Meningkatkan Online Presence Bisnis Anda

Bagi sebagian orang, penetrasi market online kerap dianaktirikan. Karena terlena dengan keuntungan di bisnis offline, biasanya para pebisnis akan malas untuk terjun di bisnis online. Alasannya bermacam-macam, ada yang menganggap bahwa bisnis online terlalu hambar dan tidak jelas pasarnya hingga kesuksesan bisnis online yang relatif kecil.

Alasan tersebut memang bisa diterima dan memang risiko terjun di bisnis online adalah penentuan market yang salah dan mudah bangkrut. Kesalahan tersebut sebenarnya bisa diminimalisir dengan melihat apa saja potensi dari bisnis Anda dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Di dalam artikel kali ini, sekarang kita akan menjelaskan tentang bagaimana cara meningkatkan online presence atau kesuksesan di pasar online.

Market Produk Adalah yang Utama

Tidak hanya di pasar offline atau online, mengetahui market produk adalah kunci utama. Hampir 96% bisnis tidak akan berlanjut setelah sepuluh tahun berjalan karena produknya tidak mempunyai masa depan dan kalah bersaing dengan produk lain. Jadi, usahakan Anda mempunyai riset yang sangat mendalam mengenai riset produk, apakah produk ini laku di pasaran, siapa target market Anda, berapa harga jualnya, siapa pesaing Anda dan sampai berapa lama produk Anda ini akan laku di pasaran.

Karyawan Adalah Keluarga

Jika Anda mempunyai banyak karyawan, usahakan setiap karyawan tersebut bisa saling bekerja sama. Di dalam sebuah bisnis, kerja sama adalah hal yang sangat penting, tidak hanya sekadar menyelesaikan pekerjaan sendiri. Apakah bagian penjualan sudah bekerja sama dengan bagian media sosial? Atau bagian marketing sudah bekerja sama dengan tim online? Perlakukanlah karyawan sebagai keluarga, ajak mereka mengenal satu sama lain dan adakan meeting mingguan atau bahkan dwi mingguan.

Buat Website yang Sangat User Friendly

Market online Anda akan bertambah ketika website Anda mempunyai user experience (UX) yang sangat memudahkan pelanggan Anda. Menurut Forrester Research, hampir 50% pengunjung website akan keluar ketika di halaman pertama tidak menemukan apa yang mereka cari. Jadi, usahakan Anda memberikan UX yang bagus di dalam website Anda. Jika Anda harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memperbaiki UX, ini akan menjadi investasi yang sangat baik.

Buat Fitur Premium Produk atau Premium User

Jika Anda mempunyai pelanggan yang cukup loyal, Anda harus memberikan keistimewaan bagi mereka. Entah itu diskon produk, promo produk tertentu, atau keuntungan lainnya. Ini akan membuat pelanggan merasa spesial dan mereka akan kembali lagi ke toko Anda. Selain premium user, Anda juga harus membuat premium produk. Guna dari premium produk ini adalah agar pelanggan Anda tidak bingung dengan varian produk. Dengan adanya premium produk, para pelanggan bisa mengerti mana produk yang ternyata bagus.

 

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan online presence bisnis Anda. Semoga beberapa cara di atas mampu membantu menyukseskan bisnis Anda secara online. Tentu tidak ada kesuksesan yang bisa diraih semalam, jadi tetaplah konsisten dan jangan pantang menyerah.

Pentingnya E-mail Marketing untuk Bisnis Anda

Mengembangkan bisnis memang tidak terbatas pada inovasi saja, melainkan juga tentang bagaimana Anda memanfaatkan teknologi yang ada untuk beradaptasi dengan bisnis saat ini. Selain website, Anda juga wajib memanfaatkan e-mail marketing untuk bisnis Anda. E-mail marketing adalah teknik marketing yang mengedepankan penggunaan e-mail kepada para pelanggan. Lantas, apa pentingnya penggunaan e-mail marketing untuk bisnis Anda?

Email Adalah Cara Mudah untuk Menjangkau Pelanggan Mobile

Saat ini adalah zamannya teknologi mobile, artinya pelanggan Anda mungkin tidak selalu berada di depan komputer untuk melihat produk Anda. Salah satu cara yang tepat untuk beradaptasi dengan hal ini adalah menggunakan e-mail marketing. Menariknya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Per Research Center, di Amerika Serikat ada sekitar 52% pengguna ponsel lebih memilih untuk membuka e-mail mereka melalui ponsel. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Forrester Research menemukan bahwa 42% e-mail dari retailer dibuka melalui smartphone, sedangkan 17% sisanya dibuka melalui tablet. Ini artinya, penggunaan e-mail marketing sebagai media promosi akan sangat membantu Anda menjangkau pelanggan dengan efektif.

Selain itu, penggunaan e-mail juga lebih unggul bila dibandingkan dengan SMS. Ini karena e-mail menerapkan sistem gratis bagi para konsumen, sedangkan SMS bisa saja ditarik biaya. Belum lagi dengan konten yang dapat dimasukkan dalam pesan, di mana e-mail bisa menampung lebih banyak konten, lengkap dengan gambarnya.

Cara Efektif untuk Menginformasikan kepada Pelangggan

E-mail marketing adalah cara yang sangat efektif untuk membantu pemilik bisnis dan pelanggan tetap terhubung dengan baik. Bahkan, sering kali pelanggan mencari promosi e-mail marketing yang dikirimkan oleh brand atau gerai lokal kesukaan mereka. Biasanya, mereka mencari kupon atau informasi potongan harga dari e-mail tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Loyalty 360 menemukan bahwa 58% ibu-ibu di Amerika Serikat pasti akan men-subscribe akun e-mail mereka ketika mendapatkan rewards.

Selain itu, e-mail marketing juga merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan produk Anda ke pelanggan. Caranya, Anda dapat mengirimkan video atau foto di e-mail marketing yang menjelaskan tentang produk Anda. Dengan begitu, pelanggan akan merasa dihargai dan terkoneksi dengan pebisnis karena diinformasikan tentang produk tersebut.

Cara Menyalurkan Kupon Online serta Mengarahkan Pembelian secara Online

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nielsen menyebutkan bahwa 27% pelanggan online men-subscribe e-mail mereka untuk mendapatkan diskon. Hal ini didukung dengan data yang dihimpun oleh Deloitte yang menemukan bahwa 65% konsumen menganggap bahwa kupon yang dikirimkan dari e-mail sangat penting ketika berbelanja online. Fakta ini tentu akan memengaruhi pendapatan retailer dengan semakin banyaknya pelanggan yang membeli di retail mereka.

Penggunaan kupon online ini akan membantu pebisnis untuk menaikkan jumlah pembelian secara online. Kupon online tentu harus digunakan ketika berbelanja secara online. Di sini, Anda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk mengarahkan pembelian ke situs Anda sekaligus memperkenalkan situs Anda kepada publik. Dengan begitu, retail online Anda akan semakin ramai dikunjungi.

 

Itulah beberapa alasan penting yang mengharuskan Anda untuk menggunakan e-mail marketing dalam bisnis Anda. Beradaptasi dengan teknologi adalah salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda. Bila bisa berkembang dengan baik, kenapa tidak dimanfaatkan?

5 Hal Penting tentang Konten Marketing yang Perlu Anda Ketahui

Konten marketing sekarang menjadi salah satu alat utama untuk mengangkat bisnis baru ataupun bisnis yang sudah kelas kakap. Konten marketing adalah teknik membuat suatu pemasaran yang dapat mendorong pelanggan untuk tertarik dengan bisnis atau jasa Anda. Di dalam sebuah konten marketing, ada banyak sekali faktor yang dapat membuat campaign Anda berhasil atau tidak. Ada banyak sekali orang yang salah kaprah dengan konten marketing. Jadi, sebelum Anda ikut salah kaprah Anda harus melihat 5 hal penting tentang konten marketing di bawah ini.

Fokus kepada Pelanggan

Fokus dari konten marketing tidak terletak pada Anda sebagai pemilik brand, melainkan pelanggan Anda. Anda tentu tidak perlu ikut-ikutan dalam promosi di dalam konten marketing, yang harus Anda lakukan adalah bagaimana para pelanggan Anda tahu tentang konten Anda. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui demografis dan market dari calon pelanggan Anda sebelum memulai menciptakan konten marketing.

Dan Ini Tidak Gratis

Jangan Anda pikir untuk membuat konten marketing Anda tidak perlu mengeluarkan uang. Mungkin Anda bisa menulis artikel atau membuat grafis sendiri, tetapi tentu Anda tidak bisa melakukan itu semuanya sendiri, bukan? Yang harus Anda lakukan adalah selalu membuat konten marketing yang dinamis. Jadi Anda harus membutuhkan penulis, desain grafis, atau merekrut orang untuk terjun langsung ke ranah media sosial.

Original

Nah, banyak sekali para pemilik bisnis di Indonesia yang sulit untuk membuat karya yang original. Malah kebanyakan meniru iklan di luar negeri atau bahkan di dalam negeri sekali pun. Padahal, semakin original karya Anda, percayalah akan semakin banyak orang yang respect dengan usaha Ada. Ketika konten marketing Anda sudah diluncurkan, jangan terlalu cepat puas atau bahkan cepat putus asa karena konten marketing Anda tidak laku. Yang harus Anda lakukan adalah menunggu dan melakukan riset apa saja yang kurang dari konten marketing Anda tersebut. Memperbanyak riset akan membuat Anda dengan mudah mendapatkan konten yang original.

Cocok untuk Segala Bisnis

Kata siapa konten marketing hanya ditujukan untuk startup atau hanya bisnis kelas besar? Konten marketing bisa diterapkan oleh siapa saja dan untuk segala bisnis. Mulai dari bisnis kecil menengah sampai bisnis yang sudah besar sekali pun. Walaupun Anda mempunyai bisnis baru, menjalankan konten marketing secara sederhana juga tidak salahnya.

Visual

Ini juga yang sering menjadi salah kaprah orang terhadap konten marketing. Konten marketing tidak hanya soal artikel yang bagus atau SEO. Konten marketing juga sangat berhubungan dengan visual. Anda harus tahu seperti apa bisnis Anda, apakah cocok menggunakan konten dengan visual atau hanya artikel. Tetapi hampir sebagian besar bisnis akan cocok dengan visual. Jadi jangan takut untuk mengeluarkan uang dalam investasi meng-hire desainer grafis.

 

Bagaimana, sudah mengetahui beberapa hal penting tentang konten marketing? Konten marketing yang baik tentunya juga harus ditunjang dengan website yang responsif dan baik. Untuk mewujudkannya, Anda bisa mendatangi StoreMantap di acara Jatim Fair 2016 yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Kami siap melayani Anda di booth nomor 159. Jangan lewatkan perilisan produk terbaru kamu pula, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Kami tunggu kehadiran Anda!

Bounce Rate: Panduan untuk Pemula dan Cara Mengatasinya

Kami ibaratkan Anda mempunyai toko sembako di depan rumah. Toko tersebut umurnya masih tiga bulan dan Anda belum banyak mempunyai pelanggan tetap. Setiap hari toko Anda didatangi sebanyak 50 orang, tetapi ternyata yang membeli hanya 30 orang, sisanya hanya melihat-lihat saja. Total 20 orang ini adalah bounce rate, mereka hanya masuk melihat-lihat kemudian keluar. Padahal seharusya Anda meminimalisir jumlah bounce rate yang masuk ke dalam toko Anda.

Itulah sedikit perumpamaan apa sih yang dimaksud dengan bounce rate ketika Anda mempunyai website. Banyak orang khususnya para pelaku UKM yang baru saja membuat website tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan bounce rate. Padahal seharusnya mereka mengetahui jumlah bounce rate setiap bulannya dan meminimalisir jumlah bounce rate untuk meningkatkan jumlah penjualan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail apa yang dimaksud dengan bounce rate, bagaimana analytic menghitung bounce rate dan tentu bagaimana cara mengatasinya. Walaupun pengunjung website Anda bisa mencapai ratusan ribu setiap bulannya, tetapi jika jumlah bounce rate bisa mencapai angka 50% lebih, berarti bisa dibilang website Anda tersebut tidak sehat.

Apa itu Bounce Rate?

Bounce rate adalah presentasi jumlah pengunjung yang meninggalkan website Anda setelah membuka satu halaman saja. Misalnya pengunjung membuka halaman utama website Anda, kemudian tidak membuka halaman lainnya, itu termasuk bounce rate. Padahal seharusnya pengunjung dapat berselancar ke dalam website Anda, mulai dari meng-klik halaman lain atau sampai membeli barang/jasa Anda.

Ada banyak sekali faktor yang membuat bounce rate Anda membengkak. Mulai dari faktor navigasi website Anda yang tidak bagus, website Anda lemot sampai pengunjung tidak menemukan apa yang dicarinya. Tenang, kita akan membahas satu per satu masalah tersebut. Tetapi sebelum itu, kita akan belajar bagaimana cara menghitung bounce rate dan berapa sih bounce rate yang ideal itu?

Cara Menghitung Bounce Rate

Kami sudah mengasumsikan bahwa di dalam website Anda sudah terpasang Google Analytics. Di dalam navigasi Google Analytics, Anda akan melihat Sessions, Users, Pageviews dan Bounce Rate. Di dalam bounce rate tersebut biasanya Anda akan melihat angka presentase, 40%, 50% atau bahkan 85%. Bagaimana bisa munculnya angka tersebut?

Cara menghitung bounce rate sebenarnya mudah, rumus bounce rate adalah jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman / jumlah total kunjungan kemudian dikalikan 100%. Misalnya website Anda mempunyai jumlah kunjungan sebanyak 100 ribu setiap bulannya. Sedangkan yang mengunjungi satu halaman saja adalah 50 ribu.

Berarti bounce rate adalah = (50.000/100.000) * 100% = 50%

Berarti dari 100 ribu pengunjung, hampir setengah dari pengunjung blog Anda ini pergi meninggalkan website Anda setelah mengunjungi satu halaman saja. Jadi, apakah jumlah bounce rate bagus atau tidak?

Berapa Seharusnya Bounce Rate yang Baik untuk Sebuah Website?

Jika kalian melihat angka diatas 50%, seharusnya angka bounce rate tersebut terlalu tinggi untuk sebuah website. Lalu apakah angka diatas 50% ini sebuah angka yang buruk? Ini tergantung jenis website Anda. Jika website Anda adalah sebuah e-commerce atau menjual produk, tentu itu adalah angka yang cukup buruk. Tetapi sebaliknya, jika website Anda adalah jasa, bisa ada kemungkinan bahwa jumlah bounce rate tersebut baik, karena Anda hanya mengincar satu halaman saja.

Sebuah website yang baru, tentu tidak bisa langsung mendapatkan angka bounce rate yang bagus, ada beberapa tahapan yang harus Anda lalu. Ketika Anda mendapatkan jumlah bounce rate yang tinggi ketika membuat website baru, itu adalah wajar. Karena Anda masih belum mempunyai konten yang banyak. Idealnya, untuk sebuah website e-commerce atau jual beli, Anda harus mempunyai bounce rate sampai dibawah 40% sampai 30%.

Kenapa Orang Meninggalkan Website Anda?

Lalu kenapa orang meninggalkan website Anda? Seperti yang sudah dijelaskan di awal, ada banyak sekali faktor orang meninggalkan website Anda. Mulai dari navigasi yang buruk sampai pengunjung tersebut tidak bisa mendapatkan apa yang dicari. Tetapi kami bisa membeberkan 3 alasan besar, kenapa pengunjung ini meninggalkan website Anda.

Mereka tidak menyukai isi dari website Anda

Sudah dapat dipastikan, orang yang meninggalkan website Anda ini tidak menyukai isi dari website Anda. Padahal seharusnya pengunjung bisa berselancar sebentar mencari konten yang lain atau pada akhirnya beli. Anda harus merombak kembali struktur konten website Anda.

Mereka menyukai isi website Anda, tetapi tidak mempunyai waktu untuk membaca

Entah karena desain dari website Anda kurang menarik atau hanya judul konten Anda yang menarik. Anda bisa mengubah desain website atau struktur konten Anda dengan menambah gambar atau grafik agar pembaca bisa lebih tertarik.

Mereka mencari sesuatu, tetapi tidak mencari apa yang mereka inginkan

Ini adalah masalah gabungan nomor satu dan nomor dua, jadi Anda bisa merombak total struktur website atau bahkan desain.

Nah, sekarang saatnya untuk membahas bagaimana cara mengurangi bounce rate.

Cara Mengurangi Bounce Rate

  • Cari tahu bagaimana analytics menghitung bounce rate

Di Google Analytics sendiri, mereka mempunyai perhitungan sendiri untuk menghitung bounce rate. Jika ada pengunjung yang nggak melakukan apa-apa di dalam website Anda selama 25-30 menit, mereka akan menghitung bounce rate. Tentu itu adalah waktu yang sangat lama untuk seorang pengunjung website Anda.

Anda bisa melihat di Google Analytics di bagian Avg. Session Duration, berapa menit atau bahkan detik pengunjung Anda rata-rata untuk menghabiskan waktu di dalam website Anda. Jika di dalam Avg. Sessions Duration Anda melihat angka 40 detik misalnya, itu berarti rata-rata orang yang meninggalkan website itu dibawah angka 40 detik.

  • Coba manfaatkan internal link

Hal mendasar pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi bounce rate adalah dengan menggunakan internal link. Misalnya Anda mempunyai konten A, B dan C. Di awal, di tengah-tengah ataupun di akhir setiap konten tersebut Anda bisa menambahi link yang berhubungan. Misalnya di akhir konten A Anda bisa meletakkan konten B/C, begitu juga sebaliknya.

Tidak selalu Anda harus menghubungkan ke dalam artikel=artikel lama Anda, Anda juga bisa menghubungkan dengan artikel luar. Karena semakin banyak sumber atau link yang ada di dalam artikel tersebut, pengunjung akan mempunyai banyak referensi

  • Buat konten Anda mudah dibaca

Di dalam Google Analytics bisa terlihat, apakah sebuah konten tersebut banyak dibaca atau tidak. Misalnya perbandingan pembaca konten A dan konten B ini sangat jauh, konten A dibaca 1000 orang setiap bulan dan konten B hanya 100 orang. Itu berarti konten B harus diperbaiki, mulai dari judul, gambar sampai struktur tulisan.

Lalu apakah konten panjang ini lebih berbobot? Tidak selalu. Setiap website mempunyai karakter masing-masing, ada yang konten yang mengharuskan panjang dan ada konten yang pendek (berita). Balik lagi ke Google Analytics, jika Anda melihat banyak orang yang menyukai konten panjang, Anda bisa membuat lebih banyak konten yang panjang. Begitu juga sebaliknya, jika konten panjang Anda kurang diminati Anda bisa membuat konten pendek-pendek.

  • Lebih banyak variasi di dalam konten

Tidak banyak orang yang menyukai artikel panjang, jikalau pun ada jumlahnya tidak banyak. Ada beberapa faktor yang membuat orang tertarik dengan artikel panjang, salah satunya adalah hal yang dibahas secara mendetail. Anda bisa membuat artikel panjang ini dengan perbandingan 1:5, jadi setiap 5 artikel yang terbit terdapat 1 artikel panjang.

Nah di setiap konten, Anda harus menyiapkan beberapa gambar atau infografis agar orang yang membacanya tidak bosan. Bahkan kalau bisa Anda bisa membuat satu full konten yang berisi infografis. Tidak hanya infografis, Anda bisa meletakkan video juga di sana. Tidak semua hal yang kami sarankan ini baik untuk website Anda, terkadang Anda sendiri yang menemukan formula mana yang cocok untuk konten Anda.

  • Meta title dan meta description

Apa itu meta title dan meta description? Meta title adalah judul website/blog Anda secara lengkap. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, Anda bisa mengubah meta title dengan “Sepatu Basket Joglo – Jual Sepatu Basket Murah dan Terbaru”. Anda bisa menemukan keyword-keyword yang pas di dalam Google Analytics untuk mendapatkan meta title yang pas.

Lalu Anda juga bisa mengedit meta description di setiap artikel. Meta desc ini akan muncul di dalam mesin pencari untuk mempermudah pengunjung mencari konten yang dia inginkan. Coba buat meta desc yang baik dan memang related dengan isi konten Anda. Karena jika ada pengunjung yang masuk ke dalam konten Anda dan kemudian tidak dapat menemukan apa yang ada di dalam konten Anda, tentu pengunjung Anda akan dengan cepat meninggalkan website Anda, bounce.

  • Pastikan konten Anda dishare

Ada cara lain melihat untuk melihat apakah konten Anda ini bagus atau tidak. Yaitu dengan cara berapa banyak konten tersebut dishare. Ketika seseorang sudah membagikan konten Anda, tentu konten Anda dirasa sangat bagus. Ada beberapa tracker yang bisa Anda pasang di dalam website Anda untuk melihat berapa banyak jumlah share di setiap konten.

Jika memang Anda masih struggling untuk mendapatkan konten yang shareable, Anda bisa memulai dengan membagikan sendiri konten Anda. Jangan Anda sendiri yang membagikan, Anda bisa menyuruh seluruh karyawan Anda untuk membagikan konten di media sosial masing-masing.

  • Lakukan survei

Cara selanjutnya untuk memperkecil bounce rate adalah mengetahui apa saja kebiasaan pengunjung Anda. Ketika website Anda sudah berjalan kurang lebih 5-6 bulan, Anda bisa melakukan survei secara online kepada setiap pengunjung website. Dari situ Anda bisa mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan oleh pengunjung Anda dan apa yang kurang dari website Anda.

Ada banyak sekali website online yang menawarkan jasa survey online, seperti Google Form, Survey Monkey, Panel Place dan lain-lain. Dan semuanya bisa Anda coba secara gratis.

  • Gunakan related post plugin

Pengunjung sangat menyukai adanya konten yang terkait. Usahakan setiap membuat konten, Anda bisa menghubungkan konten tersebut dengan konten yang lain. Selain internal link, Anda bisa menggunakan related post plugin. Jadi di setiap akhir konten, Anda bisa menyisipkan konten yang terkait. Tidak hanya di akhir konten, tetapi bisa juga di tengah-tengah. Bisa dalam bentuk link ataupun bentuk gambar agar para pengunjung tertarik.

  • Dapatkan keyword andalan

Di dalam setiap website, Anda pasti mempunyai keyword-keyword yang dituju. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, jadi Anda bisa menarget beberapa keyword misalnya “Sepatu Bakset”, “Sepatu Basket murah”, “Jual sepatu basket” atau apapun. Anda bisa melihat apakah keyword tersebut ini cocok untuk website Anda atau tidak.

Tidak semua keyword Anda sasar, apalagi Anda adalah pemain baru. Tentu Anda akan kalah bersaing dengan pemain lama. Tetapi ada beberapa cara agar Anda mendapatkan keyword yang tetap. Tips pertama adalah coba gunakan keyword long tail atau keyword yang panjang. Misalnya Anda jangan menyasar “Sepatu basket murah” tetapi Anda bisa menyasar “sepatu basket murah Surabaya” atau “sepatu basket murah nike”. Dengan begitu Anda bisa menyasar beberapa pengunjung dengan target keyword yang pas.

  • Buat website Anda lebih cepat

Cara berikut adalah Anda bisa membuat website Anda lebih cepat. Dengan kecepatan internet sekarang yang sangat membabi buta, jika website Anda lemot tentu itu akan menjadi suatu kelemahan. Tidak jarang pengunjung akan malas dengan website Anda yang lemot. Ketika sudah dicap lemot, pengunjung tersebut biasanya tidak akan kembali lagi.

Ada beberapa cara untuk mempercepat website Anda, mulai dari menggunakan theme website yang bagus, menggunggah gambar yang tidak terlalu besar dan mengubah struktur website. Tetapi jangan sampai struktur gambar yang akan ditampilkan ke dalam website terlalu jelek, karena gambar ini biasanya sangat menentukan ketertarikan seorang pengunjung.

  • Mobile friendly

Jika Anda melihat di Google Analytics, Anda akan melihat berapa jumlah yang pasti dari pengunjung website desktop dan pengunjung mobile. Jika Anda melihat lebih banyak pengunjung mobile, berarti Anda harus mempunyai tampilan mobile friendly yang bagus. Tetapi sebaliknya, jika Anda tidak mempunyai pengunjung mobile yang cukup banyak, Anda berarti harus membenahi tampilan desktop Anda.

 

Sekarang Anda telah mengetahui apa sebenarnya itu bounce rate, cara menghitung bounce rate dan bagaimana cara mengurangi bounce rate. Cara-cara tersebut memang bisa langsung Anda aplikasikan tetapi mungkin Anda akan menikmati hasilnya selama 2-3 bulan berikutnya. Jika Anda rajin dan konsisten dalam memberikan konten yang sesuai dengan karakter pembaca Anda, akan akan dengan mudah mengurangi jumlah bounce rate.

Bounce rate dapat diantisipasi dengan kualitas website yang baik dan lancar. StoreMantap siap membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Datangi booth nomor 159 kami di acara Jatim Fair yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Selain layanan pembuatan website untuk toko online, StoreMantap juga akan merilis produk baru, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Kami tunggu kehadiran Anda!

Bagaimana Brand Besar Mempertahankan Pelanggan?

Ketika Anda memutuskan untuk membuat bisnis, ibaratnya Anda sedang masuk sekolah untuk pertama kalinya. Di dalam sekolah tersebut, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang menjadi pesaing sekaligus teman untuk menggapai peringkat terbaik. Jika Anda tidak kompetitif, maka Anda tidak akan bisa meraih hasil yang maksimal. Begitu halnya dengan bisnis, jika Anda tidak berusaha untuk kompetitif, maka Anda akan tertinggal. Bahkan mungkin Anda akan tinggal kelas atau bangkrut.

Di dalam sekolah, Anda diharuskan melihat atau mencontoh kakak kelas yang mempunyai prestasi tinggi. Di dalam bisnis juga demikian, Anda harus mempunyai contoh atau sandaran. Di luar sana, sudah ada jutaan orang yang telah jatuh bangun dalam membangun bisnis. Ada beberapa yang kuat untuk jatuh bangun beberapa kali, dan ada beberapa yang harus putus asa gulung tikar.

Sebagai pebisnis baru maupun sudah menjalankannya selama bertahun-tahun, tidak ada salahnya untuk belajar kepada para senior atau perusahaan-perusahaan besar. Brand besar seperti McDonalds, Amazon, Starbucks atau yang baru seperti GO-Jek tidak langsung tiba-tiba menjadi “wah” seperti sekarang. Para pendirinya jatuh bangun terlebih dahulu, bahkan pendiri dari Starbucks sekarang sempat dipecat oleh perusahaannya sendiri.

Nah, sekarang kita akan membahas bagaimana brand-brand besar dan terkenal dalam negeri dan dunia bisa mempertahankan pelanggannya, Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda dalam membangun bisnis.

Starbucks yang Memanjakan Pelanggan

  • Kisah Awal Howard Schultz “Menemukan” Format Starbucks

Apakah Anda tahu bahwa kisah dari Starbucks ini sangat dramatis? Howard Schultz pernah dipecat oleh Starbucks karena visi dan misinya tidak sejalan dengan pemilik saat itu. Ketika itu, Schultz masih menjabat sebagai Kepala Marketing yang ditugaskan Starbucks ke Italia untuk belajar bagaimana fenomena kopi di Italia. Hal tersebut membuka pikiran Schultz. Ternyata di Italia, minum kopi adalah budaya. Bagaimana orang Italia menghabiskan satu cangkir kopi bisa sampai berjam-jam. Kenapa bisa demikian? Apakah sang empunya kedai atau restoran ini tidak bangkrut karena banyaknya orang yang nongkrong?

Schultz mempelajar bahwa kopi yang disajikan ini bukan kopi biasa, melainkan kopi dengan kualitas tinggi. harga yang ditawarkan pun tidak murah, bahkan cenderung mahal. Jadi, di Italia, orang betah duduk di kedai kopi untuk menikmati satu gelas kopi berkualitas tinggi telah menjadi hal yang dianggap worth it dengan uang yang dikeluarkan.

Ketika Schultz mengatakan bahwa seharusnya Starbucks meniru format kedai di Italia, para pemilik malah tidak menyetujui. Saat keluar dari Starbucks, Schultz malah membuat kedai kopi sendiri bernama Il Giornale dengan format yang dia inginkan. Hasilnya? Starbucks berada di ambang kebangkrutan dan Schultz sendiri yang menyelamatkan dengan membeli saham Starbucks.

  • Schultz Mempertahankan Format, Bukan Sekadar Menjual Kopi

Pada tahun 1987 setelah Schultz membeli Starbucks, dirinya mengatakan bahwa Starbucks seharusnya bukan sekadar menjual kopi, tetapi juga mempertahankan pelanggan untuk berada di kedai terus menerus tanpa bosan, dan mengulangi kegiatannya tersebut seminggu dua kali atau bahkan lebih.

Cara pertama adalah Starbucks mengubah bentuk dari kedainya. Schultz mengatakan bahwa kedai Starbucks harus terbuka dan ramah lingkungan. Kesan hijau pun harus ada di mana-mana, itulah alasan mengapa corak celemek para pelayan Starbucks berwarna hijau. Warna hijau juga akan membuat rileks orang yang melihatnya. Cara kedua adalah Starbucks menginzinkan orang untuk duduk menghabiskan satu cangkir kopi tanpa mengusirnya. Bahkan beberapa orang mencoba untuk datang ke Starbucks tanpa membeli, dan tidak ada masalah.

Ini adalah salah satu cara agar para pelanggan betah di Starbucks. Schultz mempunyai semboyan bahwa kopi adalah jembatan untuk orang yang ingin bekerja, belajar, membaca buku atau bahkan membahas masalah pekerjaan.

  • Selalu Ada yang Baru Setiap Bulannya

Ini adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh semua brand. Selalu ada yang baru setiap bulannya. Perubahan kecil pun pasti akan membuat pelanggan merasa diperhatikan. Starbucks sering membuat campaign sesuai dengan negara masing-masing. Di Indonesia, misalnya, Starbucks memberikan kopi gratis kepada orang yang telah mencoblos pada saat pemilu. Jika ada hari-hari penting, Starbucks juga tidak segan untuk memberikan promosi.

Pada intinya, semahal apapun kopinya, jika Anda mempunyai pelanggan yang loyal maka bisnis Anda bisa dikatakan telah berkembang. Itu bisa menjadi pegangan Anda, bagaimana caranya membuat bisnis Anda menciptakan hal-hal baru secara konsisten. Entah itu menciptakan promosi baru setiap bulan, dekorasi baru, atau sekadar megubah foto profil media sosial Anda.

R&G Technologies Australia yang Dekat dengan Pelanggan

  • R&G Technologies Australia Jadi Perusahaan Paling Berkembang di Australia

Sekarang kita akan membahas B2B atau business to business. Ciri dari B2B adalah produk yang Anda tawarkan berupa jasa ataupun barang dalam jumlah sangat banyak dan harganya cukup mahal. Misalnya, Anda menawarkan jasa jual sembako dalam jumlah banyak ataupun persewaan mobil untuk perusahaan. Nah, R&G Technologies adalah salah satu perusahaan IT terbesar di Australia yang sudah melayani beberapa klien besar di Australia. Cara R&G Technologies dalam mempertahankan klien ini cukup ampuh, yaitu mereka sangat dekat dengan pelanggan.

  • Setiap Karyawan Mempunyai KPI Khusus

KPI adalah Key Performance Index, jadi setiap tiga tau enam bulan, setiap karyawan diharapkan untuk mengumpulan nilai KPI yang tinggi agar mendapatkan bonus dan jika tidak maka akan ada punishment. KPI yang ada di R&G Technologies ini unik, mereka harus mendapatkan nilai kepuasaan pelanggan yang tinggi. Jadi, setiap bulannya, R&G Technologies memberikan survei kepada seluruh pelanggannya, bagaimana kepuasaan dari pelayanan R&G Technologies. Dari survei tersebut, terlihat segalaya kelemahan dan keunggalan dari produk yang dikeluarkan oleh R&G.

Oleh karena itu, setiap karyawan yang ada di R&G mau tidak mau harus berbicara dengan pelanggannya secara teratur. Jika tidak, maka survei yang ditulis oleh para pelanggan tersebut bisa jelek, dan akhirnya KPI mereka kurang. Cara ini dinilai sangat ampuh untuk membuat para karyawannya bisa lebih dekat dengan para pelanggannya.

  • Anda Juga Bisa Melakukan Hal yang Sama

Jika pelanggan Anda masih sedikit, Anda tidak perlu menerapkan survei atau KPI kepada para karyawan Anda, yang penting adalah Anda tahu bagaimana tingkat kepuasaan pelanggan Anda. Caranya Anda bisa bertanya langsung kepada pelanggan dan mendengar kritik dan saran untuk bisnis. Ingat, pelanggan tetap akan muncul ketika Anda berhasil mengenal dekat para pelanggan tersebut.

TOMS Berawal dari Misi Sosial

  • TOMS, Socialpreneur Nomor Satu di Dunia

Apa gerakan sosial yang mendapatkan banyak sekali keuntungan di dunia? Mungkin jawaban yang paling tepat adalah sepatu TOMS. TOMS adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang dimiliki oleh Blake Mycoskie. Saat itu, Blake sedang liburan di Argentina dan duduk di sebuah kafe di sana. Ada beberapa anak kecil lewat dan kebanyakan dari mereka tidak memakai sandal. Hal ini langsung melecut pikiran dari Blake, bagaimana cara membantu anak kecil tersebut. Padahal Blake sendiri tidak mempunyai uang sama sekali.

Di saat bersamaan, Blake melihat bahwa sepatu khas Argentina ini sangat unik, yaitu sepatu kanvas yang dinamakan alpargatas. Blake pun berpikir, kenapa tidak memperkenalkan sepatu alpargatas ini kepada dunia, dan setiap keuntungannya diberikan untuk para anak-anak di Argentina yang tidak mempunyai sepatu.

Blake menjual apartemennya untuk membeli 250 sepatu alparagatos. Misi sosialnya adalah setiap satu sepatu terjual, maka akan dibelikan satu sepatu untuk anak-anak. 250 pasang sepatu langsung habis terjual hanya dalam tempo satu minggu. Beruntung bagi Blake, ternyata koran Los Angeles Times memberitakan hal tersebut, dan Blake mendapatkan pesanan 10 kali lipat. 10 ribu sepatu TOMS pun terjual pada enam bulan pertama. Dan sekarang, TOMS sudah mendistribusikan 60 juta pasang sepatu untuk anak-anak.

  • Anda Harus Memperbaiki Visi dan Misi Bisnis Anda

Apa tujuan Anda untuk mendirikan bisnis ini? Apakah Anda hanya ingin mengeruk keuntungan saja? Tentu itu adalah hal yang lumrah, Anda tidak bisa hidup tanpa uang, bukan? Tetapi coba telaah atau teilit kembali apa alasan Anda untuk mendirikan bisnis ini. Jangan terlalu memaksa untuk memasukkan masalah lingkungan atau masalah sosial yang sedang muncul saat ini. Yang terpenting adalah Anda harus menemukan visi dan misi selain mendapatkan keuntungan. Lihat lingkungan sekitar Anda, apa yang bisa Anda angkat dari situ.

Tesco yang Sangat Memperhatikan Para Pelanggannya

  • Tesco Adalah Salah Satu Supermarket Terbesar di Inggris

Tesco didirikan sejak tahun 1919 dan sekarang menjadi salah satu supermarket terbesar di Inggris. Di dunia, Tesco adalah salah satu pioneer supermarket yang melayani pembayaran sendiri. Jadi Anda bisa memasukkan barcode sendiri dan langsung membayarnya. Tesco sudah melakukannya sejak tahun 1956 daan sekarang sudah ditiru oleh beberapa supermarket besar di dunia. Nah, walaupun Tesco ini menjadi salah satu supermarket yang mempunyai teknologi canggih, bukan berarti Tesco melupakan keterlibatan manusia. Di setiap tokonya, Tesco sudah menyiapkan puluhan customer service yang siap sedia. Tesco juga mempunyai standar sendiri untuk para karyawannya ketika ingin menjadi customer service.

  • Sangat Aktif di Dalam Media Sosial

Salah satu yang paling menarik dari Tesco adalah dirinya sangat aktif di media sosial. Mulai dari Instagram, Twitter sampai Facebook Tesco sangat “gampangan” dalam membalas komentar para pelanggannya. Di Twitter saja, admin sering bercanda kepada para pelanggannya. Memang Tesco mempunyai akun Twitter pengaduan sendiri, tetapi para admin Tesco ini tidak akan membiarkan ada satu mention yang terlewat.

Ini tentu akan membuat para pelanggan mudah percaya kepada Tesco. Tesco seakan memanjakan pelanggan, bahkan lewat media sosial sekalipun. Cara ini juga sukses dilakukan oleh beberapa toko online di Indonesia, seperit Lazada, MatahariMall dan Blibli.

  • Buat Akun Semua Media Sosial

Lalu apa yang bisa Anda ambil dari kisah Tesco diatas? Pertama adalah Anda bisa membuat akun di semua media sosial. Kenapa demikian? Pertama karena media sosial adalah cara marketing yang paling baik dan gratis. Anda tidak perlu susah-susah membuat selebaran ataupun iklan di televisi, cukup memanfaatkan dan memaksimalkan media sosial, Anda akan mendapatkan pelanggan dengan sendirinya.

Jika Anda sudah mendapatkan penghasilan secara tetap, Anda bisa mempertimbangkan untuk fokus ke dalam media sosial. Misalnya Twitter, Anda bisa merekrut satu orang untuk fokus kepada media sosial. Tugasnya cukup mudah, membuat strategi marketing melalui media sosial dan membalas setiap mention yang masuk ke dalam Twitter. Walaupun secanggih apapun teknologi bisnis yang Anda gunakan, mempercayakan orang untuk berkomunikasi kepada para pelanggan Anda adalah hal yang sangat penting.

GO-Jek Gunakan Promosi untuk Mempertahankan dan Mendapatkan Pelanggan

  • GO-Jek Sangat Berjaya di Indonesia

Beberapa waktu lalu GO-Jek berhasil mendapatkan pendanaan sekitar 500 juta dolar atau sekitar 5 triliun rupiah. Dengan pendanaan sebesar itu, GO-Jek dengan mudah menerapkan strategi marketing apapun. Tetapi seperti dijelaskan di awal, GO-Jek tidak mendapatkan hal tersebut dengan mudah. Apakah Anda tahu bahwa GO-Jek pertama kali didirikan pada tahun 2010 dan ketika itu investasinya ditolak dimana-mana? Baru ketika berhasil meyakinkan satu investor, pada tahun 2015 GO-Jek mengeluarkan aplikasi Android dan mendapatkan banyak sekali pelanggan.

  • Promosi

Masih ingat bagaimana promosi GO-Jek di awal, yang hanya memberikan lima ribu ke mana saja? Cara tersebut memang mengandalkan jumlah investasi yang sangat tinggi, tetapi Anda bisa mengambil beberapa keuntungan di sana. GO-Jek tidak hanya mendapatkan pelanggan, tetapi mempertahankan pelanggan. Semakin banyak pengguna GO-Jek yang mengajak orang-orang menggunakan aplikasi (referral), secara tidak langsung banyak sekali orang-orang yang memakai GO-Jek walaupun hanya mencobanya sekali.

Lalu apakah Anda tahu, bahwa sekarang GO-Jek tidak memiliki promosi sama sekali? Untuk menggunakan GO-Jek, Anda tidak lagi membayar 5 ribu, tetapi bisa lebih dari 20 ribu rupiah sekali jalan. Tetapi apakah dengan berhentinya promosi ini para pelanggan berhenti menggunakan jasa mereka? Tidak sama sekali. Kenyataannya, pengguna setia GO-Jek semakin banyak, walaupun ada banyak sekali pesaing di luar sana.

  • Apakah Anda Harus Melakukan Hal yang Sama?

Jika uang yang Anda punyai sekarang kecil, tentu jangan melakukan hal yang sama seperti GO-Jek. Hal itu akan membunuh bisnis Anda dalam waktu dekat. Tetapi Anda bisa melihat bahwa teknik promosi dan referral yang ada di GO-Jek in sangat menarik. Kami akan mencontohkan teknik promosi dan referral untuk bisnis cuci sepatu. Anda bisa membuat promosi cuci sepatu 2 gratis 1, atau diskon 50% jika mengajak orang lain untuk mencuci sepatu. Apapun bisnis Anda sebenarnya bisa dibuat promosinya, semenarik mungkin sesuai dengan kreatifitas Anda.

 

Nah, itulah beberapa kisah yang bisa Anda ambil untuk mempertahankan pelanggan. Cara di atas tentu tidak akan memperlihatkan hasil secara instan atau langsung. Anda mungkin butuh waktu mingguan, bulanan atau bahkan tahunan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa fokus untuk mengembangkan bisnis Anda. Satu-satunya keuntungan yang bisa Anda petik adalah sudah ada ratusan pebisnis yang gagal di luar sana. Anda tinggal mempelajari bagaimana bisnis tersebut bisa gagal dan jangan melakukan kesalahan yang sama. Jika Anda masih saja melakukan kesalahan yang sudah ratusan kali dilakukan oleh para pebisnis lain, itu berarti ada yang salah dengan cara bisnis Anda.

Page 1 of 8
1 2 3 8