Segmentasi E-mail untuk Meningkatkan Engagement

pexels-photo-30814

Membahas e-mail marketing tak jauh halnya dari segmentasi pasar. E-mail marketing sudah diterapkan oleh banyak pebisnis di dunia. Namun tak banyak yang tahu bahwa sering kali e-mail marketing dilakukan dengan cara yang salah: mengirimkan email yang sama untuk semua orang di mailing list. Padahal, tidak semua orang di mailing list memiliki kesukaan yang sama. Sebagai contoh, ketika Anda mengirimkan e-mail promosi baju bayi, tentu pelanggan pria tidak akan melirik e-mail tersebut sedikit pun.

Lalu, bagaimana cara membagi segmentasi pasar? Hal ini tergantung pada jenis retail Anda sendiri. Berikut ini adalah beberapa segmentasi pasar yang dapat Anda terapkan untuk bisnis Anda.

Segmentasi Berdasarkan Jenis Pelanggan

Segmentasi berdasarkan jenis pelanggan maksudnya adalah membagi pelanggan berdasarkan lamanya pelanggan menjadi subscriber toko online Anda. Tentu hal ini akan memudahkan Anda sebagai pebisnis untuk menyapa pelanggan sehingga tidak terasa monoton. Ada empat kategori yang dapat Anda jadikan patokan, antara lain:

  • Pelanggan potensial: pelanggan yang belum pernah melakukan pembelian;
  • Pelanggan baru: pelanggan yang baru saja melakukan pembelian pertama;
  • Pelanggan setia: pelanggan yang sering melakukan pembelian; serta
  • Pelanggan tidak aktif: pelanggan yang tidak pernah melakukan pembelian lagi dalam jangka waktu yang lama.

Pembagian ini akan membantu Anda menawarkan diskon-diskon Anda atau program Anda lainnya, misalnya diskon untuk pelanggan baru atau hadiah gratis untuk pelanggan setia.

Segmentasi Berdasarkan Ketertarikan Pelanggan

Cara lain untuk melakukan segmentasi pasar, khususnya untuk bisnis yang menjual beragam produk, adalah dengan menarget ketertarikan pelanggan. Misalnya, Anda menjual produk untuk hewan peliharaan. Mailing list yang Anda punya pasti terdiri dari pemilik anjing, pemilik kucing, dan lain sebagainya. Ketika mengirimkan e-mail dengan isi yang sama, tentu hal ini tidaklah efektif.

Akan lebih baik bila Anda dapat men-track pelanggan yang membuka e-mail marketing Anda. Dengan begitu, Anda akan memahami perilaku pelanggan dan memberikannya penawaran yang lebih cocok dengan pelanggan Anda.

Segmentasi Berdasarkan Lokasi Pelanggan

Lokasi pelanggan juga sangat berpengaruh terhadap penjualan. Misalnya, Anda memiliki toko fisik di suatu kota, mungkin Anda harus mengirimkan e-mail tentang event yang sedang berlangsung di toko Anda kepada pelanggan yang berada di kota yang sama atau sekitarnya. Hal ini tidak akan efektif bila Anda mengirimkan e-mail kepada pelanggan yang berlokasi jauh dari toko Anda.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan penawaran yang sesuai dengan lokasi pelanggan Anda. Misalnya, lokasi pelanggan berada di daerah yang dingin, tentu Anda akan menawarkan baju-baju hangat, bukannya baju tipis yang kurang nyaman dikenakan saat cuaca dingin. Data lokasi pelanggan bisa Anda dapatkan dari alamat billing statement atau alamat pengiriman.

Segmentasi Berdasarkan Engagement

Anda juga dapat membagi pelanggan Anda berdasarkan intensitas engagement yang mereka lakukan. Aktivitas-aktivitas pelanggan tentu memengaruhi isi konten yang Anda kirimkan ke e-mail mereka. Misalnya, subscriber Anda tidak pernah melakukan aktivitas apapun selama kurang lebih tiga bulan setelah pembelian pertama. Anda dapat menyapanya dengan mengatakan bahwa Anda rindu kepadanya.

Anda juga perlu memisahkan subscriber yang tidak aktif dari mailing list Anda. Hal ini akan membantu Anda mengurangi biaya blasting e-mail yang umumnya dihitung berdasarkan jumlah kontak yang dikirimkan.

 

Itulah beberapa segmentasi yang dapat Anda terapkan pada e-mail marketing Anda. Ingat, lakukan email marketing seefektif mungkin agar kerugian karena blasting email tanpa hasil dapat terhindarkan.

Leave a Reply