Mengembangkan E-mail List untuk Bisnis

Apabila dibandingkan dengan media sosial, e-mail mungkin terkesan “jadul” untuk digunakan sebagai salah satu alat digital marketing. Meski begitu, hingga kini e-mail masih banyak digunakan untuk melangsungkan promosi karena memiliki beberapa keuntungan tersendiri, mulai dari sistemnya yang tidak ter-filter oleh algoritma seperti Facebook atau Instagram, tidak tertutupi oleh update dari orang lain, hingga memberikan Return of Investment (ROI) dan tingkat konversi yang cukup tinggi.

Sayangnya, riset yang dilakukan oleh HubSpot menunjukkan bahwa database pada e-mail marketing mengalami penurunan sekitar 22,5% setiap tahunnya. Karenanya, sebagai seorang marketer, Anda harus terus menambah kontak e-mail secara rutin sehingga kampanye marketing melalui e-mail dapat berjalan efektif. Dengan kata lain, sekarang lah saat yang tepat bagi Anda untuk mengembangkan e-mail list demi kemajuan bisnis Anda.

Pemasangan Kolom Opt-in

Untuk mengembangkan e-mail list, Anda harus memastikan bahwa target audiens dapat melakukan sign up secara mudah dan menyenangkan. Penawaran yang Anda berikan haruslah singkat, padat, dan jelas. Anda membutuhkan sebuah kolom opt-in untuk melakukannya. Opt-in adalah kata-kata yang dirangkai sedemikian rupa dan dicantumkan pada kotak sign up. Hampir seluruh website bisnis memilikinya, tapi tidak semua berhasil memaksimalkannya.

Nah, salah satu elemen penting untuk mengoptimalkan penggunaan opt-in adalah peletakkan yang strategis. Jadi, di mana Anda harus meletakkan opt-in pada website bisnis Anda? Berikut adalah beberapa rekomendasinya.

Header atau Bar Navigasi

Terkadang, Anda tidak membutuhkan terlalu banyak kata untuk mengajak orang melakukan sign up atau subscribe. Beberapa website melakukan hal ini dengan mencantumkan sebaris kalimat singkat di dalam kotak opt-in mereka, jadi sekilas bentuknya mirip seperti fitur search. Namun, kalimat tersebut juga bisa berfungsi sebagai Call-to-Action (CTA). Misalnya, Anda bisa menuliskan kalimat “Subscribe to newsletter” atau “Sign up for extra content” pada sebaris kotak di mana pengunjung website dapat memasukkan e-mail mereka. Tipe opt-in seperti ini cocok diletakkan pada bagian header atau bar navigasi.

Sidebar

Anda juga bisa meletakkan opt-in pada bagian sidebar dengan kalimat yang lebih panjang untuk mempromosikan konten gratis atau hal lain yang Anda tawarkan pada calon penghuni mailing list Anda. Anggaplah Anda mempunyai website untuk menjual sepatu. Anda bisa menuliskan kalimat “Ingin mendapat diskon tambahan?” sebagai headline dari opt-in Anda. Di bawahnya, dengan ukuran font lebih kecil, tuliskan deskripsi singkat dan minta pengunjung untuk memberikan alamat e-mail mereka.

Halaman “Tentang Kami”

Anda pasti memiliki halaman khusus untuk menjelaskan identitas perusahaan dan bisnis yang Anda jalankan, bukan? Biasanya, hal tersebut tercantum pada halaman “About Us” atau “Tentang Kami”. Di situ pulalah umumnya para marketer menuliskan berbagai kelebihan atau keuntungan dari produk mereka. Penjelasan tersebut bisa membuat mereka tertarik untuk belajar lebih jauh lagi tentang bisnis Anda sehingga mereka pun akan melakukan sign up atau subscribe. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut untuk meletakkan opt-in pada halaman ini, mulai dalam bentuk kotak kecil dengan CTA singkat atau kolom yang lebih besar.

Di Dalam Postingan Blog

Jika seorang pengunjung membaca suatu postingan blog hingga akhir kata, kemungkinan besar mereka menikmati konten Anda dan siap untuk melakukan aksi tertentu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya meletakkan opt-in di dalam postingan blog sehingga para pengunjung tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca konten.

Footer Website

Cara kerjanya mirip seperti postingan blog. Apabila pengunjung terus melakukan scroll hingga bagian akhir halaman, kemungkinan besar ia merasa tertarik, entah terhadap produk, desain website, atau hal lain. Manfaatkan hal tersebut dengan meletakkan opt-in pada bagian footer website Anda.

Halaman Checkout

Terkadang, cara terbaik untuk membangun e-mail list bisa sesederhana melakukan penjualan. Kini, mayoritas layanan e-mail marketing bisa diintegrasikan dengan toko online Anda, baik menggunakan fitur integrasi built-in atau melalui aplikasi pihak ketiga, yang memungkinkan Anda untuk menambah pelanggan ke dalam e-mail list setelah mereka melakukan pembelian.

Pop-up Form

Beberapa orang mungkin akan merasa terganggu dengan kemunculan kolom opt-in yang tiba-tiba. Tetapi jika dilakukan dengan benar, opt-in dalam bentuk pop-up dapat sangat efektif. Sebelumnya, pastikan Anda memiliki hal yang menarik untuk ditawarkan, misalnya seperti konten ekstra atau diskon untuk produk. Dengan adanya hal tersebut, Anda pun memiliki “hak” untuk memamerkannya melalui opt-in berbentuk pop-up.

Meningkatkan Jumlah Sign Up

Usaha Anda untuk mengembangkan e-mail list tidak berhenti begitu saja pada peletakkan opt-in. Percuma saja meletakkan opt-in jika para pengunjung website tetap mengabaikannya. Bagaimana pun juga, Anda masih harus membuat para subscriber tertarik untuk melakukan pembelian. Untuk itu, Anda membutuhkan berbagai strategi lain untuk diterapkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini. 

Berikan Dorongan Lebih

Demi membuat orang terdorong untuk memasukkan alamat e-mail mereka pada kolom opt-in, Anda harus memberikan motivasi kepada mereka. Motivasi ini bentuknya bermacam-macam. Pastikan hal tersebut bernilai sepadan dengan alamat e-mail yang diberikan pengunjung. Berikut adalah beberapa opsi yang bisa Anda pilih:

  1. Tawaran Diskon

Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka mendapat potongan harga. Banyak pelaku bisnis e-commerce yang menjanjikan diskon tambahan atau penawaran eksklusif melalui e-mail sehingga pengunjung website mau memberikan alamat e-mail mereka.

  1. Mengadakan Kontes

Kontes merupakan cara yang cukup efektif untuk menghasilkan banyak sign up, tetapi mereka mungkin tidak akan tertarik menerima e-mail promosi atau membeli produk Anda. Ada beberapa aplikasi dan layanan yang bisa Anda gunakan untuk mengantisipasi hal ini, seperti Incentivibe dan ViralSweep. Perlu diingat bahwa Anda harus lebih fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas.

  1. Giveaway Konten Gratis

Jika tidak berencana memberikan diskon atau mengadakan kontes, Anda masih bisa memberikan tawaran menarik melalui konten eksklusif yang berharga dan relevan dengan target audiens Anda. Melalui konten tersebut, Anda bisa “mengarahkan” mereka untuk membeli produk Anda. Misalnya, Anda menjual buku melalui website. Anda bisa menawarkan konten berupa beberapa bab pertama dari buku best seller yang dijual. 

Membuat Landing Page yang Efektif

Setelah memutuskan tawaran yang hendak diberikan, kini saatnya Anda membuat landing page yang sepenuhnya bertujuan untuk membuat orang-orang melakukan subscribe pada mailing list Anda. Untuk itu, landing page Anda harus memiliki headline yang bersifat persuasif, testimoni sebagai bukti penguat, teks atau video tentang tawaran Anda, keuntungan bergabung dengan mailing list, dan tentunya kolom opt-in.

Mengarahkan Traffic pada Landing Page

Seefektif apapun landing page yang Anda buat, usaha Anda akan sia-sia apabila tidak ada orang yang mengunjunginya. Akibatnya, mailing list Anda pun tak kunjung mendapatkan “penghuni” baru. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi?

  1. Cantumkan link pada Profil Media Sosial

Twitter memiliki fitur “pinned tweet” di mana Anda bisa membuat salah satu tweet Anda berada di bagian atas rentetan tweets lainnya. Dengan begitu, ketika seseorang membuka profil Twitter Anda, pinned tweet menjadi hal yang pasti mereka lihat setelah bio dan foto profil. Anda bisa mencantumkan link menuju landing page pada sebuah tweet, lalu pilih opsi “pin this tweet” pada tweet tersebut.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama pada halaman Facebook Anda. Menariknya lagi, Facebook bahkan mengizinkan Anda untuk menggunakan button CTA. Manfaatkan hal tersebut dan cantumkan link menuju landing page. Lakukan hal ini secara kreatif. Gunakan gambar atau hal lain yang dapat menarik perhatian target audiens Anda.

  1. Beriklan Menggunakan Google AdWords dan Facebook Ads

Apabila Anda kesusahan dalam mendapatkan traffic dan mengembangkan mailing list, cara termudah dan tercepat yang bisa Anda lakukan adalah dengan beriklan. Namun, pastikan Anda memiliki budget khusus. Jika belum pernah melakukan hal ini atau pengalaman Anda cenderung minim dalam beriklan, sebaiknya Anda riset terlebih dulu tentang online advertising agar uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.

Pada dasarnya, iklan yang dipasang secara online akan ditujukan pada target audiens yang benar-benar membutuhkan produk Anda sebagai solusi. Sebagai contoh, Anda memiliki bisnis penjualan buku dan landing page Anda menawarkan beberapa bab awal dari salah satu buku best seller yang dijual. Maka, iklan online Anda akan ditargetkan untuk para penggemar buku dari penulis tersebut.

  1. Link di Dalam Postingan Blog

Masih menggunakan contoh penjualan buku yang sama, Anda menulis postingan blog tentang biografi dari penulis buku best seller tersebut. Di dalamnya, Anda bisa mencantumkan link menuju landing page dengan tawaran di atas. Hal ini disebut juga dengan “content upgrade”. Dengan adanya tawaran tersebut, pembaca Anda kemungkinan besar akan meng-klik link menuju landing page dan memasukkan alamat e-mail mereka demi bisa men­­-download tawaran.

  1. Link di Dalam E-mail

Sebagai pemilik website, Anda pasti akan mengirimkan banyak e-mail. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk mencantumkan link menuju landing page dan membuat semakin banyak orang mengunjunginya. Sebaiknya, Anda mencantumkan link tersebut pada bagian e-mail signature. Di sini jugalah biasanya orang-orang mencantumkan CTA dan penawaran terbaru mereka.

Pertimbangkan Judul Opt-in

Selain lokasi penempatan opt-in, judul atau headline yang digunakan pun memegang peranan tidak kalah penting. Anda harus bisa menarik perhatian pengunjung website melalui judul opt-in hanya dalam waktu kurang dari delapan detik. Jelaskan manfaat atau keuntungan yang akan mereka dapatkan setelah mendaftar. Misalnya, Anda berjualan produk penurun berat badan organik. Judul “Dapatkan Tips Menurunkan Berat Badan Hingga 10 kg dalam 2 Bulan” tentu akan lebih menarik dibandingkan hanya “Mari langganan newsletter dari kami”.

Memanfaatkan Media Sosial

Seperti yang dikatakan sedikit sebelumnya, e-mail mungkin cenderung “jadul” apabila dibandingkan dengan platform media sosial, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa menggunakannya secara berdampingan. Penerapan yang tepat akan membuat usaha mengembangkan e-mail list menjadi efektif. 

Mengandalkan Facebook Page

Anda bisa menggunakan halaman Facebook atau Facebook Page untuk mempromosikan penawaran yang membutuhkan pemberian alamat e-mail. Promosikan tawaran tersebut pada timeline Anda dan pastikan Anda mencantumkan button untuk social sharing menuju landing page. Dengan begitu, Anda telah “mendorong” orang-orang untuk membagi penawaran tersebut.

Menambah Button CTA pada Halaman Bisnis Facebook

Inilah salah satu kelebihan Facebook yang dapat menguntungkan kampanye digital marketing Anda. Pada halaman bisnis Facebook, Anda bisa mencantumkan button CTA, yang letaknya berada di sebelah button “like”. Anda bisa me-link button CTA tersebut menuju landing page yang membutuhkan alamat e-mail untuk bisa mengakses tawaran yang diberikan.

Twitter dan LinkedIn

Melalui Twitter, Anda dapat menciptakan kampanye untuk mempromosikan tawaran yang bisa didapatkan dengan memberikan alamat e-mail. Dengan fitur promoted tweet, Anda bahkan bisa mempromosikan tawaran selain ke followers Anda. Sedangkan, LinkedIn memungkinkan Anda untuk mem-publish link menuju landing page pada halaman perusahaan Anda atau melalui berbagai diskusi grup yang relevan. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan etika dan waktu agar Anda tidak dianggap melakukan spamming.

Menggunakan Pinterest untuk Promosi

Pinterest mungkin bukan menjadi platform utama yang dipilih orang-orang untuk melakukan digital marketing, namun ternyata media sosial satu ini cukup efektif untuk mengembangkan e-mail list. Hal ini sudah dilakukan oleh HubSpot. Mereka membuat sebuah board khusus di Pinterest yang berisi cover-cover dari e-book marketing mereka. Melalui board tersebut, mereka bisa mendapatkan leads baru dan mengembangkan e-mail list.

Memaksimalkan Channel YouTube

Anda mungkin sudah pernah mendengar betapa efektifnya video sebagai media penyampaian konten untuk digital marketing. Bahkan berdasarkan laporan 2015 State of Digital Marketing yang dilakukan oleh Web Marketing 123, sekitar 70% dari enam ratus marketer yang berpartisipasi mengatakan bahwa video merupakan platform paling efektif untuk menyampaikan konten marketing.

Jika Anda memiliki channel YouTube, inilah saatnya Anda mengoptimalkannya untuk mengembangkan e-mail list. Anda bisa mencantumkan CTA dan URL pada video-video Anda untuk mendorong orang agar segera melakukan sign up atau subscribe. Jangan lupa sertakan link menuju landing page pada bagian kolom deskripsi.

Melakukan A/B Testing

A/B testing, atau yang bisa disebut juga sebagai split testing, adalah pengujian dua elemen berbeda dalam kondisi yang sama untuk mendapatkan performa website terbaik. Sebagai contoh, Anda ingin memunculkan opt-in dalam bentuk pop-up dengan dua headline berbeda. Dengan menerapkan A/B testing, Anda bisa mengetahui headline mana yang berhasil memberikan tingkat konversi paling tinggi. Selain headline, elemen-elemen lain yang juga bisa Anda tes adalah, gambar, teks, desain, button CTA, subjudul, lokasi opt-in, dan lain sebagainya.

Ada beberapa layanan website yang menyediakan fitur A/B testing bawaan sehingga Anda bisa melakukannya secara lebih praktis. Tetapi bagi yang tidak, Anda masih bisa melakukannya dengan menggunakan layanan pihak ketiga lain. Sebenarnya, penerapan A/B testing tidaklah wajib. Tetapi demi mengetahui penempatan opt-in yang paling efektif, desain yang paling interaktif, atau headline yang menarik paling banyak subscribers, maka tidak ada salahnya mengerahkan usaha lebih untuk melakukan A/B testing ini.

 

Meskipun kini sepertinya penggunaan media sosial untuk digital marketing semakin merajalela, e-mail masih relevan untuk digunakan. Untuk itu, Anda harus memiliki mailing list yang terus berkembang dan up-to-date. Dengan begitu, setiap e-mail marketing yang Anda kirimkan akan tepat sasaran dan tidak sia-sia. Semakin berkembang mailing list Anda, semakin tinggi kemungkinan tingkat penjualan yang akan terjadi. Cara-cara di atas akan membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Selamat mencoba!