan melalui website, berarti poin ini adalah tujuan kedua yang harus Anda capai. Beberapa bisnis memang tidak bisa dilakukan di Instagram, misalnya bisnis cuci sepatu Anda yang mengharuskan pelanggan mendaftar terlebih dahulu melalui website. Jadi menarik sebanyak-banyak traffic ke dalam website akan membuat penjualan Anda tercapai.

Untuk mengetahui seberapa banyak traffic dari Instagram yang masuk ke dalam website Anda, Anda bisa memasang Google Analytics terlebih dahulu. Lalu perhatikan sektor traffic, dan Anda bisa melihat jumlah traffic yang masuk melalui Instagram. Bandingkan setiap bulan, apakah terjadi kenaikan atau tidak.

Penjualan

Sepertinya hal satu ini menjadi tujuan dari setiap bisnis, termasuk yang dilakukan melalui Instagram. Bisnis mana yang tidak ingin memiliki penjualan tinggi, bukan? Mari mengibaratkan bisnis cuci sepatu Anda baru menginjak usia dua bulan dengan rata-rata penjualan dua pasang sepatu selama seminggu. Karena sudah memiliki Instagram, Anda harus mendapatkan target penjualan naik menjadi tujuh pasang sepatu selama seminggu.

Dengan adanya target penjualan seperti ini, berarti Anda harus benar-benar serius untuk membesarkan akun Instagram Anda. Jika Anda terus konsisten untuk melakukan posting, membalas komen, dan melakukan promosi, tentu target brand awareness, followers, traffic serta penjualan akan naik secara cepat.

 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menentukan tujuan Anda dalam menggunakan Instagram terkait dengan keperluan bisnis. Setiap bisnis tentu memiliki tujuan yang berbeda. Apapun itu, semoga Instagram bisa menjadi platform yang tepat untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut.

Page 1 of 2
1 2