Kisah 6 Tokoh Pendiri E-Commerce Sukses

ecommerce-team-business-success

Di balik setiap kesuksesan, terdapat seorang mastermind yang telah berjuang mati-matian untuk meraihnya. Sama halnya dengan industri e-commerce. Anda pasti menyadari bahwa beberapa tahun belakangan ini popularitas e-commerce meningkat dengan pesat. Beberapa nama e-commerce pun muncul mengungguli yang lain. Dan berikut adalah orang-orang yang menjadi mastermind di balik suksesnya e-commerce yang mereka rintis.

Pierre Morad Omidyar (eBay)

Ketertarikan Omidyar pada dunia komputer mulai muncul ketika ia bersekolah di Potomac. Saat menjalani sebuah liburan panjang pada usia 28 tahun, Omidyar menghabiskan waktunya dengan menulis kode komputer yang kini digunakan untuk situs lelang miliknya, eBay. Sebenarnya, niat awal Omidyar dalam mendirikan eBay adalah untuk membantu salah satu temannya untuk mendapatkan pembeli bagi produk yang dijualnya. Ia sempat berniat untuk menamai situsnya sebagai echobay, namun karena nama tersebut telah dipakai pihak lain, ia pun memutuskan untuk menggunakan nama eBay. Situs lelang tersebut pertama kali diluncurkan pada 4 September 1995.

Hendrik Tio (Bhinneka.com)

Jauh sebelum internet berkembang pesat seperti sekarang, tepatnya pada tahun 1999, Tio bersama beberapa rekannya memberanikan diri untuk terjun dalam bisnis online. Awalnya, ia berencana untuk memasarkan produk-produk IT mereka melalui internet. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk membuat sebuah e-commerce dengan nama Bhinneka.com. Menggunakan modal sebesar 100 juta rupiah, Tio pun mempromosikan situs e-commerce miliknya pada Google. Dengan ketekukannya dalam uji-coba strategi dan inovasi, Bhinneka.com pun akhirnya mendapat perhatian dan kepercayaan dari target audiens Hendrik.

Jack Ma (Alibaba)

Alibaba merupakan perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Dan Jack Ma adalah orang di balik kesuksesan tersebut. Saat berkunjung ke Seattle, US, pada tahun 1995, seorang temannya memperkenalkan Jack pada internet. Saat mengetikkan keyword “beer” pada search engine, ia tidak dapat menemukan data tentang Tiongkok. Dari situlah ia bertekad untuk mengembangkan bisnis online di Tiongkok. Akhirnya, pada tahun 1999, Jack mendirikan situs Alibaba yang berfungsi untuk mempertemukan supplier dengan customer dalam skala gobal. Nama Alibaba dipilihnya ketika ia sedang berada di sebuah kedai kopi di San Francisco.

Achmad Zaky (BukaLapak)

Sebelum mendirikan BukaLapak, Zaky telah memiliki cukup banyak pengalaman dalam membangun sistem IT untuk berbagai perusahaan besar. Karena ingin menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi banyak orang, ia pun mendirikan BukaLapak pada tahun 2010. Tujuannya sederhana, yakni mengubah hidup banyak orang dengan memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengan (UMKM) melalui internet. Awalnya, Zaky mengajak para pedagang di mall untuk bergabung dengan BukaLapak. Setelah sering mendapat penolakan, klien pertamanya justru berasal dari pedagang kecil. Sejak saat itu, Zaky pun memutuskan untuk fokus mengajak para pelaku UMKM yang belum begitu berkembang. Hanya dalam waktu setahun, telah ada 10.000 pedagang yang bergabung dengan BukaLapak.

Jeff Bezos (Amazon)

Bezos mulai mengembangkan usahanya pada tahun 1994. Saat itu, ia melihat potensi pada usaha ritel buku di US. Sayangnya, mereka tidak memiliki katalog yang lengkap. Ia pun memiliki ide untuk membuat website yang dapat memperkenalkan semua produk buku dengan praktis dan mudah. Setelah melakukan berbagai riset dan berbagai pengembangan, Bezos akhirnya merilis situs e-commerce dengan alamat Amazon.com pada tahun 1999. Setelah beberapa tahun berjalan, ia memutuskan untuk menambah jenis produk pada Amazon agar lebih variatif. Selain buku, kini Amazon juga menawarkan berbagai macam barang, seperti alat-alat rumah tangga, elektronik, hingga jasa aplikasi penyimpanan data online.

William Tanuwijaya (Tokopedia)

Sempat dianggap remeh oleh orang-orang di sekitarnya, William sama sekali tidak mundur untuk mewujudkan mimpinya dalam berbisnis. Selama dua tahun ia mencari modal, hingga akhirnya atasan di tempat kerjanya saat itu memberi modal sebesar 10%. Jadi, ketika berdiri pada tahun 2009, Tokopedia hanya memiliki modal seadanya. Ia mengaku susah meyakinkan investor karena mereka takut Tokopedia akan kabur setelah diberi suntikan dana. Namun, tidak lama kemudian, investor mulai berdatangan, salah satunya adalah East Ventures. Selama lima tahun berdiri, Tokopedia telah berhasil menjadi situs e-commerce yang sukses membantu UMKM dalam mengembangkan usaha.

 

Tidak ada hasil yang akan mengkhianati usaha. Kisah-kisah dari para pendiri e-commerce sukses di atas menunjukkan hal tersebut. Jadi, jika kini Anda tengah merintis bisnis serupa dan mengalami kesulitan, jangan langsung patah semangat dan menyerah begitu saja. Berupayalah dengan lebih keras dari biasanya, dan lihat hasil yang akan Anda dapat pada beberapa tahu mendatang. Bukan tidak mungkin Anda aka menjadi pemilik situs e-commerce sukses berikutnya.

Leave a Reply