Tips Desain Website untuk Menambah Kredibilitas

Apakah Anda tahu guna website selain memberikan informasi kepada masyarakat? Ya, website adalah tempat yang sangat baik untuk menaikkan kredibilitas bisnis yang Anda miliki. Sebuah bisnis akan terlihat lebih bagus, istimewa, dan juga lebih terpercaya ketika mempunyai website yang bagus, informatif, tidak membingungkan, dan tentunya berdesain bagus.

Terkadang orang hanya sekadar mempunyai website, namun tidak memperhatikan apakah informasi yang diberikan sudah bagus atau tidak, tidak menghiraukan desain, dan bahkan tidak pernah di-update. Padahal seharusnya website berfungsi untuk merepresentasikan suatu bisnis. Ketika website-nya jelek, maka bisa dibilang kredibilitasnya cenderung rendah. Kabar baiknya, Anda masih bisa menambah kredibilitas pada website Anda melalui beberapa tips desain berikut ini.

Beritahu Bahwa Bisnis Anda Benar-benar Ada

Selain melihat produk atau jasa yang dijual, orang-orang akan cenderung melihat apakah suatu website benar-benar ada atau bohongan ketika mereka berbelanja online. Ketika produk atau jasa yang Anda tawarkan begitu bagus, tetapi ketika dilihat alamat atau kontaknya ternyata tidak jelas, maka bisa jadi calon pelanggan tersebut akan lari.

Jadi, usahakan untuk menuliskan alamat lengkap dan informasi mengenai bisnis Anda. Jika Anda mempunyai kantor atau alamat rumah yang bisa ditulis, Anda bisa menuliskannya. Beritahu juga nama lengkap pemilik atau kontak yang bisa dihubungi.

Jangan Mengada-ada

Dan yang terpenting adalah jangan mengada-ada. Ketika Anda tidak memiliki alamat kantor atau rumah yang bisa dicantumkan, Anda bisa menjelaskan bahwa sementara pemesanan atau pengaduan bisa menghubungi nomor Anda. Berikan alamat e-mail, nomor telepon, WhatsApp, dan akun media sosial Anda agar orang bisa menghubungi Anda dengan mudah.

Jika Anda mengada-ada dengan menuliskan alamat palsu dan ketika dicek ternyata Anda bohong, maka kredibilitas Anda akan menurun. Apabila Anda masih memiliki bisnis kecil-kecilan, tulis saja apa adanya. Jangan membuat seakan-akan bisnis Anda ini sudah mempunyai ratusan karyawan.

Terbuka

Seperti dijelaskan pada poin kedua, orang akan senang ketika Anda mempunyai banyak kontak yang ditulis di website. Tidak hanya nomor telepon, tetapi cantumkan juga WhatsApp, LINE, BBM atau bahkan Skype. Jangan sungkan untuk menuliskan nama Anda juga. Berikut adalah contohnya:

“Budi Sekario – Business Owner

0876543210 (SMS Only)

0876543210 (WhatsApp)

LINE

BBM

Skype”

Selain memudahkan calon pelanggan untuk menghubungi Anda, mereka juga akan berpikir bahwa yang akan dia hubungi adalah orang sesungguhnya. Rasa percaya pun akan muncul karena mereka yakin Anda akan menjawab segala pertanyaan yang akan mereka lontarkan.

Tampilkan Foto Bisnis Anda

Selain foto produk, Anda juga bisa menampilkan foto bisnis Anda di dalam website. Misalnya, foto kantor Anda sebagai toko offline, hingga foto Anda bersama tim. Hal ini akan menambah tingkat kepercayaan karena mereka akan berpikir bahwa bisnis Anda ini ada wujudnya dan tidak bohongan. Untuk foto tim, Anda bisa menjelaskan satu per satu role dari karyawan Anda. Ini akan menjadi poin plus bagi bisnis Anda ketika bisa menjelaskan siapa tim di balik layar.

 

Itulah beberapa hal sederhana yang bisa Anda aplikasikan untuk meningkatkan kredibilitas website Anda melalui aspek desain. Perlu diingat bahwa setiap bisnis bisa memiliki efektivitas yang berbeda, jadi jangan ragu untuk melakukan testing demi menemukan elemen desain mana yang paling efektif untuk website Anda. Selamat mencoba!

Bagaimana Brand Besar Mempertahankan Pelanggan?

Ketika Anda memutuskan untuk membuat bisnis, ibaratnya Anda sedang masuk sekolah untuk pertama kalinya. Di dalam sekolah tersebut, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang menjadi pesaing sekaligus teman untuk menggapai peringkat terbaik. Jika Anda tidak kompetitif, maka Anda tidak akan bisa meraih hasil yang maksimal. Begitu halnya dengan bisnis, jika Anda tidak berusaha untuk kompetitif, maka Anda akan tertinggal. Bahkan mungkin Anda akan tinggal kelas atau bangkrut.

Di dalam sekolah, Anda diharuskan melihat atau mencontoh kakak kelas yang mempunyai prestasi tinggi. Di dalam bisnis juga demikian, Anda harus mempunyai contoh atau sandaran. Di luar sana, sudah ada jutaan orang yang telah jatuh bangun dalam membangun bisnis. Ada beberapa yang kuat untuk jatuh bangun beberapa kali, dan ada beberapa yang harus putus asa gulung tikar.

Sebagai pebisnis baru maupun sudah menjalankannya selama bertahun-tahun, tidak ada salahnya untuk belajar kepada para senior atau perusahaan-perusahaan besar. Brand besar seperti McDonalds, Amazon, Starbucks atau yang baru seperti GO-Jek tidak langsung tiba-tiba menjadi “wah” seperti sekarang. Para pendirinya jatuh bangun terlebih dahulu, bahkan pendiri dari Starbucks sekarang sempat dipecat oleh perusahaannya sendiri.

Nah, sekarang kita akan membahas bagaimana brand-brand besar dan terkenal dalam negeri dan dunia bisa mempertahankan pelanggannya, Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda dalam membangun bisnis.

Starbucks yang Memanjakan Pelanggan

  • Kisah Awal Howard Schultz “Menemukan” Format Starbucks

Apakah Anda tahu bahwa kisah dari Starbucks ini sangat dramatis? Howard Schultz pernah dipecat oleh Starbucks karena visi dan misinya tidak sejalan dengan pemilik saat itu. Ketika itu, Schultz masih menjabat sebagai Kepala Marketing yang ditugaskan Starbucks ke Italia untuk belajar bagaimana fenomena kopi di Italia. Hal tersebut membuka pikiran Schultz. Ternyata di Italia, minum kopi adalah budaya. Bagaimana orang Italia menghabiskan satu cangkir kopi bisa sampai berjam-jam. Kenapa bisa demikian? Apakah sang empunya kedai atau restoran ini tidak bangkrut karena banyaknya orang yang nongkrong?

Schultz mempelajar bahwa kopi yang disajikan ini bukan kopi biasa, melainkan kopi dengan kualitas tinggi. harga yang ditawarkan pun tidak murah, bahkan cenderung mahal. Jadi, di Italia, orang betah duduk di kedai kopi untuk menikmati satu gelas kopi berkualitas tinggi telah menjadi hal yang dianggap worth it dengan uang yang dikeluarkan.

Ketika Schultz mengatakan bahwa seharusnya Starbucks meniru format kedai di Italia, para pemilik malah tidak menyetujui. Saat keluar dari Starbucks, Schultz malah membuat kedai kopi sendiri bernama Il Giornale dengan format yang dia inginkan. Hasilnya? Starbucks berada di ambang kebangkrutan dan Schultz sendiri yang menyelamatkan dengan membeli saham Starbucks.

  • Schultz Mempertahankan Format, Bukan Sekadar Menjual Kopi

Pada tahun 1987 setelah Schultz membeli Starbucks, dirinya mengatakan bahwa Starbucks seharusnya bukan sekadar menjual kopi, tetapi juga mempertahankan pelanggan untuk berada di kedai terus menerus tanpa bosan, dan mengulangi kegiatannya tersebut seminggu dua kali atau bahkan lebih.

Cara pertama adalah Starbucks mengubah bentuk dari kedainya. Schultz mengatakan bahwa kedai Starbucks harus terbuka dan ramah lingkungan. Kesan hijau pun harus ada di mana-mana, itulah alasan mengapa corak celemek para pelayan Starbucks berwarna hijau. Warna hijau juga akan membuat rileks orang yang melihatnya. Cara kedua adalah Starbucks menginzinkan orang untuk duduk menghabiskan satu cangkir kopi tanpa mengusirnya. Bahkan beberapa orang mencoba untuk datang ke Starbucks tanpa membeli, dan tidak ada masalah.

Ini adalah salah satu cara agar para pelanggan betah di Starbucks. Schultz mempunyai semboyan bahwa kopi adalah jembatan untuk orang yang ingin bekerja, belajar, membaca buku atau bahkan membahas masalah pekerjaan.

  • Selalu Ada yang Baru Setiap Bulannya

Ini adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh semua brand. Selalu ada yang baru setiap bulannya. Perubahan kecil pun pasti akan membuat pelanggan merasa diperhatikan. Starbucks sering membuat campaign sesuai dengan negara masing-masing. Di Indonesia, misalnya, Starbucks memberikan kopi gratis kepada orang yang telah mencoblos pada saat pemilu. Jika ada hari-hari penting, Starbucks juga tidak segan untuk memberikan promosi.

Pada intinya, semahal apapun kopinya, jika Anda mempunyai pelanggan yang loyal maka bisnis Anda bisa dikatakan telah berkembang. Itu bisa menjadi pegangan Anda, bagaimana caranya membuat bisnis Anda menciptakan hal-hal baru secara konsisten. Entah itu menciptakan promosi baru setiap bulan, dekorasi baru, atau sekadar megubah foto profil media sosial Anda.

R&G Technologies Australia yang Dekat dengan Pelanggan

  • R&G Technologies Australia Jadi Perusahaan Paling Berkembang di Australia

Sekarang kita akan membahas B2B atau business to business. Ciri dari B2B adalah produk yang Anda tawarkan berupa jasa ataupun barang dalam jumlah sangat banyak dan harganya cukup mahal. Misalnya, Anda menawarkan jasa jual sembako dalam jumlah banyak ataupun persewaan mobil untuk perusahaan. Nah, R&G Technologies adalah salah satu perusahaan IT terbesar di Australia yang sudah melayani beberapa klien besar di Australia. Cara R&G Technologies dalam mempertahankan klien ini cukup ampuh, yaitu mereka sangat dekat dengan pelanggan.

  • Setiap Karyawan Mempunyai KPI Khusus

KPI adalah Key Performance Index, jadi setiap tiga tau enam bulan, setiap karyawan diharapkan untuk mengumpulan nilai KPI yang tinggi agar mendapatkan bonus dan jika tidak maka akan ada punishment. KPI yang ada di R&G Technologies ini unik, mereka harus mendapatkan nilai kepuasaan pelanggan yang tinggi. Jadi, setiap bulannya, R&G Technologies memberikan survei kepada seluruh pelanggannya, bagaimana kepuasaan dari pelayanan R&G Technologies. Dari survei tersebut, terlihat segalaya kelemahan dan keunggalan dari produk yang dikeluarkan oleh R&G.

Oleh karena itu, setiap karyawan yang ada di R&G mau tidak mau harus berbicara dengan pelanggannya secara teratur. Jika tidak, maka survei yang ditulis oleh para pelanggan tersebut bisa jelek, dan akhirnya KPI mereka kurang. Cara ini dinilai sangat ampuh untuk membuat para karyawannya bisa lebih dekat dengan para pelanggannya.

  • Anda Juga Bisa Melakukan Hal yang Sama

Jika pelanggan Anda masih sedikit, Anda tidak perlu menerapkan survei atau KPI kepada para karyawan Anda, yang penting adalah Anda tahu bagaimana tingkat kepuasaan pelanggan Anda. Caranya Anda bisa bertanya langsung kepada pelanggan dan mendengar kritik dan saran untuk bisnis. Ingat, pelanggan tetap akan muncul ketika Anda berhasil mengenal dekat para pelanggan tersebut.

TOMS Berawal dari Misi Sosial

  • TOMS, Socialpreneur Nomor Satu di Dunia

Apa gerakan sosial yang mendapatkan banyak sekali keuntungan di dunia? Mungkin jawaban yang paling tepat adalah sepatu TOMS. TOMS adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang dimiliki oleh Blake Mycoskie. Saat itu, Blake sedang liburan di Argentina dan duduk di sebuah kafe di sana. Ada beberapa anak kecil lewat dan kebanyakan dari mereka tidak memakai sandal. Hal ini langsung melecut pikiran dari Blake, bagaimana cara membantu anak kecil tersebut. Padahal Blake sendiri tidak mempunyai uang sama sekali.

Di saat bersamaan, Blake melihat bahwa sepatu khas Argentina ini sangat unik, yaitu sepatu kanvas yang dinamakan alpargatas. Blake pun berpikir, kenapa tidak memperkenalkan sepatu alpargatas ini kepada dunia, dan setiap keuntungannya diberikan untuk para anak-anak di Argentina yang tidak mempunyai sepatu.

Blake menjual apartemennya untuk membeli 250 sepatu alparagatos. Misi sosialnya adalah setiap satu sepatu terjual, maka akan dibelikan satu sepatu untuk anak-anak. 250 pasang sepatu langsung habis terjual hanya dalam tempo satu minggu. Beruntung bagi Blake, ternyata koran Los Angeles Times memberitakan hal tersebut, dan Blake mendapatkan pesanan 10 kali lipat. 10 ribu sepatu TOMS pun terjual pada enam bulan pertama. Dan sekarang, TOMS sudah mendistribusikan 60 juta pasang sepatu untuk anak-anak.

  • Anda Harus Memperbaiki Visi dan Misi Bisnis Anda

Apa tujuan Anda untuk mendirikan bisnis ini? Apakah Anda hanya ingin mengeruk keuntungan saja? Tentu itu adalah hal yang lumrah, Anda tidak bisa hidup tanpa uang, bukan? Tetapi coba telaah atau teilit kembali apa alasan Anda untuk mendirikan bisnis ini. Jangan terlalu memaksa untuk memasukkan masalah lingkungan atau masalah sosial yang sedang muncul saat ini. Yang terpenting adalah Anda harus menemukan visi dan misi selain mendapatkan keuntungan. Lihat lingkungan sekitar Anda, apa yang bisa Anda angkat dari situ.

Tesco yang Sangat Memperhatikan Para Pelanggannya

  • Tesco Adalah Salah Satu Supermarket Terbesar di Inggris

Tesco didirikan sejak tahun 1919 dan sekarang menjadi salah satu supermarket terbesar di Inggris. Di dunia, Tesco adalah salah satu pioneer supermarket yang melayani pembayaran sendiri. Jadi Anda bisa memasukkan barcode sendiri dan langsung membayarnya. Tesco sudah melakukannya sejak tahun 1956 daan sekarang sudah ditiru oleh beberapa supermarket besar di dunia. Nah, walaupun Tesco ini menjadi salah satu supermarket yang mempunyai teknologi canggih, bukan berarti Tesco melupakan keterlibatan manusia. Di setiap tokonya, Tesco sudah menyiapkan puluhan customer service yang siap sedia. Tesco juga mempunyai standar sendiri untuk para karyawannya ketika ingin menjadi customer service.

  • Sangat Aktif di Dalam Media Sosial

Salah satu yang paling menarik dari Tesco adalah dirinya sangat aktif di media sosial. Mulai dari Instagram, Twitter sampai Facebook Tesco sangat “gampangan” dalam membalas komentar para pelanggannya. Di Twitter saja, admin sering bercanda kepada para pelanggannya. Memang Tesco mempunyai akun Twitter pengaduan sendiri, tetapi para admin Tesco ini tidak akan membiarkan ada satu mention yang terlewat.

Ini tentu akan membuat para pelanggan mudah percaya kepada Tesco. Tesco seakan memanjakan pelanggan, bahkan lewat media sosial sekalipun. Cara ini juga sukses dilakukan oleh beberapa toko online di Indonesia, seperit Lazada, MatahariMall dan Blibli.

  • Buat Akun Semua Media Sosial

Lalu apa yang bisa Anda ambil dari kisah Tesco diatas? Pertama adalah Anda bisa membuat akun di semua media sosial. Kenapa demikian? Pertama karena media sosial adalah cara marketing yang paling baik dan gratis. Anda tidak perlu susah-susah membuat selebaran ataupun iklan di televisi, cukup memanfaatkan dan memaksimalkan media sosial, Anda akan mendapatkan pelanggan dengan sendirinya.

Jika Anda sudah mendapatkan penghasilan secara tetap, Anda bisa mempertimbangkan untuk fokus ke dalam media sosial. Misalnya Twitter, Anda bisa merekrut satu orang untuk fokus kepada media sosial. Tugasnya cukup mudah, membuat strategi marketing melalui media sosial dan membalas setiap mention yang masuk ke dalam Twitter. Walaupun secanggih apapun teknologi bisnis yang Anda gunakan, mempercayakan orang untuk berkomunikasi kepada para pelanggan Anda adalah hal yang sangat penting.

GO-Jek Gunakan Promosi untuk Mempertahankan dan Mendapatkan Pelanggan

  • GO-Jek Sangat Berjaya di Indonesia

Beberapa waktu lalu GO-Jek berhasil mendapatkan pendanaan sekitar 500 juta dolar atau sekitar 5 triliun rupiah. Dengan pendanaan sebesar itu, GO-Jek dengan mudah menerapkan strategi marketing apapun. Tetapi seperti dijelaskan di awal, GO-Jek tidak mendapatkan hal tersebut dengan mudah. Apakah Anda tahu bahwa GO-Jek pertama kali didirikan pada tahun 2010 dan ketika itu investasinya ditolak dimana-mana? Baru ketika berhasil meyakinkan satu investor, pada tahun 2015 GO-Jek mengeluarkan aplikasi Android dan mendapatkan banyak sekali pelanggan.

  • Promosi

Masih ingat bagaimana promosi GO-Jek di awal, yang hanya memberikan lima ribu ke mana saja? Cara tersebut memang mengandalkan jumlah investasi yang sangat tinggi, tetapi Anda bisa mengambil beberapa keuntungan di sana. GO-Jek tidak hanya mendapatkan pelanggan, tetapi mempertahankan pelanggan. Semakin banyak pengguna GO-Jek yang mengajak orang-orang menggunakan aplikasi (referral), secara tidak langsung banyak sekali orang-orang yang memakai GO-Jek walaupun hanya mencobanya sekali.

Lalu apakah Anda tahu, bahwa sekarang GO-Jek tidak memiliki promosi sama sekali? Untuk menggunakan GO-Jek, Anda tidak lagi membayar 5 ribu, tetapi bisa lebih dari 20 ribu rupiah sekali jalan. Tetapi apakah dengan berhentinya promosi ini para pelanggan berhenti menggunakan jasa mereka? Tidak sama sekali. Kenyataannya, pengguna setia GO-Jek semakin banyak, walaupun ada banyak sekali pesaing di luar sana.

  • Apakah Anda Harus Melakukan Hal yang Sama?

Jika uang yang Anda punyai sekarang kecil, tentu jangan melakukan hal yang sama seperti GO-Jek. Hal itu akan membunuh bisnis Anda dalam waktu dekat. Tetapi Anda bisa melihat bahwa teknik promosi dan referral yang ada di GO-Jek in sangat menarik. Kami akan mencontohkan teknik promosi dan referral untuk bisnis cuci sepatu. Anda bisa membuat promosi cuci sepatu 2 gratis 1, atau diskon 50% jika mengajak orang lain untuk mencuci sepatu. Apapun bisnis Anda sebenarnya bisa dibuat promosinya, semenarik mungkin sesuai dengan kreatifitas Anda.

 

Nah, itulah beberapa kisah yang bisa Anda ambil untuk mempertahankan pelanggan. Cara di atas tentu tidak akan memperlihatkan hasil secara instan atau langsung. Anda mungkin butuh waktu mingguan, bulanan atau bahkan tahunan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa fokus untuk mengembangkan bisnis Anda. Satu-satunya keuntungan yang bisa Anda petik adalah sudah ada ratusan pebisnis yang gagal di luar sana. Anda tinggal mempelajari bagaimana bisnis tersebut bisa gagal dan jangan melakukan kesalahan yang sama. Jika Anda masih saja melakukan kesalahan yang sudah ratusan kali dilakukan oleh para pebisnis lain, itu berarti ada yang salah dengan cara bisnis Anda.

4 Cara Memanfaatkan Facebook untuk Marketing eCommerce

Bagi mayoritas merek eCommerce, Facebook masih menjadi platform media sosial utama yang digunakan untuk meningkatkan traffic dan jumlah pelanggan. Sekarang mungkin Anda telah memiliki sebuah halaman Facebook khusus brand Anda dan secara rutin membagi konten kepada followers di sana. Namun, apakah Anda telah benar-benar memanfaatkan Facebook dengan baik? Yakinkah Anda bahwa marketing yang Anda lakukan tidak mengganggu pelanggan Anda dan berhasil meningkatkan penjualan?

1. Mencantumkan Gambar

Untuk meningkatkan traffic dan penjualan melalui Facebook, Anda harus menciptakan engagement dan membangun audiens terlebih dahulu. Engagement tersebut dapat Anda lakukan dengan cara mem-post gambar pada halaman Facebook brand Anda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh HubSpot, gambar mampu menjaring komentar 104% lebih banyak dari postingan biasa yang hanya berupa tulisan. Likes Anda juga akan meningkat hingga 53%.

Lalu, jenis gambar apa yang harus Anda post pada Facebook?

Saat mem-post foto produk, usahakan untuk mencantumkan tulisan yang menambah konteks pada foto tersebut, misalnya seperti “New”, “Back in Stock”, atau “Summer 2016 Collection”. Anda juga dapat menghilangkan kesan membosankan pada foto produk dengan melakukan collage pada beberapa foto sekaligus. Cantumkan beberapa produk yang menurut Anda cocok dipadukan bersama. Gambar pada Facebook Anda pasti akan tampak lebih menarik.

2. Menjual “Lifestyle” Terkait Produk

Tips satu ini sangat cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis retail. Ketika mencantumkan gambar pada Facebook, Anda tidak hanya menjual produk, namun juga lifestyle yang terkait dengan produk Anda tersebut. Post gambar seseorang sedang menggunakan produk Anda pada situasi yang terkait dengan brand dan target demografis Anda. Anda juga bisa mengelilingi produk Anda dengan produk-produk lain yang non kompetitif namun masih “on brand”.

Sebagai contoh, Anda dapat belajar dari Poler Stuff, sebuah brand penghasil peralatan outdoor dan olahraga. Pada sebuah gambar yang di-post di halaman Facebook, mereka menampilkan foto seorang traveller solo yang sedang mengendarai sepeda untuk mempromosikan gaya hidup outdoor saat weekend. Foto tersebut diambil dari belakang, memperlihatkan produk-produk Poler Stuff yang dikenakan oleh orang tersebut. Tidak ketinggalan sebuah caption yang berbunyi “Get out there this weekend. No excuses”.

3. Mengadakan Kontes atau Giveaway

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh marketingland.com menunjukkan bahwa 42% orang menekan tombol “like” pada halaman Facebook suatu brand untuk mendapatkan kupon atau diskon. Anda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk menerapkan strategi serupa, yakni dengan mengadakan kontes atau giveaway. Tidak hanya melakukan proses engagement, kedua cara tersebut dapat menarik pelanggan baru untuk berkunjung ke halaman Facebook Anda.

Salah satu brand yang berhasil melakukan strategi ini adalah Diamon Candles. Mereka meminta para fans di halaman Facebook untuk menekan tombol “like”, melakukan “share”, dan “pin” agar mendapatkan kesempatan memenangkan salah satu produk mereka. Hasilnya, mereka berhasil mendapatkan 3,269 likes dan 2.627 shares pada postingan giveaway tersebut.

4. Menawarkan Diskon dalam Waktu Tertentu

Apa tujuan Anda melakukan marketing melalui Facebook? Tentu pada akhirnya semua akan berujung pada penjualan, bukan? Menawarkan diskon dapat menjadi cara yang efektif untuk membuat orang-orang segera melakukan pembelian, namun berilah batasan waktu pada diskon tersebut. Memberi jangka waktu tertentu pada diskon dapat meningkatkan esensi “kelangkaan” pada produk yang Anda jual, yang terbukti mampu menjadi pemicu kuat untuk melakukan pembelian.

Jika tertarik untuk menerapkannya, Anda dapat belajar dari Bonobos, sebuah brand pakaian pria. Mereka menawarkan diskon yang hanya berlaku pada jangka waktu tertentu dan memasang batas minimum pembelian. Batas minimum pembelian dapat menjadi cara cerdas untuk memberi tawaran menarik pada pelanggan tanpa harus memberikan terlalu banyak potongan,

 

Ketika menggunakan Facebook, perhatikan keseimbangan antara menciptakan konten yang memikat pelanggan sekaligus mendorong mereka untuk memperhatikan produk Anda. Menawarkan penawaran menarik seperti diskon dan giveaway mampu menjembatani adanya gap di antara dua tujuan tersebut. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Kisah Amancio Ortega, Sang Pendiri Zara yang Ada di Peringkat 2 Dunia Orang Terkaya

Anda mungkin sudah tidak asing mendengar nama Zara. Ia merupakan salah satu merek fashion paling ternama di dunia. Namun, sedikit yang mengetahui bahwa mastermind di balik merek tersebut adalah seorang pria bernama Amancio Ortega. Ia memang termasuk orang yang cukup misterius. Pria kelahiran 28 maret 1936 tersebut bahkan sangat jarang tampil di muka umum dan sering menolak permintaan wawancara. Meski begitu, ia tidak pernah berhenti membangun kerajaan bisnis fashion-nya hingga kini berhasil menjadi orang terkaya di Spanyol.

Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

Kesuksesan yang dirasakan Ortega kini tidak diraihnya secara mudah. Berasal dari keluarga yang kurang mampu, anak bungsu dari empat bersaudara ini lahir di Busdongo de Arbas, sebuah dusun di Spanyol yang populasinya hanya mencapai 60 orang. Profesi ayahnya sebagai pekerja kereta api membuat Ortega dan keluarganya harus pindah ke sebuah rumah petak yang berbatasan dengan rel kereta api di La Coruña. Sedangkan, ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Sejak berusia 13 tahun, Ortega tidak lagi mendapatkan pendidikan formal. Karena hidupnya serba kekurangan, ia memutuskan untuk berhenti sekolah demi dapat bekerja membantu kedua orang tuanya. Perhatiannya dengan dunia fashion mulai muncul ketika ia dan ibunya berhenti di suatu toko lokal. Sang ibu memohon kepada penjual agar diizinkan untuk berhutang, namun tidak diberikan. Saat itu, Ortega benar-benar merasa terhina dan bertekad untuk mengubah nasib diri dan keluarganya.

Awalnya Hanya Seorang Pelayan Toko

Setelah berhenti sekolah, Ortega bekerja sebagai seorang pelayan toko untuk pembuat baju lokal bernama Gala. Kinerjanya yang baik membuat ia diangkat menjadi seorang asisten penjahit. Dari situlah ia mulai belajar menjahit pakaian. Sebisa mungkin, Ortega menyerap seluruh pelajaran yang bisa ia ambil, mulai dari proses produksi, distribusi garmen, dijual di toko. Ia pun jadi paham betapa pentingnya memberikan pakaian pada konsumen secara langsung kepada konsumen.

Setelah menikah dengan istri pertamanya, Mera, pada tahun 1966, Ortega mulai menjahit pakaian sendiri di ruang tamu rumahnya. Secara perlahan, ia mempekerjakan orang lain untuk menjahit seluruh desainnya dan menjualnya dengan harga lebih murah dari kebanyakan pakaian di Spanyol. Akhirnya, pada tahun 1975, Ortega dan Mera berhasil membuka toko Zara pertama mereka di Spanyol. Pemilihan lokasi yang tepat membuat bisnis Zara berkembang pesat. Pada tahun 1989, tercatat ada hampir 100 toko Zara yang berhasil dibuka oleh Ortega di Spanyol.

Disiplin Menerapkan Strategi Andalan

Pesatnya perkembangan Zara tidak lepas dari berbagai strategi jenius yang diaplikasikan oleh Ortega. Ia selalu memastikan bahwa produk-produk fashion yang dijualnya di Zara benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, sebelum memproduksi suatu pakaian, ia akan terlebih dahulu melakukan riset mendalam. Ortega juga mengikuti seluruh perkembangan dunia fashion agar dapat memberikan produk-produknya secara cepat.

Selain itu, Ortega juga menerapkan aturan yang harus dilakukan seluruh pegawainya, yakni mengganti tampilan baju yang menjadi display pada manekin toko sebanyak dua kali dalam seminggu. Ia juga memastikan agar seluruh pesanan baju pelanggannya dapat selesai hanya dalam waktu dua hari. Strategi-strategi Ortega tersebutlah yang membuat para pelanggan memiliki loyalitas dan kepercayaan yang tinggi terhadap merek Zara.

Miliarder yang Sederhana dan Rendah Hati

Segala jerih payah yang dilakukan Ortega sejak remaja pun membuahkan hasil memuaskan. Menurut majalah Forbes, kekaayaan Ortega pada tahun 2013 mencapai angka $57 miliar atau sekitar 754,6 triliun rupiah, membuatnya masuk pada jajaran orang terkaya di dunia. Meski begitu, ia dikenal sebagai orang yang sangat sederhana. Ia selalu berusaha untuk menciptakan komunikasi yang baik dengan seluruh pegawainya dari berbagai lapisan.

Saat mengunjungi acara pembukaan gerai Zara di Manhattan, Ortega bahkan pernah menangis karena terharu. Ia tidak percaya bahwa ada banyak orang yang mendatangi tokonya hingga rela berdesak-desakan. Saking terharunya, Ortega sampai harus mengurung diri di kamar mandi untuk menyembunyikan tangisannya. Ia membayangkan betapa bangganya kedua orang tuanya jika mereka masih hidup dan dapat menyaksikan kesuksesannya di dunia fashion.

 

Kini, Ortega tengah menikmati hidupnya bersama istri keduanya, Flora Perez Marcote, yang dinikahinya pada tahun 2001 setelah bercerai dari Mera pada tahun 1986. Ortega dan Marcote dikabarkan tinggal sebuah apartemen di La Coruna, Spanyol. Ia juga memiliki berbagai aset mewah lain seperti The Epic Residences & Hotel di Miami, Florida, dan pesawat jet pribadi The Global Express BD-700. Namun, Ortega jarang menikmati waktu liburan karena lebih menghabiskan waktu untuk bekerja.

Kenapa Orang Menyukai Instagram sebagai Tempat Berjualan Online?

Instagram merupakan salah satu aplikasi edit dan sharing foto paling fenomenal selama beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan data yang dilansir oleh techinasia, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 lalu, Instagram  kini telah memiliki lebih dari 400 juta pengguna dari seluruh dunia. Tidak mengherankan jika para pebisnis pun melirik Instagram sebagai platform yang sangat menjanjikan untuk berjualan online. Anda dapat mengubah feed akun Instagram Anda menjadi sebuah katalog untuk produk-produk Anda. Pengalaman berjualan pun menjadi lebih menyenangkan.

Meningkatnya Jumlah Pengguna

Ramainya pengguna Instagram menjadi salah satu alasan kuat mengapa orang-orang menyukai media sosial tersebut sebagai tempat berjualan online. Dilansir dari techinasia, sebuah perusahaan riset dan analisis aal Inggris bernama TNS mencatat bahwa Indonesia menjadi negara pengguna Instagram terbanyak ketiga di dunia. Sebanyak 89% pengguna Instagram di Indonesia berusia 18-34 tahun, dengan 63% di antaranya merupakan perempuan. TNS juga mencatat bahwa 45% pengguna Instagram di Indonesia mengaku kerap membeli barang-barang yang mereka temui di sana. Angka yang cukup tinggi untuk mulai berjualan online di Instagram, bukan?

Adanya Fitur Hashtag

Umumnya, hashtag digunakan oleh pengguna Instagram dalam caption postingan foto mereka untuk mengundang banyak likes. Namun, sebagai pelaku bisnis online, Anda dapat menggunakannya untuk memudahkan orang-orang dalam mencari produk jualan Anda. Mayoritas orang yang berbelanja online melalui Instagram akan lebih dulu mencari produk melalui fitur hashtag. Oleh sebab itu, pasanglah hashtag yang efektif dan sesuai dengan produk Anda untuk menarik perhatian orang-orang. Namun, jangan terlalu banyak memasang hashtag karena hal tersebut dapat membuat orang-orang malas mengecek keterangan produk yang Anda pasang pada caption.

Dilengkapi Direct Message

Pada dasarnya, para pelaku bisnis online menggunakan Instagram sebagai katalog untuk produk-produk mereka. Untuk transaksi lebih lanjut, mereka pun mencantumkan kontak Instan Messaging lain pada profil akun Instagram mereka, seperti WhatsApp atau LINE. Beberapa bahkan rela menggunakan beberpa gadget sekaligus agar kontak pribadi mereka tidak tercampur dengan pelanggan. Namun, kini Anda dapat berjualan online sekaligus melakukan transaksi di Instagram melalui fitur Direct Mesasge (DM). Selama Anda mengaktifkan notifikasi untuk setiap DM yang masuk, Anda akan dapat selalu merespon pesan dari pelanggan secara cepat.

Multi Account

Jangan pernah mencampurkan akun pribadi dan berjualan saat menggunakan Instagram. Hal tersebut hanya akan menimbulkan kesan tidak profesional. Tidak perlu khawatir merasa kerepotan untuk berulang kali log in dan log out dari akun pribadi ke akun jualan. Kini, Instagram telah memiliki fitur multi account yang memungkinkan Anda untuk melakukan switch terhadap maksimal lima akun sekaligus secara mudah. Notifikasi pun akan tetap muncul pada gadget Anda secara terpisah tanpa harus menumpuk seperti pada Instagram versi lama. Sebagai contoh, jika Anda sedang menelusuri feed pada akun pribadi, lalu ada notifikasi komentar dari calon pembeli pada akun online shop. Cukup klik notifikasi tersebut dan akun Instagram Anda akan bertukar secara otomatis.

Ingin Pasang Iklan? Bisa!

Instagram sepertinya sadar betul bahwa platform mereka banyak digunakan sebagai bagian dari aktivitas digital marketing. Mereka menawarkan fitur “sponsor” bagi siapapun yang berniat melakukan promosi. Menariknya, tampilan sponsor tersebut hadir dalam bentuk postingan foto biasa yang muncul pada timeline Instagram orang lain. Hal tersebut tentu berbeda dari mayoritas iklan online yang berbentuk seperti banner sehingga mengganggu aktivitas orang lain di dunia maya. Pemasangan sponsor di Instagram dapat dibayar dengan kartu kredit. Harganya cukup terjangkau karena Anda dapat mengatur budget sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda.

Promosi Melalui Endorse

Memasang sponsor bukan menjadi satu-satunya cara promosi yang bisa Anda lakukan di Instagram. Mayoritas pemilik online shop justru memilik untuk melakukan sistem endorse. Mereka akan memberikan beberapa produk mereka untuk dikenakan oleh celebgram (orang-orang yang memiliki followers banyak di Instagram), untuk kemudian dipromosikan pada akun Instagram mereka sendiri. Ada pula beberapa online shop yang saling melakukan promosi terhadap satu sama lain untuk menambah jumlah followers. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir akun berjualan online Anda akan sepi pelanggan.

 

Karena pada dasarnya Instagram merupakan aplikasi fotografi, Anda perlu memperhatikan foto-foto produk yang Anda post di sana. Pastikan bahwa foto-foto tersebut tidak blur atau beresolusi rendah agar pengunjung tertarik untuk melakukan pembelian. Apabila perlu, Anda bisa meng-hire fotografer profesional untuk menjepret foto-foto produk berjualan Anda.

Page 1 of 2
1 2