Instagram for Marketing: Mengidentifikasi Tujuan

Apapun bidangnya, setiap bisnis harus memiliki tujuan yang pasti. Misalnya, tujuan Anda membuka bisnis online adalah ingin membeli mobil atau menyicil rumah. Tujuan akan membuat Anda lebih semangat dalam menjalankan sesuatu. Jika misalnya Anda patah arang di tengah jalan, tujuan tersebut lah yang akan membuat Anda kembali bersemangat untuk berjuang. Begitu juga ketika Anda memutuskan untuk membuat akun Instagram, harus ada tujuan khusus yang ditetapkan.

Dengan 400 juta pengguna aktif setiap bulannya, tugas Anda hanya mengambil hati sekitar 0,001% atau sekitar 400 ribu orang untuk menjadi followers Anda. Tetapi, apakah dengan banyaknya followers tersebut, tujuan Anda membuat akun Instagram sudah tercapai?

Memberikan Brand Awareness

Sebagai contoh, bayangkan Anda memiliki bisnis cuci sepatu.

Sebelum mengumpulkan followers, ada satu hal penting yang sebaiknya Anda lakukan terlebih dulu, yakni memberikan brand awareness. Usahakan setiap orang yang melihat akun Instagram Anda, langsung mengetahui bahwa bisnis Anda adalah cuci sepatu, baik dari melihat foto profil Anda sampai nama bisnis yang memorable. Mengenai foto profil, Anda harus membuat logo unik agar orang yang melihat langsung hapal bahwa bisnis Anda adalah cuci sepatu. Begitu halnya dengan nama bisnis, buat seunik mungkin agar para calon pelanggan memiliki brand awareness terhadap brand Anda.

Lalu bagaimana cara mengukur sejauh mana brand awareness bisnis Anda? Coba Anda membuka beberapa website Instagram analytics yang gratis di internet, kemudian lihat bagaimana perkembangan followers, jumlah likes, sampai jumlah interaksi. Semakin naik statistik tersebut, itu berarti brand awareness Anda meningkat.

Memberikan Traffic ke Dalam Website

Setelah membahas brand awareness, sekarang kita berlanjut ke poin kedua yaitu memberikan traffic ke dalam website. Jika semua transaksi yang ada di bisnis Anda diharuskan melalui website, berarti poin ini adalah tujuan kedua yang harus Anda capai. Beberapa bisnis memang tidak bisa dilakukan di Instagram, misalnya bisnis cuci sepatu Anda yang mengharuskan pelanggan mendaftar terlebih dahulu melalui website. Jadi menarik sebanyak-banyak traffic ke dalam website akan membuat penjualan Anda tercapai.

Untuk mengetahui seberapa banyak traffic dari Instagram yang masuk ke dalam website Anda, Anda bisa memasang Google Analytics terlebih dahulu. Lalu perhatikan sektor traffic, dan Anda bisa melihat jumlah traffic yang masuk melalui Instagram. Bandingkan setiap bulan, apakah terjadi kenaikan atau tidak.

Penjualan

Sepertinya hal satu ini menjadi tujuan dari setiap bisnis, termasuk yang dilakukan melalui Instagram. Bisnis mana yang tidak ingin memiliki penjualan tinggi, bukan? Mari mengibaratkan bisnis cuci sepatu Anda baru menginjak usia dua bulan dengan rata-rata penjualan dua pasang sepatu selama seminggu. Karena sudah memiliki Instagram, Anda harus mendapatkan target penjualan naik menjadi tujuh pasang sepatu selama seminggu.

Dengan adanya target penjualan seperti ini, berarti Anda harus benar-benar serius untuk membesarkan akun Instagram Anda. Jika Anda terus konsisten untuk melakukan posting, membalas komen, dan melakukan promosi, tentu target brand awareness, followers, traffic serta penjualan akan naik secara cepat.

 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menentukan tujuan Anda dalam menggunakan Instagram terkait dengan keperluan bisnis. Setiap bisnis tentu memiliki tujuan yang berbeda. Apapun itu, semoga Instagram bisa menjadi platform yang tepat untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut.