Bounce Rate: Panduan untuk Pemula dan Cara Mengatasinya

Kami ibaratkan Anda mempunyai toko sembako di depan rumah. Toko tersebut umurnya masih tiga bulan dan Anda belum banyak mempunyai pelanggan tetap. Setiap hari toko Anda didatangi sebanyak 50 orang, tetapi ternyata yang membeli hanya 30 orang, sisanya hanya melihat-lihat saja. Total 20 orang ini adalah bounce rate, mereka hanya masuk melihat-lihat kemudian keluar. Padahal seharusya Anda meminimalisir jumlah bounce rate yang masuk ke dalam toko Anda.

Itulah sedikit perumpamaan apa sih yang dimaksud dengan bounce rate ketika Anda mempunyai website. Banyak orang khususnya para pelaku UKM yang baru saja membuat website tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan bounce rate. Padahal seharusnya mereka mengetahui jumlah bounce rate setiap bulannya dan meminimalisir jumlah bounce rate untuk meningkatkan jumlah penjualan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail apa yang dimaksud dengan bounce rate, bagaimana analytic menghitung bounce rate dan tentu bagaimana cara mengatasinya. Walaupun pengunjung website Anda bisa mencapai ratusan ribu setiap bulannya, tetapi jika jumlah bounce rate bisa mencapai angka 50% lebih, berarti bisa dibilang website Anda tersebut tidak sehat.

Apa itu Bounce Rate?

Bounce rate adalah presentasi jumlah pengunjung yang meninggalkan website Anda setelah membuka satu halaman saja. Misalnya pengunjung membuka halaman utama website Anda, kemudian tidak membuka halaman lainnya, itu termasuk bounce rate. Padahal seharusnya pengunjung dapat berselancar ke dalam website Anda, mulai dari meng-klik halaman lain atau sampai membeli barang/jasa Anda.

Ada banyak sekali faktor yang membuat bounce rate Anda membengkak. Mulai dari faktor navigasi website Anda yang tidak bagus, website Anda lemot sampai pengunjung tidak menemukan apa yang dicarinya. Tenang, kita akan membahas satu per satu masalah tersebut. Tetapi sebelum itu, kita akan belajar bagaimana cara menghitung bounce rate dan berapa sih bounce rate yang ideal itu?

Cara Menghitung Bounce Rate

Kami sudah mengasumsikan bahwa di dalam website Anda sudah terpasang Google Analytics. Di dalam navigasi Google Analytics, Anda akan melihat Sessions, Users, Pageviews dan Bounce Rate. Di dalam bounce rate tersebut biasanya Anda akan melihat angka presentase, 40%, 50% atau bahkan 85%. Bagaimana bisa munculnya angka tersebut?

Cara menghitung bounce rate sebenarnya mudah, rumus bounce rate adalah jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman / jumlah total kunjungan kemudian dikalikan 100%. Misalnya website Anda mempunyai jumlah kunjungan sebanyak 100 ribu setiap bulannya. Sedangkan yang mengunjungi satu halaman saja adalah 50 ribu.

Berarti bounce rate adalah = (50.000/100.000) * 100% = 50%

Berarti dari 100 ribu pengunjung, hampir setengah dari pengunjung blog Anda ini pergi meninggalkan website Anda setelah mengunjungi satu halaman saja. Jadi, apakah jumlah bounce rate bagus atau tidak?

Berapa Seharusnya Bounce Rate yang Baik untuk Sebuah Website?

Jika kalian melihat angka diatas 50%, seharusnya angka bounce rate tersebut terlalu tinggi untuk sebuah website. Lalu apakah angka diatas 50% ini sebuah angka yang buruk? Ini tergantung jenis website Anda. Jika website Anda adalah sebuah e-commerce atau menjual produk, tentu itu adalah angka yang cukup buruk. Tetapi sebaliknya, jika website Anda adalah jasa, bisa ada kemungkinan bahwa jumlah bounce rate tersebut baik, karena Anda hanya mengincar satu halaman saja.

Sebuah website yang baru, tentu tidak bisa langsung mendapatkan angka bounce rate yang bagus, ada beberapa tahapan yang harus Anda lalu. Ketika Anda mendapatkan jumlah bounce rate yang tinggi ketika membuat website baru, itu adalah wajar. Karena Anda masih belum mempunyai konten yang banyak. Idealnya, untuk sebuah website e-commerce atau jual beli, Anda harus mempunyai bounce rate sampai dibawah 40% sampai 30%.

Kenapa Orang Meninggalkan Website Anda?

Lalu kenapa orang meninggalkan website Anda? Seperti yang sudah dijelaskan di awal, ada banyak sekali faktor orang meninggalkan website Anda. Mulai dari navigasi yang buruk sampai pengunjung tersebut tidak bisa mendapatkan apa yang dicari. Tetapi kami bisa membeberkan 3 alasan besar, kenapa pengunjung ini meninggalkan website Anda.

Mereka tidak menyukai isi dari website Anda

Sudah dapat dipastikan, orang yang meninggalkan website Anda ini tidak menyukai isi dari website Anda. Padahal seharusnya pengunjung bisa berselancar sebentar mencari konten yang lain atau pada akhirnya beli. Anda harus merombak kembali struktur konten website Anda.

Mereka menyukai isi website Anda, tetapi tidak mempunyai waktu untuk membaca

Entah karena desain dari website Anda kurang menarik atau hanya judul konten Anda yang menarik. Anda bisa mengubah desain website atau struktur konten Anda dengan menambah gambar atau grafik agar pembaca bisa lebih tertarik.

Mereka mencari sesuatu, tetapi tidak mencari apa yang mereka inginkan

Ini adalah masalah gabungan nomor satu dan nomor dua, jadi Anda bisa merombak total struktur website atau bahkan desain.

Nah, sekarang saatnya untuk membahas bagaimana cara mengurangi bounce rate.

Cara Mengurangi Bounce Rate

  • Cari tahu bagaimana analytics menghitung bounce rate

Di Google Analytics sendiri, mereka mempunyai perhitungan sendiri untuk menghitung bounce rate. Jika ada pengunjung yang nggak melakukan apa-apa di dalam website Anda selama 25-30 menit, mereka akan menghitung bounce rate. Tentu itu adalah waktu yang sangat lama untuk seorang pengunjung website Anda.

Anda bisa melihat di Google Analytics di bagian Avg. Session Duration, berapa menit atau bahkan detik pengunjung Anda rata-rata untuk menghabiskan waktu di dalam website Anda. Jika di dalam Avg. Sessions Duration Anda melihat angka 40 detik misalnya, itu berarti rata-rata orang yang meninggalkan website itu dibawah angka 40 detik.

  • Coba manfaatkan internal link

Hal mendasar pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi bounce rate adalah dengan menggunakan internal link. Misalnya Anda mempunyai konten A, B dan C. Di awal, di tengah-tengah ataupun di akhir setiap konten tersebut Anda bisa menambahi link yang berhubungan. Misalnya di akhir konten A Anda bisa meletakkan konten B/C, begitu juga sebaliknya.

Tidak selalu Anda harus menghubungkan ke dalam artikel=artikel lama Anda, Anda juga bisa menghubungkan dengan artikel luar. Karena semakin banyak sumber atau link yang ada di dalam artikel tersebut, pengunjung akan mempunyai banyak referensi

  • Buat konten Anda mudah dibaca

Di dalam Google Analytics bisa terlihat, apakah sebuah konten tersebut banyak dibaca atau tidak. Misalnya perbandingan pembaca konten A dan konten B ini sangat jauh, konten A dibaca 1000 orang setiap bulan dan konten B hanya 100 orang. Itu berarti konten B harus diperbaiki, mulai dari judul, gambar sampai struktur tulisan.

Lalu apakah konten panjang ini lebih berbobot? Tidak selalu. Setiap website mempunyai karakter masing-masing, ada yang konten yang mengharuskan panjang dan ada konten yang pendek (berita). Balik lagi ke Google Analytics, jika Anda melihat banyak orang yang menyukai konten panjang, Anda bisa membuat lebih banyak konten yang panjang. Begitu juga sebaliknya, jika konten panjang Anda kurang diminati Anda bisa membuat konten pendek-pendek.

  • Lebih banyak variasi di dalam konten

Tidak banyak orang yang menyukai artikel panjang, jikalau pun ada jumlahnya tidak banyak. Ada beberapa faktor yang membuat orang tertarik dengan artikel panjang, salah satunya adalah hal yang dibahas secara mendetail. Anda bisa membuat artikel panjang ini dengan perbandingan 1:5, jadi setiap 5 artikel yang terbit terdapat 1 artikel panjang.

Nah di setiap konten, Anda harus menyiapkan beberapa gambar atau infografis agar orang yang membacanya tidak bosan. Bahkan kalau bisa Anda bisa membuat satu full konten yang berisi infografis. Tidak hanya infografis, Anda bisa meletakkan video juga di sana. Tidak semua hal yang kami sarankan ini baik untuk website Anda, terkadang Anda sendiri yang menemukan formula mana yang cocok untuk konten Anda.

  • Meta title dan meta description

Apa itu meta title dan meta description? Meta title adalah judul website/blog Anda secara lengkap. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, Anda bisa mengubah meta title dengan “Sepatu Basket Joglo – Jual Sepatu Basket Murah dan Terbaru”. Anda bisa menemukan keyword-keyword yang pas di dalam Google Analytics untuk mendapatkan meta title yang pas.

Lalu Anda juga bisa mengedit meta description di setiap artikel. Meta desc ini akan muncul di dalam mesin pencari untuk mempermudah pengunjung mencari konten yang dia inginkan. Coba buat meta desc yang baik dan memang related dengan isi konten Anda. Karena jika ada pengunjung yang masuk ke dalam konten Anda dan kemudian tidak dapat menemukan apa yang ada di dalam konten Anda, tentu pengunjung Anda akan dengan cepat meninggalkan website Anda, bounce.

  • Pastikan konten Anda dishare

Ada cara lain melihat untuk melihat apakah konten Anda ini bagus atau tidak. Yaitu dengan cara berapa banyak konten tersebut dishare. Ketika seseorang sudah membagikan konten Anda, tentu konten Anda dirasa sangat bagus. Ada beberapa tracker yang bisa Anda pasang di dalam website Anda untuk melihat berapa banyak jumlah share di setiap konten.

Jika memang Anda masih struggling untuk mendapatkan konten yang shareable, Anda bisa memulai dengan membagikan sendiri konten Anda. Jangan Anda sendiri yang membagikan, Anda bisa menyuruh seluruh karyawan Anda untuk membagikan konten di media sosial masing-masing.

  • Lakukan survei

Cara selanjutnya untuk memperkecil bounce rate adalah mengetahui apa saja kebiasaan pengunjung Anda. Ketika website Anda sudah berjalan kurang lebih 5-6 bulan, Anda bisa melakukan survei secara online kepada setiap pengunjung website. Dari situ Anda bisa mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan oleh pengunjung Anda dan apa yang kurang dari website Anda.

Ada banyak sekali website online yang menawarkan jasa survey online, seperti Google Form, Survey Monkey, Panel Place dan lain-lain. Dan semuanya bisa Anda coba secara gratis.

  • Gunakan related post plugin

Pengunjung sangat menyukai adanya konten yang terkait. Usahakan setiap membuat konten, Anda bisa menghubungkan konten tersebut dengan konten yang lain. Selain internal link, Anda bisa menggunakan related post plugin. Jadi di setiap akhir konten, Anda bisa menyisipkan konten yang terkait. Tidak hanya di akhir konten, tetapi bisa juga di tengah-tengah. Bisa dalam bentuk link ataupun bentuk gambar agar para pengunjung tertarik.

  • Dapatkan keyword andalan

Di dalam setiap website, Anda pasti mempunyai keyword-keyword yang dituju. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, jadi Anda bisa menarget beberapa keyword misalnya “Sepatu Bakset”, “Sepatu Basket murah”, “Jual sepatu basket” atau apapun. Anda bisa melihat apakah keyword tersebut ini cocok untuk website Anda atau tidak.

Tidak semua keyword Anda sasar, apalagi Anda adalah pemain baru. Tentu Anda akan kalah bersaing dengan pemain lama. Tetapi ada beberapa cara agar Anda mendapatkan keyword yang tetap. Tips pertama adalah coba gunakan keyword long tail atau keyword yang panjang. Misalnya Anda jangan menyasar “Sepatu basket murah” tetapi Anda bisa menyasar “sepatu basket murah Surabaya” atau “sepatu basket murah nike”. Dengan begitu Anda bisa menyasar beberapa pengunjung dengan target keyword yang pas.

  • Buat website Anda lebih cepat

Cara berikut adalah Anda bisa membuat website Anda lebih cepat. Dengan kecepatan internet sekarang yang sangat membabi buta, jika website Anda lemot tentu itu akan menjadi suatu kelemahan. Tidak jarang pengunjung akan malas dengan website Anda yang lemot. Ketika sudah dicap lemot, pengunjung tersebut biasanya tidak akan kembali lagi.

Ada beberapa cara untuk mempercepat website Anda, mulai dari menggunakan theme website yang bagus, menggunggah gambar yang tidak terlalu besar dan mengubah struktur website. Tetapi jangan sampai struktur gambar yang akan ditampilkan ke dalam website terlalu jelek, karena gambar ini biasanya sangat menentukan ketertarikan seorang pengunjung.

  • Mobile friendly

Jika Anda melihat di Google Analytics, Anda akan melihat berapa jumlah yang pasti dari pengunjung website desktop dan pengunjung mobile. Jika Anda melihat lebih banyak pengunjung mobile, berarti Anda harus mempunyai tampilan mobile friendly yang bagus. Tetapi sebaliknya, jika Anda tidak mempunyai pengunjung mobile yang cukup banyak, Anda berarti harus membenahi tampilan desktop Anda.

 

Sekarang Anda telah mengetahui apa sebenarnya itu bounce rate, cara menghitung bounce rate dan bagaimana cara mengurangi bounce rate. Cara-cara tersebut memang bisa langsung Anda aplikasikan tetapi mungkin Anda akan menikmati hasilnya selama 2-3 bulan berikutnya. Jika Anda rajin dan konsisten dalam memberikan konten yang sesuai dengan karakter pembaca Anda, akan akan dengan mudah mengurangi jumlah bounce rate.

Bounce rate dapat diantisipasi dengan kualitas website yang baik dan lancar. StoreMantap siap membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Datangi booth nomor 159 kami di acara Jatim Fair yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Selain layanan pembuatan website untuk toko online, StoreMantap juga akan merilis produk baru, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Kami tunggu kehadiran Anda!

Perangkat Terbaik untuk Instagram Analytics

Tidak seperti banyak media sosial yang lain, Instagram tidak menawarkan program analytics sendiri. Hal ini dianggap cukup mengejutkan karena Instagram merupakan salah satu platform terbaik untuk melakukan digital marketing. Sebuah riset dari Forrester bahkan melaporkan bahwa engagement dengan brand di Instagram memiliki intensitas sepuluh kali lebih tinggi dari Facebook dan 84 kali lebih tinggi dari Twitter.

Kabar baiknya, ada beberapa perangkat Instagram analytics yang tersedia untuk membantu brand Anda memahami hal apa saja yang beresonasi dengan pelanggan dan bagaimana Anda bisa mengoptimalkannya untuk menghasilan konten yang relevan. Berikut adalah beberapa perangkat terbaik untuk Instagram Analytics yang bisa Anda gunakan secara gratis selama periode waktu tertentu.

Simply Measured

Hanya dengan mem-follow akun Twitter milik Simply Measured, Anda sudah bisa mendapatkan laporan Instagram Anda dengan detail yang cukup menakjubkan. Layanan ini tersedia bagi pengguna yang memiliki followers kurang dari 25.000 followers. Data analytics yang Anda dapatkan bisa di-download dalam bentuk Excel untuk kemudian dianalisis lebih lanjut dan diubah menjadi grafik yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Melalui perangkat Simply Measured, Anda bisa mengetahui tingkat engagement yang terjadi antara brand dengan followers, hashtags yang paling engaging, waktu terbaik untuk posting, dan lain sebagainya.

Locowise

Locowise menawarkan perangkat analisis Instagram gratis yang mampu membandingkan akun Anda dengan 2.500 akun Instagram lain dan menyediakan berbagai metrik. Beberapa di antaranya adalah metrik tentang pertumbuhan followers, engagement, hingga filter yang paling populer. Anda bisa membandingkan akun Anda dengan akun-akun lain sehingga bisa mendapatkan perbandingan yang akurat. Hal-hal lain yang akan menjadi hasil perbandingan adalah jumlah postingan per hari, rata-rata tingkat interaksi, jumlah likes dan komentar, hingga waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk merespon sebuah komentar.

Union Metrics

Perangkat satu ini menyediakan laporan analisis dengan menggunakan sistem algoritma dari platform analytics berbayar mereka. Fokus dari Union Metrics adalah memilih beberapa metrik dan postingan untuk dibandingkan dengan rata-rata Anda, sehingga memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi pola yang terjadi. Anda bahkan bisa me-refresh analisis tersebut setiap 24 jam. Dengan begitu, Anda akan mengetahui bagaimana performa dari postingan-postingan foto terbaru apabila dibandingkan dengan rata-rata.

Iconosquare

Iconosquare menawarkan trial gratis selama tujuh hari sebelum Anda memutuskan untuk lanjut menggunakan platform mereka secara lengkap. Hal ini memungkinkan Anda untuk mengakses analytics dan berbagai fitur menarik lainnya. Ada beragam jenis analisis yang ditawarkan, dimulai dari overview aktivitas akun Instagram selama tujuh hari terakhir atau pada bulan lalu. Beberapa fitur analisis yang bisa Anda akses di Iconosquare adalah waktu posting, dampak penggunaan hashtag dan filter, geografis, followers, following, dan lain sebagainya.

Squarelovin

Jika ingin melakukan analisis Instagram secara mendalam, maka Squarelovin adalah perangkat yang tepat bagi Anda. Squarelovin menampilkan metrik berisi postingan terbaru dan pertumbuhannya, analisis bulanan, hingga bisa di-breakdown pada level jam. Squarelovin memiliki tabs yang akan menunjukkan engagement dengan foto-foto Anda, baik secara rata-rata maupun foto-foto terbaik. Anda bahkan bisa mengetahui waktu terbaik dan terburuk untuk mem-posting foto di Instagram. Squarelovin juga memungkinkan Anda untuk mengelola akun Instagram melalui platform mereka, seperti membuat album, memberi likes, dan komentar.

 

Itulah beberapa perangkat terbaik yang bisa Anda gunakan untuk melakukan analisis terhadap akun bisnis Instagram Anda. Melakukan analytics sama pentingnya dengan mem-post foto secara konsisten di Instagram. Data analytics dapat bermanfaat bagi Anda untuk menciptakan konten-konten foto lain yang relevan dengan target audiens.

Penggunaan Instagram untuk digital marketing tentu harus didukung dengan website toko online yang responsif. Jangan lewatkan acara Jatim Fair 2016 yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Hadir di booth nomor 159, StoreMantap siap melayani kebutuhan Anda terkait dengan website toko online tersebut. Akan ada perilisan dua produk terbaru StoreMantap, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Jadi, jangan sampai kelewatan. Kami tunggu kehadiran Anda!

Tips Menulis Caption Instagram yang Menarik

Instagram adalah sebuah media sosial dalam bidang fotografi. Kualitas foto menjadi salah satu faktor penentu untuk meningkatkan followers di Instagram, membuat mereka tertarik dengan brand, dan menunjukkan sisi lain dari karakter bisnis Anda. Meski begitu, proses kerja Anda tidak berakhir setelah mengambil foto yang cantik dan mengeditnya sedemikian rupa. Caption dari postingan memegang peranan tak kalah penting untuk mendukung digital marketing Anda.

Caption memungkinkan Anda untuk menjelaskan foto Anda, mengajak followers melakukan hal tertentu, atau sekadar memberi candaan yang membuat postingan Anda terkesan lebih menyenangkan. Di sinilah Anda bisa melakukan engagement dengan followers. Berikut adalah beberapa tips menulis caption Instagram yang bisa Anda terapkan.

Buat Beberapa Konsep Terlebih Dulu

Jangan memburu-buru proses penulisan caption di Instagram. Sebaiknya, tulis beberapa ide, diamkan beberapa saat, lalu minta karyawan aatau rekan Anda untuk memilih mana yang terbaik. Anda mungkin akan berpikir, “Bukankah ketepatan waktu (timeliness) menjadi hal penting dalam Instagram?” Ya, tetapi tergantung pula dari jenis postingan Anda. Terlebih, kini Instagram sudah menerapkan sistem algoritma di mana postingan yang Anda lihat pada feed akan didasarkan pada prediksi level ketertarikan Anda terhadap jenis konten tertentu. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk meluangkan waktu demi membuat caption menarik. Hal tersebut akan membuat mereka merasa terdorong untuk melakukan engagement dengan Anda.

Tulis Hal Penting di Bagian Awal

Instagram memang memungkinkan Anda untuk menulis caption hingga maksimal 2.200 karakter, namun tentu saja tidak semuanya ditampilkan pada feed. Instagram hanya akan menampilkan 3-4 baris caption di bawah postingan foto. Pengguna harus meng-klik tulisan “more” jika ingin membaca caption lebih lanjut. Bukan berarti Anda harus menulis caption yang pendek agar followers bisa membacanya 100% tanpa meng-klik tulisan “more”. Sebaiknya, Anda menulis caption dengan mencantumkan hal penting pada Call-to-Action (CTA) pada bagian awal. Tulis hashtag, mentions, atau informasi lain yang kurang begitu mendesak pada bagian akhir caption.

Cantumkan Call-to-Action

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan shareability dari postingan Instagram dan melakukan engagement dengan followers adalah dengan mencantumkan CTA pada caption postingan. Artinya, Anda harus menggunakan kata kerja yang bisa memotivasi orang-orang untuk melakukan sesuatu daripada hanya scrolling secara pasif. Riset yang dilakukan Hubspot menunjukkan bahwa penggunaan kata kerja mampu meningkatkan shares di Twitter. Hal tersebut juga bisa berlaku untuk Instagram. Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan “double-tap if you find this funny” atau “bagi cerita Anda pada kolom komentar”.

Menggunakan Emoji

Emoji, emoticon berbentuk kartun yang umumnya tersedia pada mayoritas smartphone, dapat menambah nilai karakter pada caption Instagram. Itulah mengapa mungkin Anda pernah melihat ada cukup banyak brand yang menggunakannya pada caption mereka, bahkan brand-brand yang memiliki image “serius” sekali pun. Ada banyak cara yang bisa diterapkan untuk menggunakan emoji pada caption postingan Anda. Sebagai contoh, Anda bisa mencantumkan emoji pada awal caption untuk menarik perhatian followers. Anda juga bisa menggunakan emoji untuk menggantikan sebuah kata yang Anda gunakan.

 

Bagi beberapa orang, menulis caption yang menarik untuk Instagram terkadang dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para mereka yang baru memulai bisnis dan belum menemukan brand voice. Jika itu yang terjadi, sebaiknya Anda menggunakan caption yang singkat, padat, dan jelas untuk caption postingan foto Instagram Anda. Selagi Anda mencoba berbagai tipe postingan, catat bagaimana postingan-postingan tersebut mendapatkan likes, komentar, dan bentuk engagement lain.

Caption dan tampilan Instagram yang menarik tentu harus didukung dengan website toko online yang responsif. Jangan lewatkan acara Jatim Fair 2016 yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Hadir di booth nomor 159, StoreMantap siap melayani kebutuhan Anda terkait dengan website toko online tersebut. Akan ada perilisan dua produk terbaru StoreMantap, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Jadi, jangan sampai kelewatan. Kami tunggu kehadiran Anda!

Panduan Instagram Ads untuk Pemula

Pertama kali rilis pada tahun 2010, kini Instagram telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulannya. Hal tersebut menjadikan Instagram sebagai salah satu platform media sosial yang paling efektif digunakan untuk keperluan digital marketing.

Hingga akhirnya pada bulan September 2015 lalu, Instagram pun meluncurkan fitur Instagram Ads bagi para pelaku bisnis. Anda dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengembangkan following Instagram dan mengarahkan traffic menuju website. Terlebih, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Forrester, Instagram ternyata mampu menghasilkan tingkat engagement lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Facebook, Twitter, dan LinkedIn.

Salah satu keunggulan Instagram Ads adalah bentuk iklan yang terlihat hampir tidak berbeda dari postingan foto biasa, membuatnya tidak terkesan invasif apabila dibandingkan dengan tipe iklan digital marketing yang lain. Meski begitu, membuat iklan pada platform apapun membutuhkan banyak pertimbangan, begitu juga halnya dengan Instagram Ads. Lalu, hal apa saja yang harus Anda lakukan untuk membuat Instagram Ads pertama Anda?

Tiga Jenis Instagram Ads

Berdasarkan panduan yang tercantum dalam business.instagram.com, ada tiga jenis Instagram Ads yang bisa Anda buat, yakni:

  1. Photo Ads: Beriklan dalam bentuk foto untuk memaksimalkan aspek
  2. Video Ads: Beriklan dalam bentuk video berdurasi maksimal tiga puluh detik dengan format
  3. Carousel Ads: Beriklan dalam format foto berjumlah lebih dari satu yang bisa di-swipe oleh audiens. Anda juga bisa mencantumkan button Call-to-Action (CTA).

Isu pada Aspek “Link”

Salah satu isu yang kerap dikemukakan terkait dengan penggunaan Instagram untuk berjualan adalah sulitnya membuat audiens mengunjungi website brand. Pasalnya, Anda tidak bisa mencantumkan links yang clickable pada postingan Anda. Alhasil, Anda harus mengarahkan audiens pada link yang ada di bagian bio. Untuk itu, Anda pun harus melakukan update terhadap link secara konsisten, terutama jika ada produk-produk baru yang hendak dijual.

Mungkin memang terdengar cukup rumit, tetapi nyatanya Instagram masih menjadi sumber traffic dan penjualan yang besar bagi banyak perusahaan. Bahkan menurut riset terakhir, Instagram justru menjadi sumber traffic paling sukses, Seluruh traffic yang masuk pada riset tersebut berasal dari link bio Instagram.

Kabar baiknya, hal tersebut tidak akan Anda alami jika menggunakan Instagram Ads. Melalui fitur tersebut, Anda bisa mencantumkan link menuju website pada postingan iklan Anda. Biasanya, para pebisnis menggunakan button CTA dengan kata-kata seperti “learn more”, “visit website”, “buy now”, dan lain sebagainya untuk menarik perhatian target audiens di Instagram.

Cara Membuat Instagram Ads

Jika sudah pernah membuat iklan dengan Facebook Ads, kemungkinan besar Anda tidak akan merasa asing dengan Instagram Ads. Sejak Facebook mengakuisisi Instagram pada tahun 2012 silam, kedua platform tersebut pun mudah dikoneksikan sehingga pengaturan Facebook dan Instagram Ads dibedakan oleh beberapa klik saja. Jadi, walaupun tujuan Anda adalah beriklan melalui Instagram Ads, seluruh pengaturan budgeting, scheduling, dan lain sebagainya dilakukan melalui platform Facebook.

Untuk menggunakan Instagram Ads, Anda membutuhkan sebuah halaman Facebook yang khusus ditujukan bagi keperluan bisnis, brand, dan organisasi. Sedangkan, akun Facebook biasa digunakan untuk kepentingan pribadi. Maka dari itu, sebelum melakukan promosi melalui Instagram Ads, Anda harus log in pada akun Facebook khusus advertising. Setelah itu, baru Anda bisa mulai mengatur Instagram Ads melalui cara-cara berikut ini. 

  1. Pilih Perangkat Editor dan Ciptakan Kampanye

Anda bisa membuat Instagram Ads menggunakan beberapa perangkat berbeda, yakni Ads Manager, Power Editor, atau Facebook Ads API. Ketika memilih perangkat, Anda harus mempertimbangkan ukuran bisnis dan jumlah iklan yang akan Anda luncurkan. Apabila Anda berencana melaksanakan kampanye berskala besar, Power Editor dapat menjadi perangkat yang paling tepat digunakan. Namun, biasanya, mayoritas marketer lebih sering menggunakan Ads Manager, jadi perangkat inilah yang akan dijadikan contoh dalam tulisan ini.

Setelah memilih perangkat editor untuk Instagram Ads, Anda akan diberi opsi untuk melihat seluruh kampanye atau membuat baru. Karena baru memulai Instagram Ad, maka pilih opsi untuk membuat kampanye baru.

  1. Tentukan Tujuan

Dalam membuat Instagram Ads, Anda akan diminta untuk memilih tujuan dari beberapa pilihan yang disediakan. Agar iklan Anda dapat memenuhi syarat untuk bisa tampil di Instagram, Anda harus memilih tujuan dari daftar yang ada, yaitu meningkatkan postingan, mengarahkan audiens menuju website, meningkatkan konversi pada website, membuat audiens meng-install aplikasi, meningkatkan engagement, dan mendapat views pada video.

Setelah memilih salah satu di antaranya, Anda akan diminta untuk memberikan nama pada kampanye promosi yang dilakukan. Sekilas, tahap ini mungkin terdengar simpel, tetapi Anda tidak boleh menyepelekannya. Usahakan untuk memilih nama yang tidak terlalu spesifik agar bisa digunakan pada berbagai Instagram Ads selanjutnya.

  1. Tentukan Audiens Anda

Apabila baru menggunakan Instagram Ads untuk pertama kalinya, kemungkinan besar Anda belum mengetahui audiens mana yang harus ditarget. Pada dasarnya, hal ini bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, jadi saat masa awal seperti ini, Anda mungkin harus mengandalkan insting dan berbagai data yang sudah Anda miliki.

Pada tahap ini, Anda akan menemukan beberapa opsi kategori untuk membantu Anda dalam melakukan targeting audiens. Beberapa di antaranya adalah lokasi, usia, jenis kelamin, bahasa, edukasi, pekerjaan, status finansial, perilaku, koneksi, ketertarikan, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sebuah fitur bernama “custom audience” untuk menjangkau orang-orang yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan bisnis Ands. Ada pula fitur “looakalike audience” untuk menjangkau orang-orang baru di Facebook yang memiliki kesamaan dengan target audiens Anda.

Instagram Ads pun memungkinkan Anda untuk menyimpan pengaturan target audiens yang Anda ciptakan untuk digunakan lagi pada kemudian hari. Hal ini dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda yang sedang dalam tahap bereksperimen dan ingin mengingat target audiens seperti apa yang Anda gunakan untuk kampanye tertentu.

Apabila ingin lebih detail lagi, Anda bisa melakukan break down pada bagian “detailed targeting”. Cari demografis, ketertarikan, dan perilaku berbeda yang bisa diterapkan pada target audiens Anda. Facebook juga menyediakan fitur bernama “audience definition gauge” yang memberikan feedback terhadap seberapa luas atau sempit jangkauan audiens Anda, sekaligus estimasi jumlah reach iklan Anda.

  1. Atur Penempatan Instagram Ads

Langkah satu ini menjadi hal yang membedakan pengaturan antara Facebook Ads dan Instagram Ads. Pada bagian “placement”, Anda akan dihadapkan pada lima pilihan, yakni mobile news feed, Instagram, audience network, desktop news feed, dan desktop right column. Karena tujuan Anda adalah melakukan promosi melalui Instagram Ads, maka Anda hanya bisa memilih “Instagram” sebagai satu-satunya opsi. Anda tidak bisa memilih keempat opsi lain, yang biasanya diterapkan pada Facebook Ads.

  1. Tentukan Budget dan Jadwal Posting

Ada dua opsi utama yang bisa Anda pilih untuk budget, yakni daily budget dan lifetime budget. Daily budget memungkinkan iklan Anda untuk terus berjalan sepanjang hari. Artinya, sistem algoritma Instagram akan menghitung budget yang harus Anda keluarkan per hari. Perlu diingat bahwa Instagram Ads memiliki jumlah daily budget minimum, yang biasanya berkisar pada angka US$ 1.00. Sementara itu, lifetime budget mengatur iklan Anda untuk berjalan pada periode waktu tertentu sehingga sistem algoritma akan mengukur budget berdasarkan periode tersebut.

Selain budget, ada pula aspek schedule yang harus Anda atur dalam bagian yang sama. Anda akan diminta untuk menentukan kapan kampanye Instagram Ads Anda mulai dan berakhir. Penentuan ini bersifat spesifik hingga hitungan menit. Instagram Ads juga menyediakan parameter sehingga iklan Anda hanya muncul selama jam-jam tertentu dalam sehari atau hari-hari khusus dalam waktu seminggu. Anda bisa menemukan opsi tersebut pada bagian “Ad Scheduling”. 

Pada seksi “Budget & Schedule”, Anda juga diminta untuk mengisi bagian “Optimization for Ad Delivery”. Anda memiliki tiga opsi yang berpengaruh pada siapa saja pengguna Instagram yang akan melihat iklan Anda, yaitu:

  • Link Clicks: Instagram Ads Anda akan dipasang berdasarkan tujuan mendapatkan clicks paling banyak menuju website dengan harga terendah. Pemasangannya didasarkan pada sistem algoritma.
  • Impressions: Instagram Ads Anda akan dipasang pada feed orang-orang selama mungkin. Jika pernah melihat Instagram Ads muncul pada feed Anda sepanjang hari, kemungkinan besar brand tersebut menggunakan opsi ini.
  • Daily Unique Reach: Instagram Ads Anda akan dipasang pada feed orang-orang sebanyak sekali dalam sehari. Mereka mungkin akan melihat iklan Anda beberapa kali, tetapi tidak dalam hari yang sama.

Selain itu, ada pula bagian “bid amount” di mana Anda bisa memastikan seberapa efektif Instagram Ads yang diterbitkan. Anda bisa memilih opsi manual atau automatic. Jika memilih opsi automatic, Anda hanya bergantung pada algoritma Facebook dalam menyampaikan iklan. Di sisi lain, opsi manual memungkinkan Anda menentukan harga untuk setiap klik pada link. Apabila sebuah klik berarti besar bagi Anda, cobalah mengatur bid yang lebih tinggi dari jumlah rekomendasi. Dengan begitu, Instagram Ads Anda akan lebih diutamakan dari kompetitor dengan bid yang lebih rendah.

Sedangkan, untuk pengaturan delivery schedule, Anda memiliki dua opsi yang bisa dipilih, yakni standard dan accelerated. Apabila opsi standard menampilkan Instagram Ads Anda sepanjang hari, maka opsi accelerated akan membantu Anda menjangkau audiens secara lebih cepat dengan menerapkan sistem iklan yang time-sensitive.

  1. Penambahan Elemen Kreatif

Pada tahap inilah kreativitas Anda diasah. Anda akan diminta menentukan bagaimana Instagram Ads Anda akan terlihat, tergantung dari tujuan Anda dalam memasang iklan. Opsi ini sudah dijelaskan sebelumnya, yakni foto tunggal, video tunggal, atau foto lebih dari satu dengan sistem swipe yang dinamakan “Carousel”.

Jika sudah menentukan tipe iklan yang hendak dipasang, Facebook menyarankan Anda untuk tidak menyertakan teks lebih dari 20%. Pada banyak kasus, biasanya sebuah iklan dengan lebih dari 20% teks tidak akan dianggap layak untuk dipasang. Tipe foto harus menggunakan format .jpeg atau .png. Beberapa hal lain yang juga harus Anda perhatikan adalah:

Teks atau Caption:

  • Rekomendasi: 125 karakter
  • Maksimal: 2.200 karakter

Untuk Instagram Ads berbentuk persegi:

  • Rekomendasi ukuran foto: 1080 x 1080 pixel
  • Resolusi minimal: 600 x 600 pizel
  • Rasio foto: 1:1

Untuk Instagram Ads berbentuk landscape:

  • Rekomendasi ukuran foto: 1200 x 628 pixel
  • Resolusi minimal: 600 x 600 pixel
  • Rasio: 1:1
  1. Atur Halaman dan Links

Pilih halaman Facebook dari akun yang ingin Anda gunakan untuk menampilkan Instagram Ads meskipun Anda tidak berencana memasangnya pada Facebook. Anda wajib menghubungkan akun Instagram dengan Facebook Ads Anda. Jika bisnis Anda tidak memiliki akun Instagram, Anda masih bisa menggunakan Instagram Ads melalui halaman Facebook. Tapi, nama dan foto profil pada halaman Facebook akan digunakan untuk merepresentasikan bisnis Anda dalam Instagram Ads.

Setelah itu, cantumkan URL website untuk menjaring lebih banyak traffic. Ada pula kolom headline dan caption yang perlu Anda isi untuk memaksimalkan performa iklan. Melalui Instagram Ads, Anda diberi pilihan untuk menyertakan button CTA atau tidak. Jika memilih untuk menyertakannya, Anda tidak bisa menentukan button sendiri karena Instagram Ads sudah menyediakan beberapa opsi untuk Anda. Ketika semua sudah terisi dan gambar siap di-upload, lakukan preview untuk memastikan ahar seluruh aspek terlihat baik.

  1. Kirimkan Pesanan

Sudah memastikan segala elemen pada Instagram Ads Anda teratur sesuai rencana? Kini saatnya Anda membuat order dengan menekan tombol “Place Order” berwarna hijau. Selalu lakukan pengecekan, terutama jika Instagram Ads Anda berpotensi untuk dilihat oleh audiens besar. Jika Anda ingin mengutus seseorang dari tim Anda untuk kembali mengecek iklan sebelum diterbitkan, atur schedule Anda untuk memberikan waktu delay, tapi tetap tekan tombol “Place Order” tersebut. Jika tidak, Anda akan berisiko kehilangan seluruh pengaturan yang telah dilakukan.

  1. Laporan Performa Instagram Ads

Begitu iklan sudah berjalan di Instagram, penting bagi Anda untuk mengawasi performanya. Kabar baiknya, Anda bisa kembali mengedit iklan yang sudah terbit. Jadi, seandainya Anda menemukan kesalahan atau foto yang Anda pasang tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan, Anda bisa menarik Instagram Ads, mengedit beberapa elemen yang dibutuhkan, lalu kembali dipasang. Anda bisa melihat hasil pemasangan Instagram Ads melalui dua perangkat, yakni The Facebook Ads Manager atau software marketing Anda.

Khusus untuk perangkat Ads Manager, Anda bisa melihat overview dari seluruh kampanye Instagram Ads Anda. Selain itu, ada pula beberapa kategori yang memungkinkan Anda untuk menganalisis laporan secara lebih spesifik, yakni performa, engagement, video, website, aplikasi, event, clicks, dan setting.

 

Melalui Instagram Ads, Anda bisa melakukan promosi brand dengan cara yang lebih smooth, mengingat bahwa tampilan iklannya tidak jauh berbeda dari postingan biasa. Semoga panduan di atas dapat membantu Anda dalam membuat Instagram Ads untuk pertama kalinya.

Perlu diingat bahwa hasilnya mungkin tidak bisa didapatkan secara instan, jadi Anda harus bersabar dan rutin mengedit Instagram Ads apabila ditemukan hal-hal yang sekiranya kurang memberikan performa baik. Namun, seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar jumlah pengguna aktif Instagram akan bertambah, yang tentu berpengaruh positif bagi kelangsungan promosi brand Anda melalui Instagram Ads.

Bagi pemilik bisnis online, dukung promosi Instagram Ads Anda dengan perangkat digital marketing lain dari StoreMantap. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk-produk kami, yakni e-commerce, POS by StoreMantap, dan SM Keyboard, dengan mendatangi event Jawa Timur (Jatim) Fair pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. StoreMantap siap menjawab segala pertanyaan Anda terkait dengan produk dan layanan kami di booth nomor 159. Kami tunggu kehadiran Anda!

Instagram Algorithm: Apa Artinya untuk Bisnis Anda

Selama beberapa tahun belakangan ini, Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang populer digunakan untuk kepentingan digital marketing. Ketika pertama kali dirilis pada tahun 2010, Instagram menggunakan algoritma berbasis timeline untuk menentukan postingan foto yang dilihat pengguna pada feed mereka. Semakin baru usia postingan, mereka akan diletakkan pada bagian atas feed.

Namun, tidak lama setelah Instagram diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012, Instagram memutuskan untuk mengubah sistem algoritma pada feed mereka. Tidak lagi menampilkan postingan secara kronologis, kini Instagram melakukannya berdasarkan prediksi terhadap ketertarikan pengguna pada jenis konten tertentu. Artinya, Instagram mencoba untuk menebak level ketertarikan Anda terhadap suatu postingan berdasarkan interaksi Anda dengan pengguna lain.

Perubahan sistem algoritma tersebut tentu membuat para pelaku bisnis online harus mengubah strategi digital marketing mereka, terutama pada pemilik bisnis kecil. Pasalnya, sistem algoritma baru yang diterapkan Instagram cenderung mendukung akun-akun populer saja. Bisnis-bisnis kecil pun harus bekerja lebih keras dalam menggunakan media sosial untuk menumbuhkan audiens, mengembangkan brand voice mereka, dan meningkatkan jumlah pelanggan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menyesuaikan strategi digital marketing dengan sistem algoritma Instagram yang baru.

Minta Followers Mengaktifkan Notifikasi

Sesaat setelah Instagram mengumumkan perubahan sistem Algoritma mereka, banyak akun Instagram yang mencantumkan hashtag #turnmeon pada caption postingan mereka. Hal tersebut dilakukan untuk meminta followers mereka mengaktifkan notifikasi sehingga ketika mereka melakukan posting foto, para followers langsung mendapat pemberitahuan pada perangkat mereka. Mengaktifkan notifikasi bisa dilakukan melalui button bergambar tiga titik di bagian pojok kanan atas foto. Dengan begitu, followers bisa segera menyaksikan postingan foto Anda sebelum “tenggelam” karena sistem algoritma feed.

Maksimalkan Likes dan Comments

Perubahan sistem algoritma pada Instagram meningkatkan pentingnya interaksi antara brand dan followers. Memberi like atau mem-follow akun tidak lagi cukup. Interaksi akan meningkat apabila followers Anda memberi like, komentar, dan meng-share foto Anda, sehingga kemungkinan bagi konten Anda untuk tampil pada bagian atas feed pun semakin besar.

Hal tersebut menuntut para bisnis kecil untuk mem-post konten yang mengedepankan engagement dan meningkatkan strategi digital marketing pada media sosial. Beberapa komponen yang perlu dipertimbangkan adalah menentukan tujuan, menciptakan rencana strategi, menciptakan konten berharga, menentukan platform yang tepat, sekaligus mencantumkan Call-to-Action seperti kata-kata “What do you think?”, “Share your story”, atau “Double click the image if you can relate”.

Analisis Postingan dan Kembangkan Strategi

Konten adalah kunci kesuksesan dari strategi digital marketing untuk media sosial. Hal tersebut ditentukan dari seberapa menarik, click-worthy, dan shareable konten Anda. Beberapa marketers memiliki peraturan-peraturan tersendiri untuk menentukan seberapa sering mereka harus posting di beberapa platform media sosial sekaligus. Beberapa yang lain cenderung mengedapankan kualitas konten. Kabar baiknya, Anda bisa mengukur kesuksesan digital marketing pada media sosial dengan menggunakan beberapa perangkat. Anda bisa mendapatkan berbagai data analisis seperti jumlah views, shares, pertumbuhan audiens, keuntungan yang diraih, dan lain sebagainya.

 

Media sosial akan selalu berkembang dan mengalami perubahan, tidak terkecuali Instagram. Perubahan sistem algoritma hanyalah salah satu dari sekian banyak perubahan yang akan terjadi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk selalu up-to-date agar bisa segera melakukan adaptasi terhadap strategi yang diterapkan.

Selain itu, jangan lupa untuk memastikan agar website Anda sudah cukup responsif ketika dikunjungi pelanggan. StoreMantap siap membantu Anda dalam hal tersebut. Langsung saja datang ke acara Jatim Fair 2016 yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. StoreMantap akan melayani Anda di booth nomor 159. Jangan lewatkan pula perilisan dua produk terbaru kami, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Kami tunggu kehadiran Anda!

 

 

Page 1 of 2
1 2