Apa yang harus Anda Jual Melalui Bisnis Toko Online?

Membangun sebuah bisnis baru mungkin menjadi hal yang paling seru untuk Anda sebagai seorang pebisnis. Bila Anda berencana untuk membuat bisnis baru, mungkin Anda dapat mencoba bisnis toko online. Bisnis toko online dewasa ini sedang naik daun. Berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat semakin membuat bisnis toko online meraih puncaknya.

Bisnis toko online memiliki keunggulan yang luar biasa. Anda tidak perlu membuka toko fisik untuk menjual produk Anda. Selain itu, Anda juga dapat dengan mudah menjangkau pelanggan-pelanggan dari jauh, bukan hanya pelanggan terdekat seperti halnya toko konvensional. Ini belum termasuk dengan sistem promosi yang mudah dan murah serta menjangkau kalangan-kalangan tertentu sehingga promosi produk jadi tepat sasaran.

Sayangnya, tidak semua produk cocok untuk dijual secara online. Contohnya saja, makanan-makanan yang cepat basi. Pelanggan Anda terbatas pada pelanggan-pelangan pre-order saja. Belum lagi ditambah dengan persaingan-persaingan toko online besar seperti Tokopedia atau Elevenia yang semakin menambah persaingan penjualan.

Lantas, produk yang seperti apa yang cocok untuk dijual melalui bisnis toko online? Sebenarnya mudah memilih produk yang cocok untuk dijual di toko online. Apa yang Anda butuhkan hanyalah 8 pendekatan berikut ini.

1.  Cari Peluang dari Keywords

Bukan lagi suatu rahasia bila organic search traffic merupakan celah pemasaran yang cukup besar, bahkan tidak terpengaruh jarak. Hal ini dapat Anda jadikan cara untuk mencari peluang produk yang cocok dijual melalui bisnis online. Setiap organic search traffic yang muncul pasti didasarkan oleh keyword tertentu. Di sinilah kesempatan ini dapat dibangun.

Pencarian peluang melalui keyword dapat dibangun berdasarkan tiga hal:

  • Kata kunci yang digunakan orang – mencakup kata kunci yang sekiranya sering digunakan oleh kebanyakan orang.
  • Volume – adalah seberapa banyak orang yang menggunakan kata kunci tersebut di mesin pencari. Semakin besar volume yang muncul pada suatu keyword, maka semakin populer kata kunci tersebut. Dari sini Anda dapat mengetahui peminat suatu produk, apakah produk tersebut banyak atau tidak.
  • Kompetitor – seberapa ketat persaingan dalam suatu keyword.

Pendekatan ini membutuhkan pemahaman mendasar tentang bagaimana mencari keyword yang baik serta penggunaan SEO pada situs toko online Anda, baik itu konten maupun landing page.

Strategi ini merupakan strategi efektif guna mendapatkan organic traffic yang konsisten dari mesin pencari seperti Google atau Bing. Hal tersebut sangat bermanfaat apabila Anda merencanakan pemasaran produk dengan model penjualan dropship (model pemasaran sebagai perantara; Anda meminta supplier untuk mengirimkan produknya ke customer Anda dengan mencantumkan identitas Anda sebagai pengirim).

2.  Bangun Brand yang Menarik dan Unik

Mencari produk yang tepat untuk dapat dijual di toko online bisa juga dilakukan dengan mulai membangun brand yang menarik dan unik. Meski sama-sama mencari pengunjung dan likers, membangun brand menarik dan unik sama sekali berbeda dengan melakukan pendekatan SEO. Ketika membangun pendekatan brand menarik, Anda harus benar-benar memahami bagaimana pelanggan Anda selagi membangun brand unik yang wajib melekat di dalam kepala setiap pelanggan Anda.

Salah satu contoh terbaik untuk pendekatan ini adalah dbrand. dbrand memproduksi cut skins untuk smartphone, laptop, hingga konsol game. Sedikit demi sedikit mereka mampu membangun brand mereka dengan pencapaian 64.000 fans di laman Facebook fanpage mereka menggunakan cara berkomunikasi yang unik dengan pelanggannya. Mulai dari membuat meme-meme lucu hingga memposting status-status lucu berhasil meningkatkan dbrand ke puncak industri. dbrand mempelajari apa yang disukai oleh penggemarnya, kemudian memproduksi cut skin yang berhubungan dengan kesukaan penggemar. Selain itu, interaksi yang unik dengan pelanggan mereka juga dapat membangun fans sehingga pasar menjadi lebih besar.

Katakanlah produk-produk kesukaan penggemar Anda memiliki banyak pesaing. Agar jauh dari persaingan sengit, tentunya Anda harus memikirkan produk lain yang dapat menggantikan produk tersebut. Alternatifnya adalah dengan membuat produk yang unik dan berbeda dari produk lain. Misalnya, produk kesukaan fans Anda adalah lampu tidur karakter yang terbuat dari benang. Carilah benda lain yang dapat menggantikan benang sebagai material dasar, kertas atau plastik mungkin. Intinya produk tersebut hanya ada dari Anda dan peminat hanya dapat membelinya dari Anda. Tentu saja yang masih sesuai dengan karakter minat penggemar brand Anda.

3. Cari Tahu Titik Sakit Pelanggan

Mengatasi titik sakit para pelanggan selalu jadi cara terbaik untuk membuat produk Anda terjual dengan cepat. Sebut saja obat sakit kepala, yang tidak akan laku bila sakit kepala tidak terasa sakit. Atau mungkin kursi pijat otomatis yang mungkin tidak akan terjual satu pun bila tubuh yang kelelahan tidak terasa menyiksa. Kesimpulannya, titik sakit dapat menjadi daya tarik utama.

Namun, titik sakit bukan selalu sakit secara fisik, melainkan sesuatu yang membuat pelanggan Anda merasa frustasi atau lelah dengan sesuatu hal. Contoh sederhananya adalah raket nyamuk yang mampu membebaskan pelanggan dari serangan nyamuk yang membuat tidur terasa tidak nyaman.

Contoh konkritnya adalah Jing yang membuat Pro Teeth Guard untuk orang yang memiliki masalah dengan gigi yang menggeretak ketika tidur. Jing paham bahwa hal ini berimbas pada rusaknya gigi penderita yang akhirnya membawa pelanggannya menghabiskan banyak uang untuk membayar tagihan dokter gigi. Dari situlah Jing menciptakan pelindung gigi ini untuk membantu para pelanggannya.

Luangkanlah beberapa menit untuk memikirkan titik sakit atau mungkin gangguan kecil dalam kehidupan Anda sehari-hari. Biasanya, masalah yang timbul di kehidupan sehari-hari memberikan inspirasi untuk ide bagus Anda selanjutnya. Orang-orang dengan masalah yang sama akan menemukan bahwa produk Anda adalah jawaban bagi masalah mereka selama ini. Bukan tidak mungkin produk Anda ini akan jadi viral di sosial media sehingga mendapatkan attensi yang cukup luas dari banyak orang dengan titik sakit yang sama.

4.  Cari Tahu Kegemaran Pelanggan

Hampir sebagus, bahkan lebih baik dari memecahkan masalah pada titik sakit pelanggan, memahami kegemaran pelanggan dapat juga jadi pedoman untuk membuat produk yang cocok bagi mereka. ketika seseorang menggemari sesuatu, pasti dia rela menghabiskan uang lebih hanya untuk membeli kegemaran mereka. Sebut saja penggila game card tertentu yang bahkan mau membeli selembar kartu dengan harga selangit. Keuntungan lain dari pendekatan ini adalah interaksi yang lebih dalam dengan pelanggan yang berimbas pada kesetiaan pelanggan Anda.

Salah satu contoh yang tepat adalah kecintaan seseorang terhadap fotografi. Karena keranjingan mengambil gambar yang sempurna, penggemar fotografi pun rela mengumpulkan uang untuk membeli kamera idaman. Dirasa belum cukup, tak jarang penggemar fotografi melengkapi kamera tersebut dengan tripod atau lensa yang lebih baik dari lensa standar bawaan kamera. Harga kelengkapan kamera tersebut juga tidak murah. Sebut saja lensa yang harganya bisa sampai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Kadang juga, lensa merk tertentu tidak dapat digunakan dengan kamera merk lain sehingga hal tersebut menimbulkan kesetiaan pelanggan terhadap merk kamera tertentu. 

5.  Sejalan dengan Hobi Sendiri

Beberapa orang mengatakan bahwa mendirikan bisnis baru dengan produk yang sejalan dengan hobi diri sendiri merupakan salah satu faktor bangkrutnya suatu perusahaan. Namun, tidak jarang terbukti bahwa menjual produk yang sejalan dengan hobi sendiri dapat sukses dengan cepat dan mudah.

Mendirikan suatu bisnis toko online baru pasti butuh banyak tenaga dan kesabaran. Anda mungkin saja melalui “jalan berbatu” yang menghalangi Anda untuk maju dan mengembangkan bisnis toko online Anda. Di sinilah peran kesukaan terhadap hobi atau inner passion mampu membangkitkan semangat meskipun sedang dalam kondisi bisnis yang sedang lesu. Tetap bersemangat dan selalu termotivasi merupakan kunci untuk membangun dan mendirikan bisnis dari waktu ke waktu. Seperti orang bilang, jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, Anda tidak perlu bekerja lagi sepanjang hidup Anda karena itu memang hobi Anda.

Salah satu orang yang punya produk berkat hobi adalah Eric Bandholz, founder dari BeardBrand. Awalnya, BeardBrand merupakan blog diskusi yang membahas tentang bisnis dan strategi penjualan. Namun, hobinya terhadap jenggot tanpa sengaja merembet ke blog miliknya. Seketika itu juga dia membangun bisnis ecommerce di situs yang berbeda dan menjual beragam produk-produk yang berkaitan dengan perawatan jenggot.

Moorea Seal adalah contoh lain yang berhasil mengubah passion mereka menjadi toko online yang sukses. Di tahun 2010, Moorea merupakan seniman full-time yang tinggal di Seattle dan bekerja “serabutan” di bidang kreatif mulai dari blogging, bisnis perhiasan, illustrator sambilan, dan desain grafik. Akhir 2012, Moorea pensiun dari dunia desain dan menghabiskan banyak waktunya untuk fokus ke passionnya, bisnis aksesoris. Di tahun 2013, Moorea membuka Moorea Seal Shop yang jadi pusat perhiasan handmade dari seniman-seniman perhiasan terbaik di Amerika Serikat. Moorea memilih seniman-seniman tersebut sendiri sesuai dengan yang dia suka. Kurang dari setahun, toko online Moorea Seal meraih untuk besar dan sering muncul di berbagai blog dan publikasi antara lain The Huffington Post, Design Sponge, dan Babble.

6.  Cari Kekurangan Sebuah Produk

Istilahnya mencari kesempatan dalam kesempitan. Anda pasti mengerti, tidak semua produk sempurna, bahkan produk-produk kelas dunia sekalipun. Celah ini yang kemudian dapat Anda masuki untuk menciptakan sebuah produk yang bermanfaat sehingga pengguna produk tersebut pasti membutuhkan produk Anda untuk menyempurnakan kinerjanya. Semakin populer sebuah produk, maka potensi produk penyempurna Anda untuk terjual laris semakin besar. Biasanya, celah ini muncul sebagai upaya memperbaharui fitur sebuah produk yang memiliki sebuah kekurangan dan tidak disadari oleh kompetitor Anda atau bahkan calon pelanggan Anda.

Untuk mencari kekurangan sebuah produk, Anda bisa melihatnya dari review-review pembeli yang muncul di situs-situs toko online besar seperti Amazon atau eBay. Carilah solusi terbaik untuk memperbaiki kekurangan tersebut, kemudian jadikanlah sebuah produk.

Contoh pebisnis toko online yang sukses dengan metode ini adalah Chaim Pikarski. Chaim memulai bisnisnya dengan melihat produk-produk yang paling populer di toko online besar seperti Amazon dan eBay, kemudian secara berhati-hati membaca bagian komentar untuk mencari kekurangan serta gap fitur yang diposting oleh pembeli. Dengan informasi ini, Chaim mulai mengkontak pabrikan di Tiongkok dan membuat produk penyempurnanya. Chaim pun melakukan proses ini hingga ribuan kali. Salah satu produknya adalah Hipo Shower Radio yang mampu digunakan untuk streaming audio ketika mandi dan menjawab telepon.

7.  Keahlian Anda Juga Bisa Dijual

Pernahkah Anda bekerja di sebuah perusahaan? Apakah pengalaman bekerja di perusahaan tersebut membuat Anda mengerti seluk beluk bisnis tersebut? Inilah keuntungan yang dapat Anda gunakan untuk membuat sebuah produk. Pengalaman-pengalaman kerja Anda pasti membuat Anda ahli dalam bidang tertentu. Mungkin saja, tidak banyak orang yang menguasai bidang tersebut sehingga untuk masuk ke pasar tidaklah sulit. Yang harus Anda lakukan hanya menyesuaikan keahlian tersebut dengan kebutuhan pasar sehingga terciptalah produk yang hanya Anda sendiri yang punya. Bukan tidak mungkin produk tersebut merupakan produk yang sulit diduplikasi.

Orang yang sukses dengan metode ini adalah Jonathan Snook. Snook merupakan ahli dibidang desain dan pengembangan web. Pengalaman kerjanya selama bertahun-tahun serta ilmu-ilmu yang diterimanya selama bekerja membuatnya mencoba merilis buku yang bertemakan web development dan CSS berjudul SMACCS, Scalable and Modular Architecture for CSS. Buku ini laris di pasaran karena banyak orang yang butuh ilmu tersebut untuk mengembangkan website mereka secara baik. Belum lagi dengan para mahasiswa jurusan tertentu yang butuh ilmu dan referensi dari buku-buku teknis seperti ini.

Selain Snook, Jillian Michael juga punya cara yang sama dalam mengembangkan sebuah produk. Memanfaatkan keahliannya dalam bidang fitness dan penurunan berat badan, Michael mengembangkan dan menjual produk-produk yang berkaitan dengan kedua hal tersebut, termasuk DVD, buku, hingga peralatan fitness. Itu belum termasuk merchandise apparel yang didesain berdasarkan brand Michael.

8.  Produk yang Sedang Tren Saat Ini

Mengandalkan produk yang mulai tren di kalangan masyarakat mampu membuat bisnis baru melesat dengan cepat. Intinya bagaimana Anda mempersiapkan produk tersebut secepat mungkin sebelum kompetitor masuk dengan produk yang sama. Dengan demikian, dalam pikiran pelanggan, Anda-lah yang mengawali bisnis tersebut sebelum orang lain. Selain itu, mengawali tren juga dapat berimbas pada SEO situs Anda dan membuat situs tersebut naik ke puncak search engine lebih cepat dan lebih mudah.

Cara ini pernah dilakukan oleh Flockstocks beberapa tahun yang lalu. Mereka tahu bahwa tren bulu unggas sebagai hair extension berpotensi akan berkembang pesat jauh sebelum hair extension tersebut muncul di pasaran. Sebelum mengalokasikan dana untuk membeli barang, Sophie Kovic mencoba pasar dengan membuat website. Hasilnya, 11 penjualan dalam waktu 4 jam saja. Potensi besar ini tidak disia-siakan begitu saja oleh Kovic. Segera dia membuka website sendiri untuk produknya dan dapat diprediksi, barang tersebut laris manis di pasaran.

 

Itulah tadi beberapa cara untuk menentukan barang apa yang harus Anda jual di toko online Anda. Catat di pikiran Anda bahwa memilih produk yang tepat merupakan cara efektif untuk menentukan kesuksesan bisnis Anda kedepannya. Persaingan yang ketat dalam produk-produk paling populer dan paling umum membuat pemilihan produk sangat penting demi kelancaran bisnis Anda. Jangan takut untuk menengok kategori produk yang kurang umum. Meskipun kecil, celah tersebut memiliki sedikit kompetitor dengan pelanggan yang lebih tertarget. Kompetisi yang lebih kecil mampu memudahkan Anda menaikkan trafik ke puncak search engine dan biasanya jadi iklan yang lebih efektif serta efisien untuk pelanggan Anda.