Panduan Instagram Ads untuk Pemula

Pertama kali rilis pada tahun 2010, kini Instagram telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif setiap bulannya. Hal tersebut menjadikan Instagram sebagai salah satu platform media sosial yang paling efektif digunakan untuk keperluan digital marketing.

Hingga akhirnya pada bulan September 2015 lalu, Instagram pun meluncurkan fitur Instagram Ads bagi para pelaku bisnis. Anda dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengembangkan following Instagram dan mengarahkan traffic menuju website. Terlebih, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Forrester, Instagram ternyata mampu menghasilkan tingkat engagement lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Facebook, Twitter, dan LinkedIn.

Salah satu keunggulan Instagram Ads adalah bentuk iklan yang terlihat hampir tidak berbeda dari postingan foto biasa, membuatnya tidak terkesan invasif apabila dibandingkan dengan tipe iklan digital marketing yang lain. Meski begitu, membuat iklan pada platform apapun membutuhkan banyak pertimbangan, begitu juga halnya dengan Instagram Ads. Lalu, hal apa saja yang harus Anda lakukan untuk membuat Instagram Ads pertama Anda?

Tiga Jenis Instagram Ads

Berdasarkan panduan yang tercantum dalam business.instagram.com, ada tiga jenis Instagram Ads yang bisa Anda buat, yakni:

  1. Photo Ads: Beriklan dalam bentuk foto untuk memaksimalkan aspek
  2. Video Ads: Beriklan dalam bentuk video berdurasi maksimal tiga puluh detik dengan format
  3. Carousel Ads: Beriklan dalam format foto berjumlah lebih dari satu yang bisa di-swipe oleh audiens. Anda juga bisa mencantumkan button Call-to-Action (CTA).

Isu pada Aspek “Link”

Salah satu isu yang kerap dikemukakan terkait dengan penggunaan Instagram untuk berjualan adalah sulitnya membuat audiens mengunjungi website brand. Pasalnya, Anda tidak bisa mencantumkan links yang clickable pada postingan Anda. Alhasil, Anda harus mengarahkan audiens pada link yang ada di bagian bio. Untuk itu, Anda pun harus melakukan update terhadap link secara konsisten, terutama jika ada produk-produk baru yang hendak dijual.

Mungkin memang terdengar cukup rumit, tetapi nyatanya Instagram masih menjadi sumber traffic dan penjualan yang besar bagi banyak perusahaan. Bahkan menurut riset terakhir, Instagram justru menjadi sumber traffic paling sukses, Seluruh traffic yang masuk pada riset tersebut berasal dari link bio Instagram.

Kabar baiknya, hal tersebut tidak akan Anda alami jika menggunakan Instagram Ads. Melalui fitur tersebut, Anda bisa mencantumkan link menuju website pada postingan iklan Anda. Biasanya, para pebisnis menggunakan button CTA dengan kata-kata seperti “learn more”, “visit website”, “buy now”, dan lain sebagainya untuk menarik perhatian target audiens di Instagram.

Cara Membuat Instagram Ads

Jika sudah pernah membuat iklan dengan Facebook Ads, kemungkinan besar Anda tidak akan merasa asing dengan Instagram Ads. Sejak Facebook mengakuisisi Instagram pada tahun 2012 silam, kedua platform tersebut pun mudah dikoneksikan sehingga pengaturan Facebook dan Instagram Ads dibedakan oleh beberapa klik saja. Jadi, walaupun tujuan Anda adalah beriklan melalui Instagram Ads, seluruh pengaturan budgeting, scheduling, dan lain sebagainya dilakukan melalui platform Facebook.

Untuk menggunakan Instagram Ads, Anda membutuhkan sebuah halaman Facebook yang khusus ditujukan bagi keperluan bisnis, brand, dan organisasi. Sedangkan, akun Facebook biasa digunakan untuk kepentingan pribadi. Maka dari itu, sebelum melakukan promosi melalui Instagram Ads, Anda harus log in pada akun Facebook khusus advertising. Setelah itu, baru Anda bisa mulai mengatur Instagram Ads melalui cara-cara berikut ini. 

  1. Pilih Perangkat Editor dan Ciptakan Kampanye

Anda bisa membuat Instagram Ads menggunakan beberapa perangkat berbeda, yakni Ads Manager, Power Editor, atau Facebook Ads API. Ketika memilih perangkat, Anda harus mempertimbangkan ukuran bisnis dan jumlah iklan yang akan Anda luncurkan. Apabila Anda berencana melaksanakan kampanye berskala besar, Power Editor dapat menjadi perangkat yang paling tepat digunakan. Namun, biasanya, mayoritas marketer lebih sering menggunakan Ads Manager, jadi perangkat inilah yang akan dijadikan contoh dalam tulisan ini.

Setelah memilih perangkat editor untuk Instagram Ads, Anda akan diberi opsi untuk melihat seluruh kampanye atau membuat baru. Karena baru memulai Instagram Ad, maka pilih opsi untuk membuat kampanye baru.

  1. Tentukan Tujuan

Dalam membuat Instagram Ads, Anda akan diminta untuk memilih tujuan dari beberapa pilihan yang disediakan. Agar iklan Anda dapat memenuhi syarat untuk bisa tampil di Instagram, Anda harus memilih tujuan dari daftar yang ada, yaitu meningkatkan postingan, mengarahkan audiens menuju website, meningkatkan konversi pada website, membuat audiens meng-install aplikasi, meningkatkan engagement, dan mendapat views pada video.

Setelah memilih salah satu di antaranya, Anda akan diminta untuk memberikan nama pada kampanye promosi yang dilakukan. Sekilas, tahap ini mungkin terdengar simpel, tetapi Anda tidak boleh menyepelekannya. Usahakan untuk memilih nama yang tidak terlalu spesifik agar bisa digunakan pada berbagai Instagram Ads selanjutnya.

  1. Tentukan Audiens Anda

Apabila baru menggunakan Instagram Ads untuk pertama kalinya, kemungkinan besar Anda belum mengetahui audiens mana yang harus ditarget. Pada dasarnya, hal ini bisa dipelajari seiring dengan berjalannya waktu, jadi saat masa awal seperti ini, Anda mungkin harus mengandalkan insting dan berbagai data yang sudah Anda miliki.

Pada tahap ini, Anda akan menemukan beberapa opsi kategori untuk membantu Anda dalam melakukan targeting audiens. Beberapa di antaranya adalah lokasi, usia, jenis kelamin, bahasa, edukasi, pekerjaan, status finansial, perilaku, koneksi, ketertarikan, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sebuah fitur bernama “custom audience” untuk menjangkau orang-orang yang sebelumnya pernah berinteraksi dengan bisnis Ands. Ada pula fitur “looakalike audience” untuk menjangkau orang-orang baru di Facebook yang memiliki kesamaan dengan target audiens Anda.

Instagram Ads pun memungkinkan Anda untuk menyimpan pengaturan target audiens yang Anda ciptakan untuk digunakan lagi pada kemudian hari. Hal ini dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda yang sedang dalam tahap bereksperimen dan ingin mengingat target audiens seperti apa yang Anda gunakan untuk kampanye tertentu.

Apabila ingin lebih detail lagi, Anda bisa melakukan break down pada bagian “detailed targeting”. Cari demografis, ketertarikan, dan perilaku berbeda yang bisa diterapkan pada target audiens Anda. Facebook juga menyediakan fitur bernama “audience definition gauge” yang memberikan feedback terhadap seberapa luas atau sempit jangkauan audiens Anda, sekaligus estimasi jumlah reach iklan Anda.

  1. Atur Penempatan Instagram Ads

Langkah satu ini menjadi hal yang membedakan pengaturan antara Facebook Ads dan Instagram Ads. Pada bagian “placement”, Anda akan dihadapkan pada lima pilihan, yakni mobile news feed, Instagram, audience network, desktop news feed, dan desktop right column. Karena tujuan Anda adalah melakukan promosi melalui Instagram Ads, maka Anda hanya bisa memilih “Instagram” sebagai satu-satunya opsi. Anda tidak bisa memilih keempat opsi lain, yang biasanya diterapkan pada Facebook Ads.

  1. Tentukan Budget dan Jadwal Posting

Ada dua opsi utama yang bisa Anda pilih untuk budget, yakni daily budget dan lifetime budget. Daily budget memungkinkan iklan Anda untuk terus berjalan sepanjang hari. Artinya, sistem algoritma Instagram akan menghitung budget yang harus Anda keluarkan per hari. Perlu diingat bahwa Instagram Ads memiliki jumlah daily budget minimum, yang biasanya berkisar pada angka US$ 1.00. Sementara itu, lifetime budget mengatur iklan Anda untuk berjalan pada periode waktu tertentu sehingga sistem algoritma akan mengukur budget berdasarkan periode tersebut.

Selain budget, ada pula aspek schedule yang harus Anda atur dalam bagian yang sama. Anda akan diminta untuk menentukan kapan kampanye Instagram Ads Anda mulai dan berakhir. Penentuan ini bersifat spesifik hingga hitungan menit. Instagram Ads juga menyediakan parameter sehingga iklan Anda hanya muncul selama jam-jam tertentu dalam sehari atau hari-hari khusus dalam waktu seminggu. Anda bisa menemukan opsi tersebut pada bagian “Ad Scheduling”. 

Pada seksi “Budget & Schedule”, Anda juga diminta untuk mengisi bagian “Optimization for Ad Delivery”. Anda memiliki tiga opsi yang berpengaruh pada siapa saja pengguna Instagram yang akan melihat iklan Anda, yaitu:

  • Link Clicks: Instagram Ads Anda akan dipasang berdasarkan tujuan mendapatkan clicks paling banyak menuju website dengan harga terendah. Pemasangannya didasarkan pada sistem algoritma.
  • Impressions: Instagram Ads Anda akan dipasang pada feed orang-orang selama mungkin. Jika pernah melihat Instagram Ads muncul pada feed Anda sepanjang hari, kemungkinan besar brand tersebut menggunakan opsi ini.
  • Daily Unique Reach: Instagram Ads Anda akan dipasang pada feed orang-orang sebanyak sekali dalam sehari. Mereka mungkin akan melihat iklan Anda beberapa kali, tetapi tidak dalam hari yang sama.

Selain itu, ada pula bagian “bid amount” di mana Anda bisa memastikan seberapa efektif Instagram Ads yang diterbitkan. Anda bisa memilih opsi manual atau automatic. Jika memilih opsi automatic, Anda hanya bergantung pada algoritma Facebook dalam menyampaikan iklan. Di sisi lain, opsi manual memungkinkan Anda menentukan harga untuk setiap klik pada link. Apabila sebuah klik berarti besar bagi Anda, cobalah mengatur bid yang lebih tinggi dari jumlah rekomendasi. Dengan begitu, Instagram Ads Anda akan lebih diutamakan dari kompetitor dengan bid yang lebih rendah.

Sedangkan, untuk pengaturan delivery schedule, Anda memiliki dua opsi yang bisa dipilih, yakni standard dan accelerated. Apabila opsi standard menampilkan Instagram Ads Anda sepanjang hari, maka opsi accelerated akan membantu Anda menjangkau audiens secara lebih cepat dengan menerapkan sistem iklan yang time-sensitive.

  1. Penambahan Elemen Kreatif

Pada tahap inilah kreativitas Anda diasah. Anda akan diminta menentukan bagaimana Instagram Ads Anda akan terlihat, tergantung dari tujuan Anda dalam memasang iklan. Opsi ini sudah dijelaskan sebelumnya, yakni foto tunggal, video tunggal, atau foto lebih dari satu dengan sistem swipe yang dinamakan “Carousel”.

Jika sudah menentukan tipe iklan yang hendak dipasang, Facebook menyarankan Anda untuk tidak menyertakan teks lebih dari 20%. Pada banyak kasus, biasanya sebuah iklan dengan lebih dari 20% teks tidak akan dianggap layak untuk dipasang. Tipe foto harus menggunakan format .jpeg atau .png. Beberapa hal lain yang juga harus Anda perhatikan adalah:

Teks atau Caption:

  • Rekomendasi: 125 karakter
  • Maksimal: 2.200 karakter

Untuk Instagram Ads berbentuk persegi:

  • Rekomendasi ukuran foto: 1080 x 1080 pixel
  • Resolusi minimal: 600 x 600 pizel
  • Rasio foto: 1:1

Untuk Instagram Ads berbentuk landscape:

  • Rekomendasi ukuran foto: 1200 x 628 pixel
  • Resolusi minimal: 600 x 600 pixel
  • Rasio: 1:1
  1. Atur Halaman dan Links

Pilih halaman Facebook dari akun yang ingin Anda gunakan untuk menampilkan Instagram Ads meskipun Anda tidak berencana memasangnya pada Facebook. Anda wajib menghubungkan akun Instagram dengan Facebook Ads Anda. Jika bisnis Anda tidak memiliki akun Instagram, Anda masih bisa menggunakan Instagram Ads melalui halaman Facebook. Tapi, nama dan foto profil pada halaman Facebook akan digunakan untuk merepresentasikan bisnis Anda dalam Instagram Ads.

Setelah itu, cantumkan URL website untuk menjaring lebih banyak traffic. Ada pula kolom headline dan caption yang perlu Anda isi untuk memaksimalkan performa iklan. Melalui Instagram Ads, Anda diberi pilihan untuk menyertakan button CTA atau tidak. Jika memilih untuk menyertakannya, Anda tidak bisa menentukan button sendiri karena Instagram Ads sudah menyediakan beberapa opsi untuk Anda. Ketika semua sudah terisi dan gambar siap di-upload, lakukan preview untuk memastikan ahar seluruh aspek terlihat baik.

  1. Kirimkan Pesanan

Sudah memastikan segala elemen pada Instagram Ads Anda teratur sesuai rencana? Kini saatnya Anda membuat order dengan menekan tombol “Place Order” berwarna hijau. Selalu lakukan pengecekan, terutama jika Instagram Ads Anda berpotensi untuk dilihat oleh audiens besar. Jika Anda ingin mengutus seseorang dari tim Anda untuk kembali mengecek iklan sebelum diterbitkan, atur schedule Anda untuk memberikan waktu delay, tapi tetap tekan tombol “Place Order” tersebut. Jika tidak, Anda akan berisiko kehilangan seluruh pengaturan yang telah dilakukan.

  1. Laporan Performa Instagram Ads

Begitu iklan sudah berjalan di Instagram, penting bagi Anda untuk mengawasi performanya. Kabar baiknya, Anda bisa kembali mengedit iklan yang sudah terbit. Jadi, seandainya Anda menemukan kesalahan atau foto yang Anda pasang tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan, Anda bisa menarik Instagram Ads, mengedit beberapa elemen yang dibutuhkan, lalu kembali dipasang. Anda bisa melihat hasil pemasangan Instagram Ads melalui dua perangkat, yakni The Facebook Ads Manager atau software marketing Anda.

Khusus untuk perangkat Ads Manager, Anda bisa melihat overview dari seluruh kampanye Instagram Ads Anda. Selain itu, ada pula beberapa kategori yang memungkinkan Anda untuk menganalisis laporan secara lebih spesifik, yakni performa, engagement, video, website, aplikasi, event, clicks, dan setting.

 

Melalui Instagram Ads, Anda bisa melakukan promosi brand dengan cara yang lebih smooth, mengingat bahwa tampilan iklannya tidak jauh berbeda dari postingan biasa. Semoga panduan di atas dapat membantu Anda dalam membuat Instagram Ads untuk pertama kalinya.

Perlu diingat bahwa hasilnya mungkin tidak bisa didapatkan secara instan, jadi Anda harus bersabar dan rutin mengedit Instagram Ads apabila ditemukan hal-hal yang sekiranya kurang memberikan performa baik. Namun, seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar jumlah pengguna aktif Instagram akan bertambah, yang tentu berpengaruh positif bagi kelangsungan promosi brand Anda melalui Instagram Ads.

Bagi pemilik bisnis online, dukung promosi Instagram Ads Anda dengan perangkat digital marketing lain dari StoreMantap. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk-produk kami, yakni e-commerce, POS by StoreMantap, dan SM Keyboard, dengan mendatangi event Jawa Timur (Jatim) Fair pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. StoreMantap siap menjawab segala pertanyaan Anda terkait dengan produk dan layanan kami di booth nomor 159. Kami tunggu kehadiran Anda!