Segmentasi E-mail untuk Meningkatkan Engagement

Membahas e-mail marketing tak jauh halnya dari segmentasi pasar. E-mail marketing sudah diterapkan oleh banyak pebisnis di dunia. Namun tak banyak yang tahu bahwa sering kali e-mail marketing dilakukan dengan cara yang salah: mengirimkan email yang sama untuk semua orang di mailing list. Padahal, tidak semua orang di mailing list memiliki kesukaan yang sama. Sebagai contoh, ketika Anda mengirimkan e-mail promosi baju bayi, tentu pelanggan pria tidak akan melirik e-mail tersebut sedikit pun.

Lalu, bagaimana cara membagi segmentasi pasar? Hal ini tergantung pada jenis retail Anda sendiri. Berikut ini adalah beberapa segmentasi pasar yang dapat Anda terapkan untuk bisnis Anda.

Segmentasi Berdasarkan Jenis Pelanggan

Segmentasi berdasarkan jenis pelanggan maksudnya adalah membagi pelanggan berdasarkan lamanya pelanggan menjadi subscriber toko online Anda. Tentu hal ini akan memudahkan Anda sebagai pebisnis untuk menyapa pelanggan sehingga tidak terasa monoton. Ada empat kategori yang dapat Anda jadikan patokan, antara lain:

  • Pelanggan potensial: pelanggan yang belum pernah melakukan pembelian;
  • Pelanggan baru: pelanggan yang baru saja melakukan pembelian pertama;
  • Pelanggan setia: pelanggan yang sering melakukan pembelian; serta
  • Pelanggan tidak aktif: pelanggan yang tidak pernah melakukan pembelian lagi dalam jangka waktu yang lama.

Pembagian ini akan membantu Anda menawarkan diskon-diskon Anda atau program Anda lainnya, misalnya diskon untuk pelanggan baru atau hadiah gratis untuk pelanggan setia.

Segmentasi Berdasarkan Ketertarikan Pelanggan

Cara lain untuk melakukan segmentasi pasar, khususnya untuk bisnis yang menjual beragam produk, adalah dengan menarget ketertarikan pelanggan. Misalnya, Anda menjual produk untuk hewan peliharaan. Mailing list yang Anda punya pasti terdiri dari pemilik anjing, pemilik kucing, dan lain sebagainya. Ketika mengirimkan e-mail dengan isi yang sama, tentu hal ini tidaklah efektif.

Akan lebih baik bila Anda dapat men-track pelanggan yang membuka e-mail marketing Anda. Dengan begitu, Anda akan memahami perilaku pelanggan dan memberikannya penawaran yang lebih cocok dengan pelanggan Anda.

Segmentasi Berdasarkan Lokasi Pelanggan

Lokasi pelanggan juga sangat berpengaruh terhadap penjualan. Misalnya, Anda memiliki toko fisik di suatu kota, mungkin Anda harus mengirimkan e-mail tentang event yang sedang berlangsung di toko Anda kepada pelanggan yang berada di kota yang sama atau sekitarnya. Hal ini tidak akan efektif bila Anda mengirimkan e-mail kepada pelanggan yang berlokasi jauh dari toko Anda.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan penawaran yang sesuai dengan lokasi pelanggan Anda. Misalnya, lokasi pelanggan berada di daerah yang dingin, tentu Anda akan menawarkan baju-baju hangat, bukannya baju tipis yang kurang nyaman dikenakan saat cuaca dingin. Data lokasi pelanggan bisa Anda dapatkan dari alamat billing statement atau alamat pengiriman.

Segmentasi Berdasarkan Engagement

Anda juga dapat membagi pelanggan Anda berdasarkan intensitas engagement yang mereka lakukan. Aktivitas-aktivitas pelanggan tentu memengaruhi isi konten yang Anda kirimkan ke e-mail mereka. Misalnya, subscriber Anda tidak pernah melakukan aktivitas apapun selama kurang lebih tiga bulan setelah pembelian pertama. Anda dapat menyapanya dengan mengatakan bahwa Anda rindu kepadanya.

Anda juga perlu memisahkan subscriber yang tidak aktif dari mailing list Anda. Hal ini akan membantu Anda mengurangi biaya blasting e-mail yang umumnya dihitung berdasarkan jumlah kontak yang dikirimkan.

 

Itulah beberapa segmentasi yang dapat Anda terapkan pada e-mail marketing Anda. Ingat, lakukan email marketing seefektif mungkin agar kerugian karena blasting email tanpa hasil dapat terhindarkan.

Mengembangkan E-mail List untuk Bisnis

Apabila dibandingkan dengan media sosial, e-mail mungkin terkesan “jadul” untuk digunakan sebagai salah satu alat digital marketing. Meski begitu, hingga kini e-mail masih banyak digunakan untuk melangsungkan promosi karena memiliki beberapa keuntungan tersendiri, mulai dari sistemnya yang tidak ter-filter oleh algoritma seperti Facebook atau Instagram, tidak tertutupi oleh update dari orang lain, hingga memberikan Return of Investment (ROI) dan tingkat konversi yang cukup tinggi.

Sayangnya, riset yang dilakukan oleh HubSpot menunjukkan bahwa database pada e-mail marketing mengalami penurunan sekitar 22,5% setiap tahunnya. Karenanya, sebagai seorang marketer, Anda harus terus menambah kontak e-mail secara rutin sehingga kampanye marketing melalui e-mail dapat berjalan efektif. Dengan kata lain, sekarang lah saat yang tepat bagi Anda untuk mengembangkan e-mail list demi kemajuan bisnis Anda.

Pemasangan Kolom Opt-in

Untuk mengembangkan e-mail list, Anda harus memastikan bahwa target audiens dapat melakukan sign up secara mudah dan menyenangkan. Penawaran yang Anda berikan haruslah singkat, padat, dan jelas. Anda membutuhkan sebuah kolom opt-in untuk melakukannya. Opt-in adalah kata-kata yang dirangkai sedemikian rupa dan dicantumkan pada kotak sign up. Hampir seluruh website bisnis memilikinya, tapi tidak semua berhasil memaksimalkannya.

Nah, salah satu elemen penting untuk mengoptimalkan penggunaan opt-in adalah peletakkan yang strategis. Jadi, di mana Anda harus meletakkan opt-in pada website bisnis Anda? Berikut adalah beberapa rekomendasinya.

Header atau Bar Navigasi

Terkadang, Anda tidak membutuhkan terlalu banyak kata untuk mengajak orang melakukan sign up atau subscribe. Beberapa website melakukan hal ini dengan mencantumkan sebaris kalimat singkat di dalam kotak opt-in mereka, jadi sekilas bentuknya mirip seperti fitur search. Namun, kalimat tersebut juga bisa berfungsi sebagai Call-to-Action (CTA). Misalnya, Anda bisa menuliskan kalimat “Subscribe to newsletter” atau “Sign up for extra content” pada sebaris kotak di mana pengunjung website dapat memasukkan e-mail mereka. Tipe opt-in seperti ini cocok diletakkan pada bagian header atau bar navigasi.

Sidebar

Anda juga bisa meletakkan opt-in pada bagian sidebar dengan kalimat yang lebih panjang untuk mempromosikan konten gratis atau hal lain yang Anda tawarkan pada calon penghuni mailing list Anda. Anggaplah Anda mempunyai website untuk menjual sepatu. Anda bisa menuliskan kalimat “Ingin mendapat diskon tambahan?” sebagai headline dari opt-in Anda. Di bawahnya, dengan ukuran font lebih kecil, tuliskan deskripsi singkat dan minta pengunjung untuk memberikan alamat e-mail mereka.

Halaman “Tentang Kami”

Anda pasti memiliki halaman khusus untuk menjelaskan identitas perusahaan dan bisnis yang Anda jalankan, bukan? Biasanya, hal tersebut tercantum pada halaman “About Us” atau “Tentang Kami”. Di situ pulalah umumnya para marketer menuliskan berbagai kelebihan atau keuntungan dari produk mereka. Penjelasan tersebut bisa membuat mereka tertarik untuk belajar lebih jauh lagi tentang bisnis Anda sehingga mereka pun akan melakukan sign up atau subscribe. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut untuk meletakkan opt-in pada halaman ini, mulai dalam bentuk kotak kecil dengan CTA singkat atau kolom yang lebih besar.

Di Dalam Postingan Blog

Jika seorang pengunjung membaca suatu postingan blog hingga akhir kata, kemungkinan besar mereka menikmati konten Anda dan siap untuk melakukan aksi tertentu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya meletakkan opt-in di dalam postingan blog sehingga para pengunjung tahu apa yang harus dilakukan setelah membaca konten.

Footer Website

Cara kerjanya mirip seperti postingan blog. Apabila pengunjung terus melakukan scroll hingga bagian akhir halaman, kemungkinan besar ia merasa tertarik, entah terhadap produk, desain website, atau hal lain. Manfaatkan hal tersebut dengan meletakkan opt-in pada bagian footer website Anda.

Halaman Checkout

Terkadang, cara terbaik untuk membangun e-mail list bisa sesederhana melakukan penjualan. Kini, mayoritas layanan e-mail marketing bisa diintegrasikan dengan toko online Anda, baik menggunakan fitur integrasi built-in atau melalui aplikasi pihak ketiga, yang memungkinkan Anda untuk menambah pelanggan ke dalam e-mail list setelah mereka melakukan pembelian.

Pop-up Form

Beberapa orang mungkin akan merasa terganggu dengan kemunculan kolom opt-in yang tiba-tiba. Tetapi jika dilakukan dengan benar, opt-in dalam bentuk pop-up dapat sangat efektif. Sebelumnya, pastikan Anda memiliki hal yang menarik untuk ditawarkan, misalnya seperti konten ekstra atau diskon untuk produk. Dengan adanya hal tersebut, Anda pun memiliki “hak” untuk memamerkannya melalui opt-in berbentuk pop-up.

Meningkatkan Jumlah Sign Up

Usaha Anda untuk mengembangkan e-mail list tidak berhenti begitu saja pada peletakkan opt-in. Percuma saja meletakkan opt-in jika para pengunjung website tetap mengabaikannya. Bagaimana pun juga, Anda masih harus membuat para subscriber tertarik untuk melakukan pembelian. Untuk itu, Anda membutuhkan berbagai strategi lain untuk diterapkan. Beberapa di antaranya bisa Anda lihat di bawah ini. 

Berikan Dorongan Lebih

Demi membuat orang terdorong untuk memasukkan alamat e-mail mereka pada kolom opt-in, Anda harus memberikan motivasi kepada mereka. Motivasi ini bentuknya bermacam-macam. Pastikan hal tersebut bernilai sepadan dengan alamat e-mail yang diberikan pengunjung. Berikut adalah beberapa opsi yang bisa Anda pilih:

  1. Tawaran Diskon

Sepertinya tidak ada orang yang tidak suka mendapat potongan harga. Banyak pelaku bisnis e-commerce yang menjanjikan diskon tambahan atau penawaran eksklusif melalui e-mail sehingga pengunjung website mau memberikan alamat e-mail mereka.

  1. Mengadakan Kontes

Kontes merupakan cara yang cukup efektif untuk menghasilkan banyak sign up, tetapi mereka mungkin tidak akan tertarik menerima e-mail promosi atau membeli produk Anda. Ada beberapa aplikasi dan layanan yang bisa Anda gunakan untuk mengantisipasi hal ini, seperti Incentivibe dan ViralSweep. Perlu diingat bahwa Anda harus lebih fokus pada kualitas dibandingkan kuantitas.

  1. Giveaway Konten Gratis

Jika tidak berencana memberikan diskon atau mengadakan kontes, Anda masih bisa memberikan tawaran menarik melalui konten eksklusif yang berharga dan relevan dengan target audiens Anda. Melalui konten tersebut, Anda bisa “mengarahkan” mereka untuk membeli produk Anda. Misalnya, Anda menjual buku melalui website. Anda bisa menawarkan konten berupa beberapa bab pertama dari buku best seller yang dijual. 

Membuat Landing Page yang Efektif

Setelah memutuskan tawaran yang hendak diberikan, kini saatnya Anda membuat landing page yang sepenuhnya bertujuan untuk membuat orang-orang melakukan subscribe pada mailing list Anda. Untuk itu, landing page Anda harus memiliki headline yang bersifat persuasif, testimoni sebagai bukti penguat, teks atau video tentang tawaran Anda, keuntungan bergabung dengan mailing list, dan tentunya kolom opt-in.

Mengarahkan Traffic pada Landing Page

Seefektif apapun landing page yang Anda buat, usaha Anda akan sia-sia apabila tidak ada orang yang mengunjunginya. Akibatnya, mailing list Anda pun tak kunjung mendapatkan “penghuni” baru. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi?

  1. Cantumkan link pada Profil Media Sosial

Twitter memiliki fitur “pinned tweet” di mana Anda bisa membuat salah satu tweet Anda berada di bagian atas rentetan tweets lainnya. Dengan begitu, ketika seseorang membuka profil Twitter Anda, pinned tweet menjadi hal yang pasti mereka lihat setelah bio dan foto profil. Anda bisa mencantumkan link menuju landing page pada sebuah tweet, lalu pilih opsi “pin this tweet” pada tweet tersebut.

Anda juga bisa melakukan hal yang sama pada halaman Facebook Anda. Menariknya lagi, Facebook bahkan mengizinkan Anda untuk menggunakan button CTA. Manfaatkan hal tersebut dan cantumkan link menuju landing page. Lakukan hal ini secara kreatif. Gunakan gambar atau hal lain yang dapat menarik perhatian target audiens Anda.

  1. Beriklan Menggunakan Google AdWords dan Facebook Ads

Apabila Anda kesusahan dalam mendapatkan traffic dan mengembangkan mailing list, cara termudah dan tercepat yang bisa Anda lakukan adalah dengan beriklan. Namun, pastikan Anda memiliki budget khusus. Jika belum pernah melakukan hal ini atau pengalaman Anda cenderung minim dalam beriklan, sebaiknya Anda riset terlebih dulu tentang online advertising agar uang yang Anda keluarkan tidak sia-sia.

Pada dasarnya, iklan yang dipasang secara online akan ditujukan pada target audiens yang benar-benar membutuhkan produk Anda sebagai solusi. Sebagai contoh, Anda memiliki bisnis penjualan buku dan landing page Anda menawarkan beberapa bab awal dari salah satu buku best seller yang dijual. Maka, iklan online Anda akan ditargetkan untuk para penggemar buku dari penulis tersebut.

  1. Link di Dalam Postingan Blog

Masih menggunakan contoh penjualan buku yang sama, Anda menulis postingan blog tentang biografi dari penulis buku best seller tersebut. Di dalamnya, Anda bisa mencantumkan link menuju landing page dengan tawaran di atas. Hal ini disebut juga dengan “content upgrade”. Dengan adanya tawaran tersebut, pembaca Anda kemungkinan besar akan meng-klik link menuju landing page dan memasukkan alamat e-mail mereka demi bisa men­­-download tawaran.

  1. Link di Dalam E-mail

Sebagai pemilik website, Anda pasti akan mengirimkan banyak e-mail. Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi Anda untuk mencantumkan link menuju landing page dan membuat semakin banyak orang mengunjunginya. Sebaiknya, Anda mencantumkan link tersebut pada bagian e-mail signature. Di sini jugalah biasanya orang-orang mencantumkan CTA dan penawaran terbaru mereka.

Pertimbangkan Judul Opt-in

Selain lokasi penempatan opt-in, judul atau headline yang digunakan pun memegang peranan tidak kalah penting. Anda harus bisa menarik perhatian pengunjung website melalui judul opt-in hanya dalam waktu kurang dari delapan detik. Jelaskan manfaat atau keuntungan yang akan mereka dapatkan setelah mendaftar. Misalnya, Anda berjualan produk penurun berat badan organik. Judul “Dapatkan Tips Menurunkan Berat Badan Hingga 10 kg dalam 2 Bulan” tentu akan lebih menarik dibandingkan hanya “Mari langganan newsletter dari kami”.

Memanfaatkan Media Sosial

Seperti yang dikatakan sedikit sebelumnya, e-mail mungkin cenderung “jadul” apabila dibandingkan dengan platform media sosial, tetapi bukan berarti Anda tidak bisa menggunakannya secara berdampingan. Penerapan yang tepat akan membuat usaha mengembangkan e-mail list menjadi efektif. 

Mengandalkan Facebook Page

Anda bisa menggunakan halaman Facebook atau Facebook Page untuk mempromosikan penawaran yang membutuhkan pemberian alamat e-mail. Promosikan tawaran tersebut pada timeline Anda dan pastikan Anda mencantumkan button untuk social sharing menuju landing page. Dengan begitu, Anda telah “mendorong” orang-orang untuk membagi penawaran tersebut.

Menambah Button CTA pada Halaman Bisnis Facebook

Inilah salah satu kelebihan Facebook yang dapat menguntungkan kampanye digital marketing Anda. Pada halaman bisnis Facebook, Anda bisa mencantumkan button CTA, yang letaknya berada di sebelah button “like”. Anda bisa me-link button CTA tersebut menuju landing page yang membutuhkan alamat e-mail untuk bisa mengakses tawaran yang diberikan.

Twitter dan LinkedIn

Melalui Twitter, Anda dapat menciptakan kampanye untuk mempromosikan tawaran yang bisa didapatkan dengan memberikan alamat e-mail. Dengan fitur promoted tweet, Anda bahkan bisa mempromosikan tawaran selain ke followers Anda. Sedangkan, LinkedIn memungkinkan Anda untuk mem-publish link menuju landing page pada halaman perusahaan Anda atau melalui berbagai diskusi grup yang relevan. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan etika dan waktu agar Anda tidak dianggap melakukan spamming.

Menggunakan Pinterest untuk Promosi

Pinterest mungkin bukan menjadi platform utama yang dipilih orang-orang untuk melakukan digital marketing, namun ternyata media sosial satu ini cukup efektif untuk mengembangkan e-mail list. Hal ini sudah dilakukan oleh HubSpot. Mereka membuat sebuah board khusus di Pinterest yang berisi cover-cover dari e-book marketing mereka. Melalui board tersebut, mereka bisa mendapatkan leads baru dan mengembangkan e-mail list.

Memaksimalkan Channel YouTube

Anda mungkin sudah pernah mendengar betapa efektifnya video sebagai media penyampaian konten untuk digital marketing. Bahkan berdasarkan laporan 2015 State of Digital Marketing yang dilakukan oleh Web Marketing 123, sekitar 70% dari enam ratus marketer yang berpartisipasi mengatakan bahwa video merupakan platform paling efektif untuk menyampaikan konten marketing.

Jika Anda memiliki channel YouTube, inilah saatnya Anda mengoptimalkannya untuk mengembangkan e-mail list. Anda bisa mencantumkan CTA dan URL pada video-video Anda untuk mendorong orang agar segera melakukan sign up atau subscribe. Jangan lupa sertakan link menuju landing page pada bagian kolom deskripsi.

Melakukan A/B Testing

A/B testing, atau yang bisa disebut juga sebagai split testing, adalah pengujian dua elemen berbeda dalam kondisi yang sama untuk mendapatkan performa website terbaik. Sebagai contoh, Anda ingin memunculkan opt-in dalam bentuk pop-up dengan dua headline berbeda. Dengan menerapkan A/B testing, Anda bisa mengetahui headline mana yang berhasil memberikan tingkat konversi paling tinggi. Selain headline, elemen-elemen lain yang juga bisa Anda tes adalah, gambar, teks, desain, button CTA, subjudul, lokasi opt-in, dan lain sebagainya.

Ada beberapa layanan website yang menyediakan fitur A/B testing bawaan sehingga Anda bisa melakukannya secara lebih praktis. Tetapi bagi yang tidak, Anda masih bisa melakukannya dengan menggunakan layanan pihak ketiga lain. Sebenarnya, penerapan A/B testing tidaklah wajib. Tetapi demi mengetahui penempatan opt-in yang paling efektif, desain yang paling interaktif, atau headline yang menarik paling banyak subscribers, maka tidak ada salahnya mengerahkan usaha lebih untuk melakukan A/B testing ini.

 

Meskipun kini sepertinya penggunaan media sosial untuk digital marketing semakin merajalela, e-mail masih relevan untuk digunakan. Untuk itu, Anda harus memiliki mailing list yang terus berkembang dan up-to-date. Dengan begitu, setiap e-mail marketing yang Anda kirimkan akan tepat sasaran dan tidak sia-sia. Semakin berkembang mailing list Anda, semakin tinggi kemungkinan tingkat penjualan yang akan terjadi. Cara-cara di atas akan membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Selamat mencoba!

Memilih Platform Terbaik untuk E-mail Marketing

Menerapkan e-mail marketing dalam bisnis memang sangat disarankan. E-mail marketing mampu menaikkan penjualan secara online sekaligus memberikan cara mudah kepada pelanggan untuk berkomunikasi langsung dengan pebisnis. Namun, memilih platform terbaik untuk e-mail marketing juga tidak boleh sembarangan. Anda harus memperhatikan kebutuhan bisnis Anda. Ini karena setiap platform memiliki keunggulan dan fungsi yang berbeda-beda. Lalu bagaimana cara memilih platform terbaik untuk e-mail marketing?

Perhatikan Kontak E-mail Anda

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan kontak e-mail Anda. Tentu mailing list yang Anda punya saat ini mungkin ratusan bahkan ribuan dengan masing-masing pelanggan yang berbeda-beda. Untuk memilih platform e-mail marketing, ada baiknya untuk memperhatikan bagaimana Anda meng-import mailing list tersebut.

Selain itu, segmentasi pasar juga dapat dilakukan dari mailing list tersebut. Bila memang produk Anda cukup beragam dengan segmentasi pasar yang berbeda-beda, akan sangat lebih mudah bila Anda menggunakan platform yang dilengkapi fitur segmentasi subscriber. Dengan begitu, promosi Anda akan lebih tepat sasaran.

Desain E-mail Menentukan Platform yang Sesuai

Selain kontak, Anda juga perlu memperhatikan desain e-mail yang kiranya akan Anda kirimkan. Beberapa platform menyediakan desain template yang menarik. Namun, tak jarang ada platform yang butuh sedikit pengetahuan tentang HTML untuk mengubah desain e-mail sehingga sedikit lebih sulit untuk menggunakannya. Selain itu, ada juga platform yang memiliki fitur drag-and-drop untuk memudahkan penggunanya mengatur desain e-mail.

Intensitas Pengiriman E-mail

Salah satu kendala yang paling sering dihadapi oleh para e-mail marketer adalah masuknya e-mail ke daftar spam. Hal ini tentu tidak dapat memuluskan langkah promosi bisnis. Sebenarnya hal itu dapat dicegah dengan mengetahui intensitas pengiriman e-mail. Banyak platform dengan fitur anti spam filter yang akan membantu mencegah hal tersebut terjadi. Ada baiknya bila Anda mencari platform yang memiliki fitur tersebut.

Platform yang Punya Analytical Tools Lebih Baik

Setiap marketing campaign tentu harus diukur dengan baik agar Anda tahu apakah model marketing tersebut benar-benar efektif untuk bisnis Anda atau tidak. Untuk mengetahuinya, Anda dapat menggunakan analytical tools dari platform yang Anda gunakan. Akan lebih baik lagi bila analytical tools yang disediakan oleh platform juga mengukur click-rate, open-rate, serta tingkat engagement yang dilakukan oleh penerima e-mail atau pelanggan Anda.

Harga Tetap Saja Harus Diperhatikan

Biasanya, platform e-mail marketing bisa Anda gunakan secara freemium, artinya Anda dapat menggunakannya secara gratis dalam jumlah atau jangka waktu tertentu. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa platform e-mail akan menawarkan beberapa ongkos tambahan untuk menggunakan fitur mereka dalam jumlah yang lebih atau meningkatkan fitur yang lebih berguna.

Di sinilah yang sedikit tricky. Ketika Anda mempersiapkan dana untuk e-mail marketing, sangat disarankan untuk memperhatikan besar mailing list Anda sekaligus seberapa sering Anda mengontak mereka. Dalam beberapa platform, biaya yang harus dibayarkan berdasarkan jumlah e-mail yang dikirim, namun ada juga yang menentukan harga sama sepanjag tahunnya.

 

Itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam memilih platform e-mail marketing yang tepat. Jangan biarkan Anda salah memilih platform yang justru membuat strategi Anda jadi kurang efektif.

Pentingnya E-mail Marketing untuk Bisnis Anda

Mengembangkan bisnis memang tidak terbatas pada inovasi saja, melainkan juga tentang bagaimana Anda memanfaatkan teknologi yang ada untuk beradaptasi dengan bisnis saat ini. Selain website, Anda juga wajib memanfaatkan e-mail marketing untuk bisnis Anda. E-mail marketing adalah teknik marketing yang mengedepankan penggunaan e-mail kepada para pelanggan. Lantas, apa pentingnya penggunaan e-mail marketing untuk bisnis Anda?

Email Adalah Cara Mudah untuk Menjangkau Pelanggan Mobile

Saat ini adalah zamannya teknologi mobile, artinya pelanggan Anda mungkin tidak selalu berada di depan komputer untuk melihat produk Anda. Salah satu cara yang tepat untuk beradaptasi dengan hal ini adalah menggunakan e-mail marketing. Menariknya, dalam penelitian yang dilakukan oleh Per Research Center, di Amerika Serikat ada sekitar 52% pengguna ponsel lebih memilih untuk membuka e-mail mereka melalui ponsel. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Forrester Research menemukan bahwa 42% e-mail dari retailer dibuka melalui smartphone, sedangkan 17% sisanya dibuka melalui tablet. Ini artinya, penggunaan e-mail marketing sebagai media promosi akan sangat membantu Anda menjangkau pelanggan dengan efektif.

Selain itu, penggunaan e-mail juga lebih unggul bila dibandingkan dengan SMS. Ini karena e-mail menerapkan sistem gratis bagi para konsumen, sedangkan SMS bisa saja ditarik biaya. Belum lagi dengan konten yang dapat dimasukkan dalam pesan, di mana e-mail bisa menampung lebih banyak konten, lengkap dengan gambarnya.

Cara Efektif untuk Menginformasikan kepada Pelangggan

E-mail marketing adalah cara yang sangat efektif untuk membantu pemilik bisnis dan pelanggan tetap terhubung dengan baik. Bahkan, sering kali pelanggan mencari promosi e-mail marketing yang dikirimkan oleh brand atau gerai lokal kesukaan mereka. Biasanya, mereka mencari kupon atau informasi potongan harga dari e-mail tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Loyalty 360 menemukan bahwa 58% ibu-ibu di Amerika Serikat pasti akan men-subscribe akun e-mail mereka ketika mendapatkan rewards.

Selain itu, e-mail marketing juga merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan produk Anda ke pelanggan. Caranya, Anda dapat mengirimkan video atau foto di e-mail marketing yang menjelaskan tentang produk Anda. Dengan begitu, pelanggan akan merasa dihargai dan terkoneksi dengan pebisnis karena diinformasikan tentang produk tersebut.

Cara Menyalurkan Kupon Online serta Mengarahkan Pembelian secara Online

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nielsen menyebutkan bahwa 27% pelanggan online men-subscribe e-mail mereka untuk mendapatkan diskon. Hal ini didukung dengan data yang dihimpun oleh Deloitte yang menemukan bahwa 65% konsumen menganggap bahwa kupon yang dikirimkan dari e-mail sangat penting ketika berbelanja online. Fakta ini tentu akan memengaruhi pendapatan retailer dengan semakin banyaknya pelanggan yang membeli di retail mereka.

Penggunaan kupon online ini akan membantu pebisnis untuk menaikkan jumlah pembelian secara online. Kupon online tentu harus digunakan ketika berbelanja secara online. Di sini, Anda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk mengarahkan pembelian ke situs Anda sekaligus memperkenalkan situs Anda kepada publik. Dengan begitu, retail online Anda akan semakin ramai dikunjungi.

 

Itulah beberapa alasan penting yang mengharuskan Anda untuk menggunakan e-mail marketing dalam bisnis Anda. Beradaptasi dengan teknologi adalah salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan bisnis Anda. Bila bisa berkembang dengan baik, kenapa tidak dimanfaatkan?

Bounce Rate: Panduan untuk Pemula dan Cara Mengatasinya

Kami ibaratkan Anda mempunyai toko sembako di depan rumah. Toko tersebut umurnya masih tiga bulan dan Anda belum banyak mempunyai pelanggan tetap. Setiap hari toko Anda didatangi sebanyak 50 orang, tetapi ternyata yang membeli hanya 30 orang, sisanya hanya melihat-lihat saja. Total 20 orang ini adalah bounce rate, mereka hanya masuk melihat-lihat kemudian keluar. Padahal seharusya Anda meminimalisir jumlah bounce rate yang masuk ke dalam toko Anda.

Itulah sedikit perumpamaan apa sih yang dimaksud dengan bounce rate ketika Anda mempunyai website. Banyak orang khususnya para pelaku UKM yang baru saja membuat website tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan bounce rate. Padahal seharusnya mereka mengetahui jumlah bounce rate setiap bulannya dan meminimalisir jumlah bounce rate untuk meningkatkan jumlah penjualan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail apa yang dimaksud dengan bounce rate, bagaimana analytic menghitung bounce rate dan tentu bagaimana cara mengatasinya. Walaupun pengunjung website Anda bisa mencapai ratusan ribu setiap bulannya, tetapi jika jumlah bounce rate bisa mencapai angka 50% lebih, berarti bisa dibilang website Anda tersebut tidak sehat.

Apa itu Bounce Rate?

Bounce rate adalah presentasi jumlah pengunjung yang meninggalkan website Anda setelah membuka satu halaman saja. Misalnya pengunjung membuka halaman utama website Anda, kemudian tidak membuka halaman lainnya, itu termasuk bounce rate. Padahal seharusnya pengunjung dapat berselancar ke dalam website Anda, mulai dari meng-klik halaman lain atau sampai membeli barang/jasa Anda.

Ada banyak sekali faktor yang membuat bounce rate Anda membengkak. Mulai dari faktor navigasi website Anda yang tidak bagus, website Anda lemot sampai pengunjung tidak menemukan apa yang dicarinya. Tenang, kita akan membahas satu per satu masalah tersebut. Tetapi sebelum itu, kita akan belajar bagaimana cara menghitung bounce rate dan berapa sih bounce rate yang ideal itu?

Cara Menghitung Bounce Rate

Kami sudah mengasumsikan bahwa di dalam website Anda sudah terpasang Google Analytics. Di dalam navigasi Google Analytics, Anda akan melihat Sessions, Users, Pageviews dan Bounce Rate. Di dalam bounce rate tersebut biasanya Anda akan melihat angka presentase, 40%, 50% atau bahkan 85%. Bagaimana bisa munculnya angka tersebut?

Cara menghitung bounce rate sebenarnya mudah, rumus bounce rate adalah jumlah pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman / jumlah total kunjungan kemudian dikalikan 100%. Misalnya website Anda mempunyai jumlah kunjungan sebanyak 100 ribu setiap bulannya. Sedangkan yang mengunjungi satu halaman saja adalah 50 ribu.

Berarti bounce rate adalah = (50.000/100.000) * 100% = 50%

Berarti dari 100 ribu pengunjung, hampir setengah dari pengunjung blog Anda ini pergi meninggalkan website Anda setelah mengunjungi satu halaman saja. Jadi, apakah jumlah bounce rate bagus atau tidak?

Berapa Seharusnya Bounce Rate yang Baik untuk Sebuah Website?

Jika kalian melihat angka diatas 50%, seharusnya angka bounce rate tersebut terlalu tinggi untuk sebuah website. Lalu apakah angka diatas 50% ini sebuah angka yang buruk? Ini tergantung jenis website Anda. Jika website Anda adalah sebuah e-commerce atau menjual produk, tentu itu adalah angka yang cukup buruk. Tetapi sebaliknya, jika website Anda adalah jasa, bisa ada kemungkinan bahwa jumlah bounce rate tersebut baik, karena Anda hanya mengincar satu halaman saja.

Sebuah website yang baru, tentu tidak bisa langsung mendapatkan angka bounce rate yang bagus, ada beberapa tahapan yang harus Anda lalu. Ketika Anda mendapatkan jumlah bounce rate yang tinggi ketika membuat website baru, itu adalah wajar. Karena Anda masih belum mempunyai konten yang banyak. Idealnya, untuk sebuah website e-commerce atau jual beli, Anda harus mempunyai bounce rate sampai dibawah 40% sampai 30%.

Kenapa Orang Meninggalkan Website Anda?

Lalu kenapa orang meninggalkan website Anda? Seperti yang sudah dijelaskan di awal, ada banyak sekali faktor orang meninggalkan website Anda. Mulai dari navigasi yang buruk sampai pengunjung tersebut tidak bisa mendapatkan apa yang dicari. Tetapi kami bisa membeberkan 3 alasan besar, kenapa pengunjung ini meninggalkan website Anda.

Mereka tidak menyukai isi dari website Anda

Sudah dapat dipastikan, orang yang meninggalkan website Anda ini tidak menyukai isi dari website Anda. Padahal seharusnya pengunjung bisa berselancar sebentar mencari konten yang lain atau pada akhirnya beli. Anda harus merombak kembali struktur konten website Anda.

Mereka menyukai isi website Anda, tetapi tidak mempunyai waktu untuk membaca

Entah karena desain dari website Anda kurang menarik atau hanya judul konten Anda yang menarik. Anda bisa mengubah desain website atau struktur konten Anda dengan menambah gambar atau grafik agar pembaca bisa lebih tertarik.

Mereka mencari sesuatu, tetapi tidak mencari apa yang mereka inginkan

Ini adalah masalah gabungan nomor satu dan nomor dua, jadi Anda bisa merombak total struktur website atau bahkan desain.

Nah, sekarang saatnya untuk membahas bagaimana cara mengurangi bounce rate.

Cara Mengurangi Bounce Rate

  • Cari tahu bagaimana analytics menghitung bounce rate

Di Google Analytics sendiri, mereka mempunyai perhitungan sendiri untuk menghitung bounce rate. Jika ada pengunjung yang nggak melakukan apa-apa di dalam website Anda selama 25-30 menit, mereka akan menghitung bounce rate. Tentu itu adalah waktu yang sangat lama untuk seorang pengunjung website Anda.

Anda bisa melihat di Google Analytics di bagian Avg. Session Duration, berapa menit atau bahkan detik pengunjung Anda rata-rata untuk menghabiskan waktu di dalam website Anda. Jika di dalam Avg. Sessions Duration Anda melihat angka 40 detik misalnya, itu berarti rata-rata orang yang meninggalkan website itu dibawah angka 40 detik.

  • Coba manfaatkan internal link

Hal mendasar pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi bounce rate adalah dengan menggunakan internal link. Misalnya Anda mempunyai konten A, B dan C. Di awal, di tengah-tengah ataupun di akhir setiap konten tersebut Anda bisa menambahi link yang berhubungan. Misalnya di akhir konten A Anda bisa meletakkan konten B/C, begitu juga sebaliknya.

Tidak selalu Anda harus menghubungkan ke dalam artikel=artikel lama Anda, Anda juga bisa menghubungkan dengan artikel luar. Karena semakin banyak sumber atau link yang ada di dalam artikel tersebut, pengunjung akan mempunyai banyak referensi

  • Buat konten Anda mudah dibaca

Di dalam Google Analytics bisa terlihat, apakah sebuah konten tersebut banyak dibaca atau tidak. Misalnya perbandingan pembaca konten A dan konten B ini sangat jauh, konten A dibaca 1000 orang setiap bulan dan konten B hanya 100 orang. Itu berarti konten B harus diperbaiki, mulai dari judul, gambar sampai struktur tulisan.

Lalu apakah konten panjang ini lebih berbobot? Tidak selalu. Setiap website mempunyai karakter masing-masing, ada yang konten yang mengharuskan panjang dan ada konten yang pendek (berita). Balik lagi ke Google Analytics, jika Anda melihat banyak orang yang menyukai konten panjang, Anda bisa membuat lebih banyak konten yang panjang. Begitu juga sebaliknya, jika konten panjang Anda kurang diminati Anda bisa membuat konten pendek-pendek.

  • Lebih banyak variasi di dalam konten

Tidak banyak orang yang menyukai artikel panjang, jikalau pun ada jumlahnya tidak banyak. Ada beberapa faktor yang membuat orang tertarik dengan artikel panjang, salah satunya adalah hal yang dibahas secara mendetail. Anda bisa membuat artikel panjang ini dengan perbandingan 1:5, jadi setiap 5 artikel yang terbit terdapat 1 artikel panjang.

Nah di setiap konten, Anda harus menyiapkan beberapa gambar atau infografis agar orang yang membacanya tidak bosan. Bahkan kalau bisa Anda bisa membuat satu full konten yang berisi infografis. Tidak hanya infografis, Anda bisa meletakkan video juga di sana. Tidak semua hal yang kami sarankan ini baik untuk website Anda, terkadang Anda sendiri yang menemukan formula mana yang cocok untuk konten Anda.

  • Meta title dan meta description

Apa itu meta title dan meta description? Meta title adalah judul website/blog Anda secara lengkap. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, Anda bisa mengubah meta title dengan “Sepatu Basket Joglo – Jual Sepatu Basket Murah dan Terbaru”. Anda bisa menemukan keyword-keyword yang pas di dalam Google Analytics untuk mendapatkan meta title yang pas.

Lalu Anda juga bisa mengedit meta description di setiap artikel. Meta desc ini akan muncul di dalam mesin pencari untuk mempermudah pengunjung mencari konten yang dia inginkan. Coba buat meta desc yang baik dan memang related dengan isi konten Anda. Karena jika ada pengunjung yang masuk ke dalam konten Anda dan kemudian tidak dapat menemukan apa yang ada di dalam konten Anda, tentu pengunjung Anda akan dengan cepat meninggalkan website Anda, bounce.

  • Pastikan konten Anda dishare

Ada cara lain melihat untuk melihat apakah konten Anda ini bagus atau tidak. Yaitu dengan cara berapa banyak konten tersebut dishare. Ketika seseorang sudah membagikan konten Anda, tentu konten Anda dirasa sangat bagus. Ada beberapa tracker yang bisa Anda pasang di dalam website Anda untuk melihat berapa banyak jumlah share di setiap konten.

Jika memang Anda masih struggling untuk mendapatkan konten yang shareable, Anda bisa memulai dengan membagikan sendiri konten Anda. Jangan Anda sendiri yang membagikan, Anda bisa menyuruh seluruh karyawan Anda untuk membagikan konten di media sosial masing-masing.

  • Lakukan survei

Cara selanjutnya untuk memperkecil bounce rate adalah mengetahui apa saja kebiasaan pengunjung Anda. Ketika website Anda sudah berjalan kurang lebih 5-6 bulan, Anda bisa melakukan survei secara online kepada setiap pengunjung website. Dari situ Anda bisa mengetahui apa sebenarnya yang diinginkan oleh pengunjung Anda dan apa yang kurang dari website Anda.

Ada banyak sekali website online yang menawarkan jasa survey online, seperti Google Form, Survey Monkey, Panel Place dan lain-lain. Dan semuanya bisa Anda coba secara gratis.

  • Gunakan related post plugin

Pengunjung sangat menyukai adanya konten yang terkait. Usahakan setiap membuat konten, Anda bisa menghubungkan konten tersebut dengan konten yang lain. Selain internal link, Anda bisa menggunakan related post plugin. Jadi di setiap akhir konten, Anda bisa menyisipkan konten yang terkait. Tidak hanya di akhir konten, tetapi bisa juga di tengah-tengah. Bisa dalam bentuk link ataupun bentuk gambar agar para pengunjung tertarik.

  • Dapatkan keyword andalan

Di dalam setiap website, Anda pasti mempunyai keyword-keyword yang dituju. Misalnya website Anda adalah “Sepatu Basket Joglo”, jadi Anda bisa menarget beberapa keyword misalnya “Sepatu Bakset”, “Sepatu Basket murah”, “Jual sepatu basket” atau apapun. Anda bisa melihat apakah keyword tersebut ini cocok untuk website Anda atau tidak.

Tidak semua keyword Anda sasar, apalagi Anda adalah pemain baru. Tentu Anda akan kalah bersaing dengan pemain lama. Tetapi ada beberapa cara agar Anda mendapatkan keyword yang tetap. Tips pertama adalah coba gunakan keyword long tail atau keyword yang panjang. Misalnya Anda jangan menyasar “Sepatu basket murah” tetapi Anda bisa menyasar “sepatu basket murah Surabaya” atau “sepatu basket murah nike”. Dengan begitu Anda bisa menyasar beberapa pengunjung dengan target keyword yang pas.

  • Buat website Anda lebih cepat

Cara berikut adalah Anda bisa membuat website Anda lebih cepat. Dengan kecepatan internet sekarang yang sangat membabi buta, jika website Anda lemot tentu itu akan menjadi suatu kelemahan. Tidak jarang pengunjung akan malas dengan website Anda yang lemot. Ketika sudah dicap lemot, pengunjung tersebut biasanya tidak akan kembali lagi.

Ada beberapa cara untuk mempercepat website Anda, mulai dari menggunakan theme website yang bagus, menggunggah gambar yang tidak terlalu besar dan mengubah struktur website. Tetapi jangan sampai struktur gambar yang akan ditampilkan ke dalam website terlalu jelek, karena gambar ini biasanya sangat menentukan ketertarikan seorang pengunjung.

  • Mobile friendly

Jika Anda melihat di Google Analytics, Anda akan melihat berapa jumlah yang pasti dari pengunjung website desktop dan pengunjung mobile. Jika Anda melihat lebih banyak pengunjung mobile, berarti Anda harus mempunyai tampilan mobile friendly yang bagus. Tetapi sebaliknya, jika Anda tidak mempunyai pengunjung mobile yang cukup banyak, Anda berarti harus membenahi tampilan desktop Anda.

 

Sekarang Anda telah mengetahui apa sebenarnya itu bounce rate, cara menghitung bounce rate dan bagaimana cara mengurangi bounce rate. Cara-cara tersebut memang bisa langsung Anda aplikasikan tetapi mungkin Anda akan menikmati hasilnya selama 2-3 bulan berikutnya. Jika Anda rajin dan konsisten dalam memberikan konten yang sesuai dengan karakter pembaca Anda, akan akan dengan mudah mengurangi jumlah bounce rate.

Bounce rate dapat diantisipasi dengan kualitas website yang baik dan lancar. StoreMantap siap membantu Anda untuk mewujudkan hal tersebut. Datangi booth nomor 159 kami di acara Jatim Fair yang diadakan pada tanggal 6-16 Oktober 2016 di Grand City Surabaya. Selain layanan pembuatan website untuk toko online, StoreMantap juga akan merilis produk baru, yakni POS by StoreMantap dan SM Keyboard. Kami tunggu kehadiran Anda!

Page 2 of 12
1 2 3 4 12