Tips Desain Website untuk Menambah Kredibilitas

Apakah Anda tahu guna website selain memberikan informasi kepada masyarakat? Ya, website adalah tempat yang sangat baik untuk menaikkan kredibilitas bisnis yang Anda miliki. Sebuah bisnis akan terlihat lebih bagus, istimewa, dan juga lebih terpercaya ketika mempunyai website yang bagus, informatif, tidak membingungkan, dan tentunya berdesain bagus.

Terkadang orang hanya sekadar mempunyai website, namun tidak memperhatikan apakah informasi yang diberikan sudah bagus atau tidak, tidak menghiraukan desain, dan bahkan tidak pernah di-update. Padahal seharusnya website berfungsi untuk merepresentasikan suatu bisnis. Ketika website-nya jelek, maka bisa dibilang kredibilitasnya cenderung rendah. Kabar baiknya, Anda masih bisa menambah kredibilitas pada website Anda melalui beberapa tips desain berikut ini.

Beritahu Bahwa Bisnis Anda Benar-benar Ada

Selain melihat produk atau jasa yang dijual, orang-orang akan cenderung melihat apakah suatu website benar-benar ada atau bohongan ketika mereka berbelanja online. Ketika produk atau jasa yang Anda tawarkan begitu bagus, tetapi ketika dilihat alamat atau kontaknya ternyata tidak jelas, maka bisa jadi calon pelanggan tersebut akan lari.

Jadi, usahakan untuk menuliskan alamat lengkap dan informasi mengenai bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kantor atau alamat rumah yang bisa ditulis, Anda bisa menuliskannya. Beritahu juga nama lengkap pemilik atau kontak yang bisa dihubungi.

Jangan Mengada-ada

Dan yang terpenting adalah jangan mengada-ada. Ketika Anda tidak memiliki alamat kantor atau rumah yang bisa dicantumkan, Anda bisa menjelaskan bahwa sementara pemesanan atau pengaduan bisa menghubungi nomor Anda. Berikan alamat e-mail, nomor telepon, WhatsApp, dan akun media sosial Anda agar orang bisa menghubungi Anda dengan mudah.

Jika Anda mengada-ada dengan menuliskan alamat palsu dan ketika dicek ternyata Anda bohong, maka kredibilitas Anda akan menurun. Apabila Anda masih memiliki bisnis kecil-kecilan, tulis saja apa adanya. Jangan membuat seakan-akan bisnis Anda ini sudah mempunyai ratusan karyawan.

Terbuka

Seperti dijelaskan pada poin kedua, orang akan senang ketika Anda mempunyai banyak kontak yang ditulis di website. Tidak hanya nomor telepon, tetapi cantumkan juga WhatsApp, LINE, BBM atau bahkan Skype. Jangan sungkan untuk menuliskan nama Anda juga. Berikut adalah contohnya:

“Budi Sekario – Business Owner

0876543210 (SMS Only)

0876543210 (WhatsApp)

LINE

BBM

Skype”

Selain memudahkan calon pelanggan untuk menghubungi Anda, mereka juga akan berpikir bahwa yang akan dia hubungi adalah orang sesungguhnya. Rasa percaya pun akan muncul karena mereka yakin Anda akan menjawab segala pertanyaan yang akan mereka lontarkan.

Tampilkan Foto Bisnis Anda

Selain foto produk, Anda juga bisa menampilkan foto bisnis Anda di dalam website. Misalnya, foto kantor Anda sebagai toko offline, hingga foto Anda bersama tim. Hal ini akan menambah tingkat kepercayaan karena mereka akan berpikir bahwa bisnis Anda ini ada wujudnya dan tidak bohongan. Untuk foto tim, Anda bisa menjelaskan satu per satu role dari karyawan Anda. Ini akan menjadi poin plus bagi bisnis Anda ketika bisa menjelaskan siapa tim di balik layar.

 

Itulah beberapa hal sederhana yang bisa Anda aplikasikan untuk meningkatkan kredibilitas website Anda melalui aspek desain. Perlu diingat bahwa setiap bisnis bisa memiliki efektivitas yang berbeda, jadi jangan ragu untuk melakukan testing demi menemukan elemen desain mana yang paling efektif untuk website Anda. Selamat mencoba!

Pentingnya Website Credibility untuk Bisnis Anda

Kredibilitas merupakan salah satu aspek paling penting dalam website. Aspek inilah yang membuat orang merasa mereka bisa mempercayai Anda, baik sebagai perusahaan maupun secara personal. Terlebih, kepercayaan adalah fondasi dari hubungan yang baik, dan hal itulah yang seharusnya Anda terapkan pada website Anda.

BJ Fogg, seorang ahli dalam bidang online credibility, mendefinisikan website credibility sebagai kepercayaan. Orang-orang yang kredibel adalah mereka yang dapat dipercaya, maka informasi yang kredibel pun merupakan informasi yang dapat dipercaya. Berdasarkan data yang dihimpun dari Userlike.com, Fogg juga menekankan dua poin penting terkait tentang kredibilitas, yakni:

  • Kredibilitas adalah kualitas yang dirasakan. Ia tidak terlihat secara nyata pada suatu obyek, orang, atau potongan informasi.
  • Kredibilitas memiliki banyak lapisan. Persepsi seseorang terhadap kredibilitas tergantung dari evaluasi mereka terhadap beberapa elemen secara bersamaan. Dua komponen penting yang harus dijaga adalah kepercayaan dan keahlian.

Intinya, kredibilitas menuntut Anda untuk membuat website yang dapat dipercaya dan memiliki pengetahuan cukup untuk dapat disebarkan. Dengan kata lain, website credibility memegang peranan penting untuk bisnis Anda.

4 Tipe Website Credibility

Menurut situs Conversionxl.com, Fogg mengatakan bahwa ada empat tipe kredibilitas yang bisa diterapkan dalam pembuatan website, yaitu:

  1. Presumed Credibility – asumsi umum (contoh: Anda mendengar sebuah brand yang lebih kredibel dari brand-brand lain dalam bidang tertentu)
  2. Reputed Credibility – referensi dari pihak ketiga (contoh: teman Anda mengatakan bahwa brand A memiliki produk yang bagus)
  3. Surface Credibility – ditemukan melalui pengamatan sederhana (contoh: website produk B terlihat membingungkan)
  4. Earned Credibility – pengalaman pribadi (contoh: berhadapan dengan customer service yang pelayanannya ramah)

Pentingnya Website Credibility untuk Bisnis Anda

Dari penjelasan singkat di atas, Anda mungkin sudah mulai menyadari betapa pentingnya website credibility untuk bisnis Anda. Kredibilitas menciptakan adanya rasa percaya pada diri pelanggan terhadap website Anda, membuat mereka semakin mudah untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan.

Titik Kontak Pertama yang Dikunjungi Pelanggan

Website sering kali menjadi titik kontak pertama yang dikunjungi oleh pelanggan Anda. Karenanya, website Anda pun bertanggung jawab untuk menciptakan kesan pertama yang tepat. Melalui website lah orang-orang akan menentukan apakah mereka akan melakukan pembelian, terlebih jika mereka baru pertama kali mengunjungi website Anda. Jika website Anda tidak tampak terpercaya, calon pelanggan pasti akan merasa enggan untuk melakukan sign up atau subscribe, apalagi membeli produk Anda.

Ibarat bertemu dengan orang baru, Anda tentu akan memberi penilaian pertama berdasarkan penampilannya, bukan? Begitu juga dengan calon pelanggan terhadap website Anda. Oleh sebab itu, pastikan orang lain memiliki impresi yang positif terhadap website Anda, dan kredibilitas adalah elemen penting yang harus terkandung di dalamnya.

Memberi Kepercayaan kepada Pelanggan

Seperti yang dikatakan Fogg, website credibility berkaitan erat dengan kepercayaan. Semakin tinggi tingkat kredibilitas yang dimiliki website, semakin besar pula kepercayaan yang akan diberikan oleh calon pelanggan Anda. Kepercayaan inilah yang akan membuat mereka mau melakukan sign up, men-download hal yang Anda tawarkan, hingga melakukan pembelian.

Lebih dari itu, kredibilitas dapat menjadi “senjata” untuk mengubah perilaku pengunjung website, misalnya menanamkan pikiran positif tentang image bisnis Anda, memberikan pengalaman pengguna yang menyenangkan, hingga membuat mereka terus kembali mengunjungi website Anda. Lagi pula, riset dari Consumer Reports Web Watch menunjukkan empat dari lima pengguna mengatakan bahwa kepercayaan terhadap informasi yang diberikan merupakan hal penting bagi mereka.

Keuntungan Tersendiri dalam Melawan Kompetitor

Tidak ada bisnis yang tidak memiliki kompetitor. Itulah mengapa Anda dituntut untuk memikirkan berbagai strategi demi mengungguli kompetitor Anda. Dengan fokus pada website credibility, Anda bisa melakukan hal tersebut. Salah satu contohnya adalah dengan mencantumkan harga produk pada website. Banyak perusahaan, terutama yang menjalankan bisnis B2B, tidak mencantumkan harga produk pada website sehingga membuat orang harus menghubungi mereka. Dengan melakukan hal tersebut, Anda bisa lebih unggul dari para kompetitor Anda.

Meningkatkan Penjualan Produk

Pada akhirnya, seluruh strategi digital marketing yang Anda lakukan berujung pada satu tujuan, yakni meningkatkan keuntungan. Hal itu hanya bisa dicapai jika website Anda benar-benar kredibel. Ibaratnya begini, ketika sedang berjalan-jalan di taman, mendadak ada orang yang mendatangi Anda dan menawarkan iPhone 7 dengan harga Rp 3 juta saja. Ia bahkan membawa produk yang dimaksud dan terlepas dari palsu atau tidaknya, kualitas iPhone 7 tersebut terlihat bagus.

Tetapi, kemungkinan besar Anda tidak akan membelinya meskipun harganya murah dan produknya bagus. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kepercayaan. Mengapa harganya begitu murah padahal Apple terkenal dengan produk-produknya yang berharga premium? Apakah produk tersebut hasil curian? Bagaimana jika bahannya mudah patah? Berbagai keraguan tersebut dan tidak adanya kepercayaan pada penjual pun membuat Anda menolak tawarannya.

Begitu juga halnya dengan website Anda. Tujuan Anda adalah menawarkan produk Anda melalui cara yang membuat orang-orang merasa bahwa iPhone 7 memang pantas dibeli dengan harga Rp 3 juta. Dengan website credibility, orang-orang tidak akan meragukan website Anda sehingga mereka tertarik melakukan pembelian.

Semakin Banyak Konten yang Di-share

Website credibility mencakup banyak hal, termasuk di antaranya adalah konten. Konten yang kredibel akan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk di-share banyak orang. Orang-orang tidak akan men-share konten yang tidak kredibel. Mereka tahu bahwa hal-hal yang mereka share merepresentasikan diri mereka dan bisa berdampak pada kredibilitas diri mereka sendiri. Jika tidak merasa percaya diri terhadap hasil tulisan Anda, tidak ada salahnya merekrut penulis yang lebih berpengalaman agar konten Anda pun kredibel dan di-share semakin banyak orang.

Elemen Penting untuk Meningkatkan Website Credibility

Jadi, apakah website Anda sudah memiliki kredibilitas yang diperlukan? Jangan khawatir, website credibility dapat ditingkatkan dengan memberi perhatian lebih pada beberapa elemen penting berikut ini.

Desain Website

People do judge a book by its cover. Hal tersebut berlaku pula dalam dunia bisnis. Orang-orang menilai suatu bisnis berdasarkan penampilan website-nya. Semakin baik desain yang ditampilkan, semakin kredibel bisnis Anda terlihat di mata pelanggan. Melalui situs Userlike.com, Dr. Brent Coker menemukan pada tahun 2011 bahwa ternyata tingkat kepercayaan orang menurun sebanyak 30% terhadap bisnis online. Menariknya, ada satu pengecualian pada hal tersebut, yakni website yang menarik. Website yang atraktif menciptakan rasa percaya dan nilai profesionalitas dalam diri pelanggan online.

Riset tersebut melibatkan lebih dari 2500 pelanggan online. Mayoritas dari mereka mengomentari desain dan tampilan website, menunjukkan betapa pentingnya aspek tersebut untuk membangun website credibility. Sebanyak lebih dari 46% responden bahkan turut mengomentari desain website secara spesifik.

Copywriting Serelevan Mungkin

Website credibility juga ditentukan dari relevansi informasi yang diberikan oleh website. Masih dari situs Userlike.com, sebuah studi yang dilakukan oleh Fogg menunjukkan bahwa 25% responden mengandalkan konten dan informasi sebagai salah satu aspek penentu website credibility. Berdasarkan studi tersebut, elemen yang membuat copywriting relevan adalah fokus, kejelasan, kegunaan, kedalaman dan jumlah tulisan, serta ada atau tidaknya bias.

Terkait dengan kedalaman suatu konten, Fogg mengatakan bahwa sebenarnya mayoritas pengguna tidak akan membaca informasi yang terlalu panjang atau bersifat in-depth. Meski begitu, hanya dengan menyediakan konten tersebut dapat membuat pengunjung menilai website Anda sebagai website yang kredibel.

Detail Kontak yang Jelas

Ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa alamat fisik, nomor telepon, dan e-mail merupakan tiga penentu utama dari website credibility, diikutin dengan foto dari anggota perusahaan. Detail kontak yang jelas memberi pesan pada pengguna bahwa ada bisnis nyata di balik website dan website Anda memang dijalankan olah manusia. Jika ingin meningkatkan kredibilitas, Anda bisa menambahkan button “Contact” pada website bisnis Anda. 

Review dan Testimoni

Seorang pengunjung website tertarik membeli produk Anda, tetapi mereka ragu apakah produk tersebut benar-benar tidak akan mengecewakannya. Di sinilah mencantumkan testimoni pada website akan berperan. Testimoni merupakan media bagi para pelanggan Anda terdahulu untuk menyampaikan feedback atau penilaian terhadap produk Anda. Ketika pelanggan memberi pujian, hal tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki pengalaman positif dengan produk Anda. Melihat berbagai pujian tersebut, pengunjung website lain pasti akan semakin yakin untuk ikut menggunakan produk Anda.

Lagi pula, menurut survei Dimensional Research, para pelanggan rata-rata membaca 2-3 review online sebelum memutuskan apakah mereka jadi melakukan pembelian. Bahkan sebanyak 79% pelanggan mempercayai review online sama seperti mereka mempercayai rekomendasi personal dari teman atau keluarga. Testimoni merupakan salah satu bentuk review online, jadi manfaatkan hal tersebut untuk meningkatkan website credibility di mata pelanggan.

Page Speed

Page speed mengacu pada tingkat kecepatan dan waktu yang dibutuhkan oleh website untuk menampilkan halaman-halamannya. Misalnya, Anda memasukan keywords tertentu pada mesin pencari Google. Setelah membaca sekilas, Anda menemukan satu artikel yang menarik perhatian. Sayangnya, ketika di-klik, halaman menuju artikel tersebut membutuhkan lebih dari lima detik untuk loading. Jika sudah begitu, maka Anda akan segera kembali ke halaman Google atau menutup tab pada browser, bukan?

Hal itu jugalah yang kemungkinan besar akan dilakukan orang-orang apabila website Anda memiliki waktu loading yang cukup lama. KISSmetrics pernah mengatakan bahwa satu detik yang tersimpan dari waktu loading akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap website Anda.

Pasalnya, ketika berhadapan dengan website yang memiliki waktu loading lama, pengunjung akan bertanya-tanya dan curiga. Mengapa loading-nya lama sekali? Apakah website ini di-hack? Jangan-jangan keamanan online saya jadi ikut terancam? Oleh sebab itu, tingkatkan page speed Anda agar website credibility juga ikut meningkat. Terlebih, Google juga menyertakan page speed sebagai salah satu penentu ranking pada hasil mesin pencarian mereka.

Informasi Produk

Ketika berbelanja secara online, pengunjung tidak memiliki kesempatan untuk memperhatikan produk secara langsung. Mereka tidak dapat menyentuhnya, mengecek apakah ada komponen yang rusak, mempertimbangkan ukuran, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, Anda wajib menyediakan informasi sedetail mungkin mengenai produk yang dijual pada website Anda. Misalnya, Anda bisa memasang fitur zoom dan memberikan detail ukuran pada bagian deskripsi produk

Lagi pula, riset yang dilakukan oleh Econsultancy menunjukkan bahwa lebih dari 60% responden menyertakan informasi produk secara detail sebagai salah satu penentu pengambilan keputusan pembelian. Umumnya, ketika memperhatikan deskripsi produk, pelanggan akan mencari tiga kriteria, yakni seberapa informatif deskripsi yang diberikan, apakah hal tersebut mampu menimbulkan kepercayaan, dan apakah deskripsi yang ada mampu meyakinkan mereka bahwa produk tersebut memang cocok untuk mereka.

Frequently Asked Questions

Bagian Frequently Asked Questions (FAQ) memungkinkan pengunjung website untuk menanggulangi berbagai masalah yang kemungkinan akan muncul sekaligus menjawab pertanyaan yang mereka punya tentang bisnis Anda. Dilansir dari Userlike.com, riset yang dilakukan oleh Econsultancy menunjukkan bahwa sebanyak 51% responden lebih memilih untuk menemukan jawaban permasalahan mereka secara sendiri.

Mengusung cara kerja yang sama, Anda juga perlu mencantumkan peraturan yang jelas mengenai pengembalian barang dan pengembalian uang (refund). Hal ini dapat meyakinkan pengunjung website bahwa Anda akan membantu mereka apabila ada masalah yang terjadi atau jika mereka merasa tidak puas dengan produk yang diterima.

Jangan Lupa Terus Aktif di Media Sosial

Meningkatkan website credibility tidak hanya fokus pada website itu sendiri. Ada hal lain di luar website yang turut berpengaruh pada kredibilitasnya, yakni media sosial. Platform satu ini kerap digunakan untuk melakukan interaksi, maka tidak heran jika orang-orang menggunakan media sosial untuk menghubungi Anda. Itulah mengapa jika Anda tidak aktif di media sosial, banyak pelanggan yang akan kecewa karena platform inilah yang mereka pilih untuk berinteraksi dengan Anda.

Meski begitu, tidak semua platform media sosial harus Anda jelajahi. Pilih saja platform media sosial yang Anda kuasai dan bisa Anda kelola. Jangan pernah berpura-pura aktif di media sosial lalu tidak merespon setiap interaksi yang muncul.

Salah satu contoh perusahaan yang cukup sukses menerapkan strategi ini adalah World Bank. Seperti yang Anda tahu, World Bank merupakan sumber finansial penting bagi negara-negara berkembang di seluruh dunia. Melalui website-nya, mereka meminta Anda untuk terhubung dengan mereka melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Tumblr. Selain itu, mereka juga mencantumkan update video YouTube terakhir pada website mereka.

 

Kini giliran Anda untuk meningkatkan website credibility. Berbagai penjelasan di atas membuktikan bahwa kredibilitas memengaruhi ketertarikan seseorang terhadap website dan bisnis Anda. Begitu mereka mengakui adanya kredibilitas pada website Anda, kemungkinan besar bagi mereka untuk terus menggunakannya. Untuk itu, ada berbagai elemen penting yang butuh diperhatikan.

Di sisi lain, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebihan. Hal tersebut hanya akan membuat pengunjung website merasa curiga. Bayangkan Anda baru saja merekrut seorang office boy baru. Ketika pertama kali memasuki ruang kerja Anda, office boy tersebut berkata, “Tenang saja, saya tidak akan mencuri apapun.” Perkataan tersebut tentu akan membuat Anda berpikir apakah ia memang akan mencuri sesuatu. Padahal, sebelumnya Anda tidak memiliki pikiran apapun terhadap sang office boy. Justru dirinya sendiri yang membuat Anda berpikir yang tidak-tidak.

Begitu juga halnya dengan website Anda. Memasukkan terlalu banyak elemen akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan curiga yang mungkin sebelumnya justru tidak ada. Lalu, berapa banyak elemen yang harus dipasang pada website demi meningkatkan kredibilitas? Dikutip dari Conversionxl.com, Fogg mengatakan bahwa Anda harus menemukan elemen-elemen apa saja yang dianggap menguntungkan oleh target audiens, lalu tonjolkan elemen-elemen tersebut.

Mengonversi Subscriber Menjadi Pelanggan

Subscriber tidak selalu pelanggan, tapi pelanggan tentu selalu memberikan yang terbaik untuk Anda sebagai pebisnis. Meskipun toko online Anda memiliki banyak pengunjung, namun mereka tidak selalu siap untuk membeli produk Anda. Meski begitu, memiliki subscriber artinya pengunjung Anda tertarik dengan produk Anda. Awal yang bagus, bukan? Lalu bagaimana cara Anda mengonversi subscriber menjadi pelanggan? Jawabannya adalah e-mail marketing dengan konten yang tepat serta bagaimana membagikannya ke pelanggan.

Membuat E-mail yang Benar

Kunci dalam mengonversi subscriber menjadi pelanggan adalah komposisi e-mail yang Anda buat. Ada lima elemen yang wajib Anda perhatikan ketika membuat email marketing, antara lain:

  1. Format – Akhir-akhir ini semakin banyak penerima e-mail yang membuka e-mail mereka melalui perangkat mobile, baik smartphone maupun tablet. Oleh karenanya, akan lebih baik bila e-mail yang Anda buat responsif terhadap ukuran screen yang mereka miliki. Intinya adalah kenyamanan pembaca dalam menyimak isi e-mail.
  2. Subject line Subject line adalah kontak pertama Anda dengan pelanggan. Bagaimana Anda meyakinkan penerima untuk membuka e-mail Anda adalah hal yang sangat penting. Ingat bahwa Anda membuat subject line bukan untuk membuat pelanggan menuju ke toko online Anda dan membeli sesuatu, melainkan untuk meyakinkan penerima membuka e-mail Hindari kata-kata yang dapat tersaring sebagai spam seperti “gratis” atau “diskon”.
  3. Isi e-mail – Selalu buat isi e-mail yang singkat, padat, dan jelas serta menarik untuk dilihat. Mulailah dengan meyakinkan penerima tentang apa yang mereka akan dapatkan. Gunakan gambar-gambar yang memang memberikan nilai pada e-mail Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bullet list untuk memudahkan pelanggan membuat e-mail marketing yang sempurna.
  4. Call to Action – Penerima sudah membuka e-mail Anda, membaca isinya, dan memahami apa yang akan Anda janjikan dengan e-mail Ini saatnya mereka melakukan sesuatu karena e-mail Anda. Minta mereka melakukan sesuatu, caranya dengan memberikan ungkapan call-to-action atau CTA. Hal ini akan membantu mereka mengenai apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan penawaran yang Anda janjikan.
  5. Hari dan waktu yang tepat – Banyak analisis e-mail marketing membahas tentang waktu dan hari yang tepat untuk mengirim e-mail. Kebanyakan mengatakan bahwa waktu yang tepat adalah ketika pagi menjelang siang (jam 9-10 pagi) di hari kerja. Memang hal tersebut benar adanya, namun Anda juga harus paham tentang kebiasaan pelanggan Anda karena bisa saja mereka memiliki kebiasaan yang berbeda. Oleh karenanya, lakukan tes untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengirimkan email.

Metode Pengiriman E-mail

E-mail yang tepat sudah dibuat, sekarang saatnya Anda melakukan pengiriman menggunakan metode yang efektif dalam mengirimkan e-mail marketing Anda. Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat Anda lakukan.

Newsletter – Sangat direkomendasikan untuk membuat konten informasi yang menarik dan tetap berkaitan dengan produk yang Anda jual. Kirimkanlah konten-konten tersebut kepada subscriber Anda. Biasakan mereka menerima newsletter dengan informasi berguna, baru kemudian sesekali selipkan e-mail promosi Anda.

Produk baru – Bila ada produk atau servis baru dari bisnis Anda, jangan ragu untuk mengirimkannya kepada para pelanggan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa Anda mengirimkan promosi ke segmen pasar yang tepat.

Promosi hari besar – Teknik tradisional namun masih berlaku hingga sekarang adalah dengan melakukan promosi pada hari-hari tertentu, hari besar atau peringatan hari spesial misalnya. Anda dapat memasukkan diskon dan promosi yang tepat dengan e-mail tersebut.

 

Itulah beberapa cara untuk mengonversi subscriber menjadi pembeli. Hal paling penting yang harus diperhatikan adalah Anda harus mengenal pelanggan Anda. Dengan begitu, Anda bisa mengirim pesan yang tepat sehingga engagement pun meningkat. Kemungkinan bagi mereka untuk menjadi pelanggan pun semakin besar. Masih ragu untuk melakukannya?

Segmentasi E-mail untuk Meningkatkan Engagement

Membahas e-mail marketing tak jauh halnya dari segmentasi pasar. E-mail marketing sudah diterapkan oleh banyak pebisnis di dunia. Namun tak banyak yang tahu bahwa sering kali e-mail marketing dilakukan dengan cara yang salah: mengirimkan email yang sama untuk semua orang di mailing list. Padahal, tidak semua orang di mailing list memiliki kesukaan yang sama. Sebagai contoh, ketika Anda mengirimkan e-mail promosi baju bayi, tentu pelanggan pria tidak akan melirik e-mail tersebut sedikit pun.

Lalu, bagaimana cara membagi segmentasi pasar? Hal ini tergantung pada jenis retail Anda sendiri. Berikut ini adalah beberapa segmentasi pasar yang dapat Anda terapkan untuk bisnis Anda.

Segmentasi Berdasarkan Jenis Pelanggan

Segmentasi berdasarkan jenis pelanggan maksudnya adalah membagi pelanggan berdasarkan lamanya pelanggan menjadi subscriber toko online Anda. Tentu hal ini akan memudahkan Anda sebagai pebisnis untuk menyapa pelanggan sehingga tidak terasa monoton. Ada empat kategori yang dapat Anda jadikan patokan, antara lain:

  • Pelanggan potensial: pelanggan yang belum pernah melakukan pembelian;
  • Pelanggan baru: pelanggan yang baru saja melakukan pembelian pertama;
  • Pelanggan setia: pelanggan yang sering melakukan pembelian; serta
  • Pelanggan tidak aktif: pelanggan yang tidak pernah melakukan pembelian lagi dalam jangka waktu yang lama.

Pembagian ini akan membantu Anda menawarkan diskon-diskon Anda atau program Anda lainnya, misalnya diskon untuk pelanggan baru atau hadiah gratis untuk pelanggan setia.

Segmentasi Berdasarkan Ketertarikan Pelanggan

Cara lain untuk melakukan segmentasi pasar, khususnya untuk bisnis yang menjual beragam produk, adalah dengan menarget ketertarikan pelanggan. Misalnya, Anda menjual produk untuk hewan peliharaan. Mailing list yang Anda punya pasti terdiri dari pemilik anjing, pemilik kucing, dan lain sebagainya. Ketika mengirimkan e-mail dengan isi yang sama, tentu hal ini tidaklah efektif.

Akan lebih baik bila Anda dapat men-track pelanggan yang membuka e-mail marketing Anda. Dengan begitu, Anda akan memahami perilaku pelanggan dan memberikannya penawaran yang lebih cocok dengan pelanggan Anda.

Segmentasi Berdasarkan Lokasi Pelanggan

Lokasi pelanggan juga sangat berpengaruh terhadap penjualan. Misalnya, Anda memiliki toko fisik di suatu kota, mungkin Anda harus mengirimkan e-mail tentang event yang sedang berlangsung di toko Anda kepada pelanggan yang berada di kota yang sama atau sekitarnya. Hal ini tidak akan efektif bila Anda mengirimkan e-mail kepada pelanggan yang berlokasi jauh dari toko Anda.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan penawaran yang sesuai dengan lokasi pelanggan Anda. Misalnya, lokasi pelanggan berada di daerah yang dingin, tentu Anda akan menawarkan baju-baju hangat, bukannya baju tipis yang kurang nyaman dikenakan saat cuaca dingin. Data lokasi pelanggan bisa Anda dapatkan dari alamat billing statement atau alamat pengiriman.

Segmentasi Berdasarkan Engagement

Anda juga dapat membagi pelanggan Anda berdasarkan intensitas engagement yang mereka lakukan. Aktivitas-aktivitas pelanggan tentu memengaruhi isi konten yang Anda kirimkan ke e-mail mereka. Misalnya, subscriber Anda tidak pernah melakukan aktivitas apapun selama kurang lebih tiga bulan setelah pembelian pertama. Anda dapat menyapanya dengan mengatakan bahwa Anda rindu kepadanya.

Anda juga perlu memisahkan subscriber yang tidak aktif dari mailing list Anda. Hal ini akan membantu Anda mengurangi biaya blasting e-mail yang umumnya dihitung berdasarkan jumlah kontak yang dikirimkan.

 

Itulah beberapa segmentasi yang dapat Anda terapkan pada e-mail marketing Anda. Ingat, lakukan email marketing seefektif mungkin agar kerugian karena blasting email tanpa hasil dapat terhindarkan.

Mengembangkan E-mail List untuk Bisnis

Apabila dibandingkan dengan media sosial, e-mail mungkin terkesan “jadul” untuk digunakan sebagai salah satu alat digital marketing. Meski begitu, hingga kini e-mail masih banyak digunakan untuk melangsungkan promosi karena memiliki beberapa keuntungan tersendiri, mulai dari sistemnya yang tidak ter-filter oleh algoritma seperti Facebook atau Instagram, tidak tertutupi oleh update dari orang lain, hingga memberikan Return of Investment (ROI) dan tingkat konversi yang cukup tinggi.

Sayangnya, riset yang dilakukan oleh HubSpot menunjukkan bahwa database pada e-mail marketing mengalami penurunan sekitar 22,5% setiap tahunnya. Karenanya, sebagai seorang marketer, Anda harus terus menambah kontak e-mail secara rutin sehingga kampanye marketing melalui e-mail dapat berjalan efektif. Dengan kata lain, sekarang lah saat yang tepat bagi Anda untuk mengembangkan e-mail list demi kemajuan bisnis Anda.

Pemasangan Kolom Opt-in

Untuk mengembangkan e-mail list, Anda harus memastikan bahwa target audiens dapat melakukan sign up secara mudah dan menyenangkan. Penawaran yang Anda berikan haruslah singkat, padat, dan jelas. Anda membutuhkan sebuah kolom opt-in untuk melakukannya. Opt-in adalah kata-kata yang dirangkai sedemikian rupa dan dicantumkan pada kotak sign up. Hampir seluruh website bisnis memilikinya, tapi tidak semua berhasil memaksimalkannya.

Nah, salah satu elemen penting untuk mengoptimalkan penggunaan opt-in adalah peletakkan yang strategis. Jadi, di mana Anda harus meletakkan opt-in pada website bisnis Anda? Berikut adalah beberapa rekomendasinya.

Header atau Bar Navigasi

Terkadang, Anda tidak membutuhkan terlalu banyak kata untuk mengajak orang melakukan sign up atau subscribe. Beberapa website melakukan hal ini dengan mencantumkan sebaris kalimat singkat di dalam kotak opt-in mereka, jadi sekilas bentuknya mirip seperti fitur search. Namun, kalimat tersebut juga bisa berfungsi sebagai Call-to-Action (CTA). Misalnya, Anda bisa menuliskan kalimat “Subscribe to newsletter” atau “Sign up for extra content” pada sebaris kotak di mana pengunjung website dapat memasukkan e-mail mereka. Tipe opt-in seperti ini cocok diletakkan pada bagian header atau bar navigasi.

Sidebar

Anda juga bisa meletakkan opt-in pada bagian sidebar dengan kalimat yang lebih panjang untuk mempromosikan konten gratis atau hal lain yang Anda tawarkan pada calon penghuni mailing list Anda. Anggaplah Anda mempunyai website untuk menjual sepatu. Anda bisa menuliskan kalimat “Ingin mendapat diskon tambahan?” sebagai headline dari opt-in Anda. Di bawahnya, dengan ukuran font lebih kecil, tuliskan deskripsi singkat dan minta pengunjung untuk memberikan alamat e-mail mereka.

Halaman “Tentang Kami”

Anda pasti memiliki halaman khusus untuk menjelaskan identitas perusahaan dan bisnis yang Anda jalankan, bukan? Biasanya, hal tersebut tercantum pada halaman “About Us” atau “Tentang Kami”. Di situ pulalah umumnya para marketer menuliskan berbagai kelebihan atau keuntungan dari produk mereka. Penjelasan tersebut bisa membuat mereka tertarik untuk belajar lebih jauh lagi tentang bisnis Anda sehingga mereka pun akan melakukan sign up atau subscribe. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut untuk meletakkan opt-in pada halaman ini, mulai dalam bentuk kotak kecil dengan CTA singkat atau kolom yang lebih besar.

Di Dalam Postingan Blog

Jika seorang pengunjung membaca suatu postingan blog hingga akhir kata, kemungkinan besar mereka menikmati konten Anda dan siap untuk melakukan aksi tertentu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya meletakkan opt-in di dalam postingan blog sehingga para pengunjung tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca konten.

Footer Website

Cara kerjanya mirip seperti postingan blog. Apabila pengunjung terus melakukan scroll hingga bagian akhir halaman, kemungkinan besar ia merasa tertarik, entah terhadap produk, desain website, atau hal lain. Manfaatkan hal tersebut dengan meletakkan opt-in pada bagian footer website Anda.

Halaman Checkout

Terkadang, cara terbaik untuk membangun e-mail list bisa sesederhana melakukan penjualan. Kini, mayoritas layanan e-mail marketing bisa diintegrasikan dengan toko online Anda, baik menggunakan fitur integrasi built-in atau melalui aplikasi pihak ketiga, yang memungkinkan Anda untuk menambah pelanggan ke dalam e-mail list setelah mereka melakukan pembelian.

Pop-up Form

Beberapa orang mungkin akan merasa terganggu dengan kemunculan kolom opt-in yang tiba-tiba. Tetapi jika dilakukan dengan benar, opt-in dalam bentuk pop-up dapat sangat efektif. Sebelumnya, pastikan Anda memiliki hal yang menarik untuk ditawarkan, misalnya seperti konten ekstra atau diskon untuk produk. Dengan adanya hal tersebut, Anda pun memiliki “hak” untuk memamerkannya melalui opt-in berbentuk pop-up.

Meningkatkan Jumlah Sign Up

Usaha Anda untuk mengembangkan e-mail list tidak berhenti begitu saja pada peletakkan opt-in. Percuma saja meletakkan opt-in jika para pengunjung website tetap mengabaikannya. Bagaimana pun juga, Anda masih harus membuat para subscriber tertarik untuk melakukan pembelian. Untuk itu, Anda membutuhkan berbagai strategi lain untuk diterapkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini. 

Berikan Dorongan Lebih

Demi membuat orang terdorong untuk memasukkan alamat e-mail mereka pada kolom opt-in, Anda harus memberikan motivasi kepada mereka. Motivasi ini bentuknya bermacam-macam. Pastikan hal tersebut bernilai sepadan dengan alamat e-mail yang diberikan pengunjung. Berikut adalah beberapa opsi yang bisa Anda pilih:

  1. Tawaran Diskon

Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka mendapat potongan harga. Banyak pelaku bisnis e-commerce yang menjanjikan diskon tambahan atau penawaran eksklusif melalui e-mail sehingga pengunjung website mau memberikan alamat e-mail mereka.

  1. Mengadakan Kontes

Kontes merupakan cara yang cukup efektif untuk menghasilkan banyak sign up, tetapi mereka mungkin tidak akan tertarik menerima e-mail promosi atau membeli produk Anda. Ada beberapa aplikasi dan layanan yang bisa Anda gunakan untuk mengantisipasi hal ini, seperti Incentivibe dan ViralSweep. Perlu diingat bahwa Anda harus lebih fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas.

  1. Giveaway Konten Gratis

Jika tidak berencana memberikan diskon atau mengadakan kontes, Anda masih bisa memberikan tawaran menarik melalui konten eksklusif yang berharga dan relevan dengan target audiens Anda. Melalui konten tersebut, Anda bisa “mengarahkan” mereka untuk membeli produk Anda. Misalnya, Anda menjual buku melalui website. Anda bisa menawarkan konten berupa beberapa bab pertama dari buku best seller yang dijual. 

Membuat Landing Page yang Efektif

Setelah memutuskan tawaran yang hendak diberikan, kini saatnya Anda membuat landing page yang sepenuhnya bertujuan untuk membuat orang-orang melakukan subscribe pada mailing list Anda. Untuk itu, landing page Anda harus memiliki headline yang bersifat persuasif, testimoni sebagai bukti penguat, teks atau video tentang tawaran Anda, keuntungan bergabung dengan mailing list, dan tentunya kolom opt-in.

Mengarahkan Traffic pada Landing Page

Seefektif apapun landing page yang Anda buat, usaha Anda akan sia-sia apabila tidak ada orang yang mengunjunginya. Akibatnya, mailing list Anda pun tak kunjung mendapatkan “penghuni” baru. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi?

  1. Cantumkan link pada Profil Media Sosial

Twitter memiliki fitur “pinned tweet” di mana Anda bisa membuat salah satu tweet Anda berada di bagian atas rentetan tweets lainnya. Dengan begitu, ketika seseorang membuka profil Twitter Anda, pinned tweet menjadi hal yang pasti mereka lihat setelah bio dan foto profil. Anda bisa mencantumkan link menuju landing page pada sebuah tweet, lalu pilih opsi “pin this tweet” pada tweet tersebut.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama pada halaman Facebook Anda. Menariknya lagi, Facebook bahkan mengizinkan Anda untuk menggunakan button CTA. Manfaatkan hal tersebut dan cantumkan link menuju landing page. Lakukan hal ini secara kreatif. Gunakan gambar atau hal lain yang dapat menarik perhatian target audiens Anda.

  1. Beriklan Menggunakan Google AdWords dan Facebook Ads

Apabila Anda kesusahan dalam mendapatkan traffic dan mengembangkan mailing list, cara termudah dan tercepat yang bisa Anda lakukan adalah dengan beriklan. Namun, pastikan Anda memiliki budget khusus. Jika belum pernah melakukan hal ini atau pengalaman Anda cenderung minim dalam beriklan, sebaiknya Anda riset terlebih dulu tentang online advertising agar uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.

Pada dasarnya, iklan yang dipasang secara online akan ditujukan pada target audiens yang benar-benar membutuhkan produk Anda sebagai solusi. Sebagai contoh, Anda memiliki bisnis penjualan buku dan landing page Anda menawarkan beberapa bab awal dari salah satu buku best seller yang dijual. Maka, iklan online Anda akan ditargetkan untuk para penggemar buku dari penulis tersebut.

  1. Link di Dalam Postingan Blog

Masih menggunakan contoh penjualan buku yang sama, Anda menulis postingan blog tentang biografi dari penulis buku best seller tersebut. Di dalamnya, Anda bisa mencantumkan link menuju landing page dengan tawaran di atas. Hal ini disebut juga dengan “content upgrade”. Dengan adanya tawaran tersebut, pembaca Anda kemungkinan besar akan meng-klik link menuju landing page dan memasukkan alamat e-mail mereka demi bisa men­­-download tawaran.

  1. Link di Dalam E-mail

Sebagai pemilik website, Anda pasti akan mengirimkan banyak e-mail. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk mencantumkan link menuju landing page dan membuat semakin banyak orang mengunjunginya. Sebaiknya, Anda mencantumkan link tersebut pada bagian e-mail signature. Di sini jugalah biasanya orang-orang mencantumkan CTA dan penawaran terbaru mereka.

Pertimbangkan Judul Opt-in

Selain lokasi penempatan opt-in, judul atau headline yang digunakan pun memegang peranan tidak kalah penting. Anda harus bisa menarik perhatian pengunjung website melalui judul opt-in hanya dalam waktu kurang dari delapan detik. Jelaskan manfaat atau keuntungan yang akan mereka dapatkan setelah mendaftar. Misalnya, Anda berjualan produk penurun berat badan organik. Judul “Dapatkan Tips Menurunkan Berat Badan Hingga 10 kg dalam 2 Bulan” tentu akan lebih menarik dibandingkan hanya “Mari langganan newsletter dari kami”.

Memanfaatkan Media Sosial

Seperti yang dikatakan sedikit sebelumnya, e-mail mungkin cenderung “jadul” apabila dibandingkan dengan platform media sosial, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa menggunakannya secara berdampingan. Penerapan yang tepat akan membuat usaha mengembangkan e-mail list menjadi efektif. 

Mengandalkan Facebook Page

Anda bisa menggunakan halaman Facebook atau Facebook Page untuk mempromosikan penawaran yang membutuhkan pemberian alamat e-mail. Promosikan tawaran tersebut pada timeline Anda dan pastikan Anda mencantumkan button untuk social sharing menuju landing page. Dengan begitu, Anda telah “mendorong” orang-orang untuk membagi penawaran tersebut.

Menambah Button CTA pada Halaman Bisnis Facebook

Inilah salah satu kelebihan Facebook yang dapat menguntungkan kampanye digital marketing Anda. Pada halaman bisnis Facebook, Anda bisa mencantumkan button CTA, yang letaknya berada di sebelah button “like”. Anda bisa me-link button CTA tersebut menuju landing page yang membutuhkan alamat e-mail untuk bisa mengakses tawaran yang diberikan.

Twitter dan LinkedIn

Melalui Twitter, Anda dapat menciptakan kampanye untuk mempromosikan tawaran yang bisa didapatkan dengan memberikan alamat e-mail. Dengan fitur promoted tweet, Anda bahkan bisa mempromosikan tawaran selain ke followers Anda. Sedangkan, LinkedIn memungkinkan Anda untuk mem-publish link menuju landing page pada halaman perusahaan Anda atau melalui berbagai diskusi grup yang relevan. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan etika dan waktu agar Anda tidak dianggap melakukan spamming.

Menggunakan Pinterest untuk Promosi

Pinterest mungkin bukan menjadi platform utama yang dipilih orang-orang untuk melakukan digital marketing, namun ternyata media sosial satu ini cukup efektif untuk mengembangkan e-mail list. Hal ini sudah dilakukan oleh HubSpot. Mereka membuat sebuah board khusus di Pinterest yang berisi cover-cover dari e-book marketing mereka. Melalui board tersebut, mereka bisa mendapatkan leads baru dan mengembangkan e-mail list.

Memaksimalkan Channel YouTube

Anda mungkin sudah pernah mendengar betapa efektifnya video sebagai media penyampaian konten untuk digital marketing. Bahkan berdasarkan laporan 2015 State of Digital Marketing yang dilakukan oleh Web Marketing 123, sekitar 70% dari enam ratus marketer yang berpartisipasi mengatakan bahwa video merupakan platform paling efektif untuk menyampaikan konten marketing.

Jika Anda memiliki channel YouTube, inilah saatnya Anda mengoptimalkannya untuk mengembangkan e-mail list. Anda bisa mencantumkan CTA dan URL pada video-video Anda untuk mendorong orang agar segera melakukan sign up atau subscribe. Jangan lupa sertakan link menuju landing page pada bagian kolom deskripsi.

Melakukan A/B Testing

A/B testing, atau yang bisa disebut juga sebagai split testing, adalah pengujian dua elemen berbeda dalam kondisi yang sama untuk mendapatkan performa website terbaik. Sebagai contoh, Anda ingin memunculkan opt-in dalam bentuk pop-up dengan dua headline berbeda. Dengan menerapkan A/B testing, Anda bisa mengetahui headline mana yang berhasil memberikan tingkat konversi paling tinggi. Selain headline, elemen-elemen lain yang juga bisa Anda tes adalah, gambar, teks, desain, button CTA, subjudul, lokasi opt-in, dan lain sebagainya.

Ada beberapa layanan website yang menyediakan fitur A/B testing bawaan sehingga Anda bisa melakukannya secara lebih praktis. Tetapi bagi yang tidak, Anda masih bisa melakukannya dengan menggunakan layanan pihak ketiga lain. Sebenarnya, penerapan A/B testing tidaklah wajib. Tetapi demi mengetahui penempatan opt-in yang paling efektif, desain yang paling interaktif, atau headline yang menarik paling banyak subscribers, maka tidak ada salahnya mengerahkan usaha lebih untuk melakukan A/B testing ini.

 

Meskipun kini sepertinya penggunaan media sosial untuk digital marketing semakin merajalela, e-mail masih relevan untuk digunakan. Untuk itu, Anda harus memiliki mailing list yang terus berkembang dan up-to-date. Dengan begitu, setiap e-mail marketing yang Anda kirimkan akan tepat sasaran dan tidak sia-sia. Semakin berkembang mailing list Anda, semakin tinggi kemungkinan tingkat penjualan yang akan terjadi. Cara-cara di atas akan membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Selamat mencoba!

Page 1 of 2
1 2